Puasa itu Ibadah Eksponensial - Jamil Azzaini Leadership Trainer Indonesia

Puasa itu Ibadah Eksponensial

Share this
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Masih ingat pelajaran SMA dulu tentang grafik linear dan eksponensial? Linear itu tumbuh biasa dan bisa diperdiksi. Sementara eksponensial itu tumbuhnya sangat cepat, jauh melebihi rata-rata dan melebihi kebiasaan yang ada. Menurut saya, ibadah puasa adalah ibadah eksponensial. Pahala dan manfaatnya dilipatgandakan oleh Allah swt. Jadi, sungguh rugi apabila setelah bulan puasa kita tidak tumbuh secara eksponensial.

Saat pelajaran biologi dulu, guru saya pernah menyampaikan “setiap makhluk hidup yang ingin berubah atau meremajakan diri, selalu diawali dengan puasa. Untuk mendapatkan kulit yang baru dan segar, seekor ular harus berpuasa terlebih dahulu.”

Begitu pula, seekor ulat. Hewan yang awalnya sangat rakus dan menjijikan ini, bisa berubah bentuk dan menjadi makhluk yang sangat berbeda setelah ia berpuasa. Badannya tertutup rapat dalam kokon (kepompong), tidak bisa makan apapun meski hanya sedikit. Setelah beberapa minggu berpuasa, munculah makhluk baru yang bernama kupu-kupu.

Ulat yang serakah dan menjijikan telah berubah menjadi kupu-kupu yang indah, lucu dan mempesona. Makanannya pun telah berubah, dari semula makan apapun menjadi makanan yang terpilih. Action dan cara geraknya pun sangat berbeda, dari semula menjalar menjadi terbang tinggi dan bisa pergi lebih jauh. Dari binatang yang awalnya merusak berubah menjadi binatang yang membantu penyerbukan bunga, dicintai banyak makhluk hidup.

Apakah puasa yang kita jalani bisa mengubah hidup kita menjadi lebih berkualitas? Apakah kita mampu menyeleksi makanan yang kita makan menjadi hanya yang halal dan menyehatkan? Apakah action kita menjadi lebih tinggi kualitasnya? Apakah kehadiran kita banyak membantu makhluk hidup yang lain?

Ibadah puasa sebagai ibadah eksponensial seyognyanya mampu mengubah kehidupan kita secara eksponensial. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga tetapi membawa berubahan sebagaimana perubahan ulat menjadi kupu-kupu. Siap? Apa komitmen Anda untuk perubahan setelah puasa? Berubah linear atau eksponensial?

Baca Juga  Pemimpin itu Wasit

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer


Share this
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer