Penyimpangan yang Bisa Disembuhkan

lgbt.png

Tadi malam saya menonton acara ILC di TV One yang membahas tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Tiga ahli (satu psikolog dan dua psikiater) menyatakan bahwa Lesbian, Gay dan Biseksual adalah penyakit atau penyimpangan. Khusus untuk transgender, ada satu psikiater menyatakan bahwa itu bukan penyakit.

Dua tokoh agama (Islam dan Katolik) yang hadir juga menyatakan bahwa Lesbian, Gay dan Biseksual sesuatu yang dilarang oleh agama. Namun bersyukurnya, penyakit atau penyimpangan itu bisa disembuhkan asalkan konsultasi dan berobatnya ke orang yang tepat. Sebab konsultasi ke maling hasilnya ya menjadi maling. Konsultasi ke gay atau lesbian hasilnya ya menjadi gay atau lesbian.

Ibu Elly Risman (psikolog) menambahkan bila seseorang yang masih setengah gay atau setengah lesbian kemudian berkonsultasi ke gay atau lesbian maka hasilnya menjadi satu alias utuh (full) menjadi lesbian atau gay setelah berkonsultasi.

Penyakit atau penyimpangan itu bisa disembuhkan, maka berobatlah bagi Anda yang merasa sakit. Sementara bagi yang tidak sakit, hormatilah orang yang sedang dalam proses penyembuhan. Sebagaimana penyakit yang lain, pengobatan memerlukan waktu dan proses. Bagi yang berpenyakit kronis pasti memerlukan waktu yang lama. Doakanlah agar mereka segera sehat.

Yang sangat berbahaya, menganggap bahwa menjadi lesbian, gay dan biseksual itu lumrah atau biasa padahal para ahli menyatakan bahwa itu penyakit dan penyimpangan. Bahkan penyakit ini lebih berbahaya dibandingkan jantung, diabetes dan penyakit lain. Mengapa? Karena penyakit ini “menular” dan cenderung untuk terus mencari mangsa baru.

Mari kita hidup berpedoman kepada ajaran agama. Dan ternyata agama melarang manusia menjadi lesbian, gay dan biseksual. Bagi Anda yang atheis atau tidak mengenal Tuhan, dengarkan pendapat para pakar yang juga menyatakan bahwa lesbian, gay dan biseksual itu adalah penyimpangan atau penyakit. Kabar baiknya, penyakit itu bisa disembuhkan. Maka, berobatlah dan bertaubatlah sesegera mungkin.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “Penyimpangan yang Bisa Disembuhkan”

  1. isya julianto says:

    Tak harus membully, lebih baik beri edukasi yang bergizi tinggi. Orang sakit bukan berhak dibully atau di caci. Apa maksutnya begitu?

    1. Jamil Azzaini says:

      KerON mas…tugas kita menampaikan, hasilnya serahkan ke Allah swt

  2. abyan says:

    Dalam hadits :”Setiap anak adam senatiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senatiasa bertaubat” (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah), Dalam Al Qur’an : “…..Bertaubatlah kami kepada Allah dengan taubat nasuha. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…..” (QS. At Tahrim : 8), Iman Ghazali pernah berkata : “Kenapa Allah masih hidupkan aku hari ini : jawab Iman ghazali : karena dosaku terlalu banyak dan Allah masih izinkan aku untuk bertaubat…semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua…yg sehat menasehati yg masih “sakit”, yg sedang “sakit” segeralah bertaubat..Allah Maha Pengasih lagi Maha Pengampun

  3. abyan says:

    Maaf revisi (tertulis bertaubatlah kami…seharusnya bertaubatlah kamu) :

    Dalam Al Qur’an : “…..Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…..” (QS. At Tahrim : 8),

Leave a Reply

Your email address will not be published.