Perempuan Gak Perlu Sekolah

Perempuan-Gak-Perlu-Sekolah-e1383534275175.jpg

Rully Baskara
“Perempuan mah gak perlu sekolah.”
Itulah perkataan orang-orang jaman dulu soal anak perempuan. Menegaskan bahwa anak perempuan gak perlu sekolah yang tinggi karena akhirnya akan ngurusin dapur, ngurus anak dan ngurusin rumah tangga, beuuuh.
 
Pemahaman ini sepertinya turun temurun dan sudah mengakar bagi sebagian masyarakat kita. Mungkin inilah mengapa jarang sekali kita jumpai lulusan magister atau doktor dari kaum perempuan.
 
Namun apakah benar seorang ibu rumah tangga alias full time mom tidak perlu pendidikan yang tinggi? Tidak perlu memiliki pengetahuan yang luas? Salah besar menurut saya, mengapa?
 
Coba cek dihampir seluruh keluarga, siapa yang lenih banyak membantu anak belajar, mengerjakan PR dan tugas-tugas sekolah lainnya? Pastilah sebagian besar adalah ibu. Lalu bagaimana kalau seorang ibu tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk bisa membantu anaknya belajar? Tau sendiri pelajaran anak jaman sekarang ajaib, kadang tidak sesuai apa yang dibutuhkan seorang anak, mereka perlu bantuan kita, dalam hal ini seorang ibu (tanpa mengurangi peran ayah yang juga bertanggung jawab).
 
Maka dari itu diperlukan seorang ibu yang memiliki pendidikan yang cukup, wawasan yang luas, mau tetap belajar sehingga bisa mengikuti pelajaran anak-anaknya. Perempuan harus sekolah yang tinggi karena ditangannyalah anak-anak generasi penerus bangsa ini akan terdidik dengan lebih baik, selain belajar di sekolah.
 
Satu lagi, perempuan selain menjadi ibu juga akan menjadi sebagai istri yang mendampingi suami. Nah istri juga harus minimal setingkat pendidikan dengan sang suami supaya memiliki dasar pemikiran yang setara dan bisa menjadi teman tukar pikiran sang suami. Bayangkan kalau istri tidak bisa mengimbangi pemikiran suami, jadi miss dong-dong atau si oneng. Ih! gak banget deh 🙂
 
Saya juga yakin kalau suami akan bangga kalau memiliki istri yang pandai, berpendidikan, cerdas dan berwawasan luas.
 
Bagaimana menurut Anda? Wallahualam.
 
Tulisan dikirim oleh Rully Baskara

Bagikan:

9 thoughts on “Perempuan Gak Perlu Sekolah”

  1. Denni Candra says:

    Setuju pak, karena guru pertama bagi seorang anak adalah orangtuanya terlebih sekali ibu. Mau menjadi apa dan bagaimana pendidikan seorang anak berawal dari ibunya di rumah.

    Salam SuksesMulia …:)

  2. Syaifur says:

    Betul, seorang ibu harus berpendidikan & berilmu. Mau belajar & meningkatkan kapasitas dirinya. Untuk generasi depan yang lebih baik & bermanfaat banyak bg dirinya serta orang lain.

  3. princess amanda says:

    setuju bangeeet…perempuan juga hrs selalu up grade ilmu agar wawasan bertambah seiring perkembangan zaman…jgn habiskan banyak waktu untuk nonton tv jika ingin putra putrinya menjadi putra putri unggulan dari ibu yang cinta dengan ilmu….

    salam sukses mulia…

  4. bunda vivanza says:

    perempuan wajib sekolah.. karena setelah berumah tangga, mulai bangun tidur sampe mau tidur lagi, anak selalu didampingi ibu..trus kalo ibunya gak ngerti apa2 bisa bahaya tuh!! pokoknya 2 jempol deh buat ibu yang pinter..semangat!!!!!

  5. Euis Marlina says:

    Dulu orang tuaku punya pemahaman seperti itu, bahwa perempuan gak perlu sekolah. Dan kebetulan ke-6 anaknya perempuan. Jadi dech ke-4 kakakku hanya sampai Sekolah Dasar (SD). Namun alhamdulillah, aku dan adikku bisa studi sampai S1. Ini merupakan keberkahan dari program wajib belajar 9 tahun yang baru digulirkan pemerintah waktu itu (tahun 1996), yang mewajibkan setiap anak sekolah sampai SLTP. Jadinya ortuku mengijinkan ku lanjut ke SLTP. Dan alhamdullah, akhirnya aku juga berhasil meyakinkan ortuku agar mengijinkan studi sampai S1. Terima kasih ayah – ibu, sudah memberikan kepercayaan padaku.

  6. anne says:

    yah bener banget mas hari gini udah kelar cerita cinderella. mau suami pintar mapan hebat sedangkan perempuan cuma modal tampang doang? kebaca deh entar nasibnya bakal jadi perempuan apaan..

    kalo soal tampang sama kantong sih gampang diupgrade… tapi kalo wawasan sempit, attitude minus sama otak dong2… ngebenerinya berabe..

    yah intinya jodoh sepatu bukan sendal jepit..

  7. Budi says:

    tidak lebih baik ketika perempuan sekolah tinggi. Alasan yg terlalu baik bila perempuan sekolah tinggi untuk mendidik dan mengajari anak belajar. Sebenarnya anak lebih membutuhkan moral dan akhlak yg baik. Akhlak kpd sang pencipta, akhlak pd NabiNya, akhlak pd orang tua dan sekitarnya. Dan itu semua tidak diajarkan di sekolah yg tinggi. Tapi diajarkan melalui Alquran dan Sunnah. Seberapa peduli kita terhadap pemahaman anak akan 2 hal ini. ?? wallohu a’lam

  8. Noy says:

    Menurut psikolog di skul anak ku, kecerdasan akademik anak baik anak cowok dan cewek itu nurun dari Ibunya. so, klo jadi ibu kudu smart, pinter berpendidikan, berwawasan, biar anak-anaknya juga jadi anak yg unggul 🙂

  9. mas shohib khan says:

    ssss7777777 bngiiitttt

Leave a Reply

Your email address will not be published.