Pikiranku Buntu

buntu.jpg

Pagi ini pikiranku buntu, bingung karena banyak yang “berkelahi” menjelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak besok, Rabu, 9 Desember 2015. Ada yang mengganggap Pilkada adalah jalan kebaikan ada pula yang menganggap pepesan kosong. Mengapa harus debat terbuka bila memang tak bisa menemukan titik temu?

Pikiranku juga buntu karena ada tokoh yang dipanggil “Yang Mulia” tetapi menunjukkan perilaku yang jauh dari kemulian. Perilakunya dan sikapnya seyogyanya menjadi teladan namun justru menjadi bahan ejekan.

Pikiranku buntu, bila ada maling tertangkap karena ada kamera CCTV kemudian ia akan membela diri, β€œIni pemasangan CCTV-nya illegal karena tidak meminta izin saya.” Logika para pecundang.

Pikiranku juga buntu saat ada suatu negeri yang tanahnya kaya raya dengan sumber daya alam namun rakyat yang tinggal di atasnya kelaparan dan miskin. Kemana perginya kekayaan itu? Kemana keberkahan negeri ini? Mengapa ada yang senang menari-nari di atas derita penduduk negeri?

Pikiranku semakin buntu, bila terlalu banyak berita dan informasi negatif yang masuk ke dalam pikiran dan hatiku. Hingga berita yang mencerahkan tentang Mark Zuckerberg CEO Facebook yang merayakan kegembiraan karena kelahiran putranya dengan membuat pengumuman mendonasikan 99 persen kekayaannya pun tak mampu mencerahkan pikiranku.

Mark Zuckerberg tak pernah bicara sedekah atau donasi. Namun ia bisa memberikan contoh nyata dengan mendonasikan kekayaannya yang hampir 600 trilyun rupiah. Saya hanya tertegun, kapan saya punya keberanian seperti dirinya?

Usai Subuh tadi, kubuka Kitab Suci, namun pikiranku masih buntu. Mungkin karena informasi negatif yang terekam di dalam pikiranku berlembar-lembar sementara kitab suci yang kubaca hanya satu lembar.

Maafkan bila tulisan pagi ini tidak mencerahkan karena memang pikiran saya sedang buntu. Setelah menulis ini, saya akan olah raga, sholat dhuha dan memohon ampun kepada-Nya dengan harapan kebuntuan pikiran ini menjadi sirna. Ah… negeriku, mari berbanyak hal positif agar sebagian rakyatmu pikirannya tidak buntu seperti aku.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

10 thoughts on “Pikiranku Buntu”

  1. mozaix says:

    Semoga kek jamil, bisa kaya mas zukerberg ya. Setelah nanti punya 9 perusahaan dengan 999 karyawan….. amiin. Didoain biar ga buntu kek….

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra…

  2. Ari Wijaya says:

    Tiada jalan buntu, insya allah ada jalan lain.
    If you can not find a way, create one. Breakthrough.

    Numpang branding di dalam tulisan tentang kebuntuan Pak JAMIL.

    Terus beraksi untuk kebaikan, Pak JAMIL.

    1. Jamil Azzaini says:

      Siap pak…

  3. dedy says:

    Semoga bisa segera tercerahkan ya pak, aamiin…

    1. Jamil Azzaini says:

      Alhamdulillah sudah cerah lagi… πŸ™‚

  4. andi djunaidi says:

    Apakah sebaiknya jangan terlalu banyak mendengar, membaca dan menonton berita ya mas?
    Ikut buntu membaca tulisan mas Jamil.

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya sudh lama tidak nonton berita di tv mas. Kalau baca koran juga baca opini dan berita olah raga, bukan berita politik

  5. Azhar Ilyas says:

    Pak Jamil, saya suka baca tulisan bapak. Meskipun ada video saya harap tetap ada dituliskan transkrip pembicaraannya. Bila bapak cukup sibuk, serahkan saja tugas mulia itu kepada asisten Bapak. Hehe. Kok malah saya yg mengarahkan.

    Hehe. Saran saja ini Pak. Semangat terus menulis setiap harinya ya Pak. πŸ™‚

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe, siap…laksanakan….

Leave a Reply

Your email address will not be published.