Profesional atau Transaksional?

ketawa.jpg

Banyak orang ngaku sebagai profesional tetapi yang menonjol transaksionalnya bukan kapasitas keahliannya. Saya termasuk orang yang yakin bahwa bayaran seseorang itu mengikuti kapasitas keahliannya. Bila ingin meningkatkan “harga” kita maka tingkatkan kualitas keahlian atau expertise kita.

Jangan hobinya menuntut karena “merasa” ahli. Jangan merasa harganya tinggi padahal keahlian yang dimilikinya sudah usang seiring dengan perkembangan zaman. Dunia berubah begitu cepat, tetapi yang “merasa” ahli asyik dengan dunianya sendiri. Mereka tak mau belajar dan akhirnya tertinggal, sayangnya mereka masih “merasa” ahli.

Sepengetahuan saya, orang-orang yang ahli juga bukan tipe orang yang “teng go” datang tepat waktu, pulang pas jam kerja. Orang-orang ahli cenderung bekerja melebihi jam kerja. Mereka asyik dan larut dengan pekerjaannya.

Orang-orang yang ahli sangat jauh dengan kelakuan datang telat, pulang cepat. Bukan pula golongan orang yang sudah datangnya telat pulangnya cepat tapi masih berkilah, “Saya tidak mau melakukan dua kesalahan, tadi datang telat sudah salah maka pulang tak mau telat lagi.”

Bila ingin jadi profesional, jadilah profesional sejati yang fokus pada hasil kerja yang berkelas dan terus mengasah diri. Jangan yang dikedepankan menuntut bayaran dan sangat transaksional.

Dikisahkan, seorang yang mengaku profesional terlambat mendatangi rapat penting usai jam makan siang. Sang direktur utama menegurnya, “Kenapa kamu terlambat?” Dengan tenang karyawan yang mengaku profesional ini menjawab, “Dari potong rambut, pak.”

Mendengar jawaban tersebut sang direktur utama marah. “Kamu telat rapat hanya karena hal sepele. Mengapa pula kamu potong rambut saat jam kantor?” semprotnya.

Sang karyawan dengan enteng menjawab, “Kan rambut saya tumbuhnya saat jam kantor, pak.” Hehehehe…

Selamat bekerja.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

15 thoughts on “Profesional atau Transaksional?”

  1. Keren kek,
    Jum’at berkah….semoga kita semua bisa menjadi sebenar benarnya profesional…..

    Kapan ngisi di yogya kek?

    1. Wah awal pekan ini saya ke Jogja 🙂

      1. Alhamdulillah, dipasin pas nanya sama Allah ni kek…
        di yogya mana kek? kalo sekiranya dizinin ketemu ma Allah semoga paling gak bisa ngelihat kek jamil secara langsung, hehehe…
        aamiin….

        1. Wah maksudanya pekan ini itu adalah hari Senin dan Selasa sebelumnya

          1. ooh, tak kirai minggu ininya senin selasa depan kek…..
            wah, kelihatan bodohnya ana ni kek….hehehe

  2. Denni Candra says:

    hahaha … sekalian aja nyuci baju dan mandi pas jam kantor, kan baju kotor karena dipakai di jam kerja … 🙂

    1. Hussss, nanti banyak yg melakukan lho…

  3. Sahuri Nur says:

    Hehehe… kakek bisa aja…

    #Peeeluuxxx

  4. Betul Kek kerja itu harusnya Enjoy, berTumbuh & berNilai Tinggi. Agar terhindar dari penyakit 16 P.

    Sebaiknya setiap kantor memiliki kantin & tukang pangkas rambut. Karyawannya bisa makan siang sambil potong rambut. Hehehe…

    1. Ini pasti harapan karyawan 🙂

  5. ORA DADI OPO says:

    😀

    wew bener karyawan telatan tuh kek_!!!! 😀

    1. Hehehhe, hayo pernah melakukan ya 🙂

  6. hahaha… sealu aja dapet cerita bikin ketawa, darimana nih pak… 😀

    1. Hehehehe, ide datang dari arah yang tidak diduga 🙂

  7. Fajran Rachman says:

    wah judulnya aja dah menggelitik banget, apalagi isinya, kakek yang satu ini emang bisa kali ah main2 kata 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.