Puasa Mengasah Leadership

Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bulan puasa telah tiba. Dalam ajaran agama Islam, berpuasa adalah menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa (makan, minum, melakukan hubungan suami istri) dimulai sejak adzan Subuh hingga adzan Mahgrib. Sebelum adzan subuh, seorang yang hendak berpuasa wajib berniat untuk menjalankan puasa di hari itu, tanpa niat pahalanya tidak sah.

Apa pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik dari kewajiban berpuasa bagi seorang muslim? Tentu banyak sekali. Dari perpektif leadership, menurut hemat saya ada beberapa yang bisa kita petik. Pertama, melatih komitmen. Puasa tidak sah tanpa niat. Komitmen mewujudkan apa yang kita perjuangkan ibarat niat dalam ibadah puasa. Tanpa komitmen pekerjaan menjadi berantakan, tertunda dan menimbulkan banyak kerugian.

Komitmen itu wajib dilakukan diawal kegiatan, dijaga saat pelaksaan hingga tuntas semua kegiatan. Seorang leader yang tidak memiliki komitmen akan kehilangan respect dari banyak pihak khususnya anggota timnya. Saat kita berkomitmen mencapai target yang ditetapkan perusahaan maka buktikanlah target itu tercapai. Komitmen itu ditancapkan ke dalam hati dan dibuktikan dengan aksi.

Kedua, melatih integritas. Definisi integritas itu banyak versinya. Saya lebih senang menggunakan definisi “sibuk melakukan kebaikan dengan sama baiknya, baik ketika dalam keramaian maupun saat semdiri.” Berpuasa mengasah integritas, meskipun kita bisa mencari berbagai peluang untuk melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi tetap kita tidak melakukannya.

Kita bisa saja masuk ke dalam kamar pribadi, kemudian menyantap makanan yang ada. Tidak ada orang yang tahu, tetapi kita tidak melakukannya karena kita sudah berniat untuk berpuasa. Orang memang tidak ada yang melihat tetapi ada Allah swt yang Maha Melihat fan Maha Tahu. Inilah pondasi integritas terkuat yang seyognya melekat dalam diri kita. Semua itu bisa dilatih dengan berpuasa.

Baca Juga  Di Balik Musibah

Ketiga, mengasah kemampuan menahan diri. Makan, minum dan berhubungn suami istri adalah kebutuhan fitrah manusia. Namun, meski halal, di siang hari (saat berpuasa) kita dilarang untuk melakukannya. Kita sedang dilatih untuk tidak serakah dan mengendalikan nafsu. Seorang pemimpin atau leader bisa terjatuh karena tidak bisa menahan godaan dunia yang menggiurkan. Berpuasa melatih kita untuk mampu menahan diri.

Dan saya yakin, masih banyak pelajaran yang bisa kita petik dari ibadah puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan menggali hikmah di dalamnya.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer