Pilih Mana, Profesional atau Expert?

i-love-my-job.jpg

Banyak trainer yang mendorong orang lain untuk menjadi profesional. Sebenarnya apa sih makna profesional? Setelah saya telusuri, makna profesional ternyata sangat dekat dengan uang. Sekuat dan sehebat apapun seorang petinju, ia tetap disebut petinju amatir apabila ia belum mendapat bayaran dari suatu pertandingan.

Saya sangat menghindari mendorong orang lain menjadi profesional. Saya lebih senang mendorong orang untuk menjadi seorang expert. Menurut saya, profesional itu identik dengan transaksional. Ia bisa menghambat seseorang enggan melakukan pekerjaan yang menantang apabila bayaran yang didapat tidak sepadan.

Atau, dengan makna lain, seorang profesional yang bergaji 15 juta akan mengerjakan kualitas pekerjaan yang senilai 15 juta. Apabila diminta menaikkan kualitas pekerjaan, ia menjawab, “Ada rupa, ada harga.” Dengan kata lain, ia meminta kenaikan gajinya. Ketika menjabat sebagai direktur SDM, saya paling “sebel” dengan orang dengan tipe seperti ini. Hehehehe…

Lain halnya dengan seorang expert, ia akan berusaha mengerjakan pekerjaannya dengan kualitas dan hasil terbaik. Walau mungkin gajinya hanya 10 juta, ia rela mengerjakan pekerjaan dengan kualitas pekerjaan bernila ratusan bahkan milyaran. Untuk orang-orang semacam ini saya berkata, “Saya suka gaya loe.” Dan, saya akan berjuang sekuat tenaga agar ia dinaikkan gajinya atau mendapat penghasilan tambahan.

Seorang profesional akan menuntut untuk dinaikkan gajinya sementara seorang expert diperjuangkan orang lain untuk mendapat bayaran yang berlipat. Gaji atau penghasilan justru menjadi penghambat seorang profesional untuk semakin bertumbuh. Karya-karya yang dihasilkan hanya senilai dengan bayaran yang didapatkan.

Sementara seorang expert menjalani pekerjaannya karena kecintaannya dan tanggung jawabnya. Ia akan terus berprestasi sebaik mungkin. Ia terbiasa melakukan pekerjaan yang terbaik, baik ketika ia sendiri maupun ketika ramai. Apabila ia sudah menyanggupi melakukan sesuati ia akan kerjakan sebaik mungkin dan tidak terganggu dengan bayaran yang ia dapatkan.

Dan menurut pengamatan saya, semakin tua seorang expert semakin berharga mahal, bayarannya melejit. Ia akan menjadi rebutan banyak pihak saat pensiun. Ia tak sibuk mengejar-ngejar rezeki, tetapi rezeki lah yang sibuk mengejar dirinya. So, pilih mana, menjadi profesional atau expert?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

16 thoughts on “Pilih Mana, Profesional atau Expert?”

  1. Muhammad Iqbal says:

    Kek saya mau mengundang untuk memberikan motivasi bagi narapida di lapas klas 2a pontianak, saya sudah hubungi yg di bio jg sudah diberikan alamat email tapi blm ada jawaban email sampai sekarang..mhn arahannya..terima kasih

    1. Jamil Azzaini says:

      Biasanya kalau gak bisa karena masalah waktu mas….silakan terus berjuang, hehehehe

  2. Ela nurnala says:

    Mantap kek sarapan paginya sy pilih expert

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin….pilihannya sama dengan sama

  3. eka says:

    proffesional dan expert

    1. Jamil Azzaini says:

      Pilih satu, hehehehe

  4. Edy Toer says:

    Orang yang expert akan selalu berusaha memberikan yang terbaik, karena dia yakin bahwa rezeki sesorang tidak akan tertukar. Bukankah Alloh berfirman, Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS 9:105). Jadi benar kek orang yang expert bukan hanya orang lain yang memperjuangkan bahkan Alloh saja menjaminnya.Wallahu’alam

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih tambahan ilmunya mas…

  5. mumun says:

    luar biasa pa Jamil. tentu saya pilih expert.

  6. Titik Asmurah says:

    OK P Jamil …Saya pilih expert yang profesional 🙂 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe,

  7. Nurul Hidayah says:

    Masyaallaj, saya pilih dan berusaha menjadi expert … Barrakallah

  8. titi says:

    saya sedang selalu belajar untuk menjadi expert….
    semoga di mudahkan

    1. Jamil Azzaini says:

      Kirim doa…

  9. Fadhilatul Azizah says:

    Bayaran atau gaji tidak berpengaruh pada kecintaan seorang expert terhadap pekerjaannya 🙂
    “Saya suka gaya loe.” 😀

  10. Fachrizal Barus says:

    Sepakat 1000% kek…
    Expert = Ihsan dalam bekerja, melebihkan dari apa yang menjadi kewajiban untuk diberi/dilakukan.
    Klo profesional hanya melakukan/memberikan sekedar apa yang menjadi kewajiban.:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.