Penyakit Akibat Karsinogenik

Secara definisi, karsinogenik merupakan zat yang dapat menyebabkan kanker pada tubuh.  Zat ini bisa berasal dari bahan tambahan (food additive) yang ditambahkan ke dalam makanan tidak sesuai aturan; pestisida untuk tumbuhan atau hormon pertumbuhan hewan yang digunakan secara serampangan; atau bisa juga terbentuk selama proses pengolahan makanan; maupun dari udara sekitar yang terkena polusi kendaraan dan asap rokok.
 
Karsinogen umumnya masuk ke tubuh dalam jumlah sedikit, sehingga tidak seketika menimbulkan kanker.  Dibutuhkan waktu lama sampai terakumulasi, hingga cukup menimbulkan efek kanker yang mematikan.  Secara fakta, sulit sekali menghindar dari terkena/terpapar karsinogen karena memang zat ini ada di mana-mana.  Ketika keluar rumah, sulit sekali menghindar dari asap knalpot. Meskipun bukan perokok, kita pun kadang kebagian ‘jatah’ asapnya. Belum lagi berbagai makanan jajanan yang diolah dengan cara yang tidak benar atau ditambahkan bahan-bahan yang berbahaya.  
 
Menjaga pola hidup yang sehat sejak masa muda merupakan cara terbaik mencegah timbulnya penyakit kanker di usia tua.  Selain itu, juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat anti karsinogenik atau anti kanker yang banyak terdapat secara alami di sayuran, buah-buahan, madu, dsb. 
 
Mencermati sifat karsinogenik pada tubuh tersebut, saya jadi coba mencocok-cocokkan (maaf kalau ternyata gak cocok) dengan sifat atau perbuatan tidak baik yang biasa ada dalam diri kita.  Iri, dengki, sombong, kikir, suka meremehkan orang, dll sepertinya bersifat karsinogen bagi tubuh kita.

Sekali melakukannya, memang tidak akan serta merta di cap kafir, durhaka, atau layak dihukum rajam/potong tangan. Tetapi bila sifat ini terus dibiarkan ada, tumbuh, berkembang dan terkumulasi dalam tubuh, bukankah hati ini juga akan mati akibat efek ‘kanker’ yang semakin sulit disembuhkan tersebut?
 
Secara manusiawi, apalagi dijaman yang serba materialistis, terkadang sulit sekali menghindari atau bahkan tanpa disadari muncul perasaan iri bila melihat orang lain lebih kaya/sukses secara materi; atau timbul perasaan sombong bila berhasil mencapai sesuatu sehingga merasa diri lebih hebat dari yang lain; atau tiba-tiba lidah terasa gatal ingin menggunjing aib orang lain; atau sayang mengeluarkan harta untuk sedekah.  Mirip seperti zat karsinogen yang banyak tersebar di sekitar kita, yang terkadang sulit untuk dihindari. 

Sangat disarankan menjaga pola hidup sehat untuk mencegah ‘matinya hati’ akibat penyakit yang dapat menggerogoti tubuh seperti halnya kanker ini.   Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi ‘tombo ati (obat hati)’ karena lima unsur yang ada di dalamnya sangat efektif berfungsi sebagai ‘zat anti karsinogenik’.  

Lima unsur itu adalah membaca Quran dengan maknanya, mendirikan shalat malam, berkumpul dengan orang-orang shaleh, memperbanyak puasa dan memperpanjang dzikir malam.  Besyukurlah bagi yang sudah ‘mengkonsumsinya’ secara konsisten.  Mohon doanya agar saya pun bisa seperti itu.

Wallahualam.

Singgih Harjanto

Bagikan:

3 thoughts on “Penyakit Akibat Karsinogenik”

  1. dnur77 says:

    Alhamdulillah…makasi…salamm

  2. kerON perumpamaannya. Salam kenal mas.

  3. siswantoro says:

    Sy kira tulisannya Kek Jamil, bagus banget dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.