Pikiran dan Nasib

thinkbig.jpg

Perjalanan hidup saya membina para pengusaha kecil dan pergaulan saya dengan para pengusaha besar dan pimpinan berbagai perusahaan melahirkan kesimpulan, “Mereka yang bermimpi besar menjadi besar, mereka yang bermimpi kecil menjadi semakin kerdil.”

Mereka yang berkomitmen menjadi yang terbaik di bidangnya, maka menjadi yang terbaik di bidangnya, kalau toh meleset setidaknya masuk peringkat tiga. Sementara mereka yang tidak punya komitmen dan asal kerja atau asal bisnis maka hasilnya mereka tidak menjadi siapa-siapa. Ternyata pikiran bisa memacu orang semakin maju dan juga bisa mengambat orang.

Saya menjadi ingat yang pernah diungkapkan Henry Ford, “Apakah Anda berfikir Anda mampu atau tidak, kedua-duanya Anda benar.” Apabila Anda berpikir mampu menjadi yang terbaik dan berkomitmen mewujudkannya maka Anda benar bisa mewujudkan. Tetapi apabila Anda berpikir tidak mampu maka yang terjadi Anda benar-benar tidak mampu.

Saya jadi mengerti mengapa suatu perusahaan bisa bertumbuh pesat sementara yang lain biasa saja bahkan semakin melemah. Salah satu sebabnya adalah pikiran sang pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya. Mereka yang optimis maka bisnis dan karirnya berbuah manis. Sementara mereka yang pesimis kehidupannya datar-datar saja bahkan semakin menyedihkan.

Memang, ini hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya belum di riset secara mendalam, namun saya memperhatikan polanya hampir sama. Pikiran bisa menentukan nasib seseorang. Orang-orang yang berpikir besar benar-benar menjadi orang besar. Sebaliknya, orang yang selalu berfikir negatif dan hidup penuh hambatan maka hidupnya benar-benar terhambat.

Hal ini sejalan dengan pesan di dalam Hadits Qudsi, “Allah itu sesuai dengan prasangka (pikiran) hamban-Nya.” Mereka yang memiliki target tinggi kedudukannya semakin tinggi. Mereka yang menetapkan target kerja rendah akan selalu menjadi rendahan.

Hidup itu pilihan, Anda memilih menjadi orang yang seperti apa itu terserah Anda. Dan, semua itu, dimulai dari pikiran Anda. Anda pilih yang mana?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “Pikiran dan Nasib”

  1. Dedy says:

    Terima kasih Kek Jamil, sarapan pagi yang menggugah semangat. Saya agak sedikit merasa ada ganjelan untuk penulisan artikel di atas, semoga Kek Jamil tidak keberatan. Yang pertama kata mengambat, kalau hal ini saya kira karena bukan kesengajaan, kemudian yang kedua kata ‘di riset’, kalau menurut saya yang betul ‘diriset’ ? karena kata tersebut bukan tempat. Maaf bukan bermaksud apa-apa, sayang aja kalau tulisan bagus tapi cara penulisannya ada yang kurang betul agak gimana gitu, betul kan Kek? sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil…

  2. Jamil Azzaini says:

    Wah terima kasih mas, senang saya mendapat masukan seperti ini. Salim mas. Terus beri masukan saya ya mas, masukan yang ini akan segera diperbaiki

  3. Taufik Ismail says:

    tks, sdh diingatkan kembali melalui tulisan ini mas Jamil..semoga bisa tetap menjaga asa dan mewujudkan mimpi besar saya…tks..

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra….

Leave a Reply

Your email address will not be published.