Penuntut

penuntut1.jpg

Pernahkah Anda kenal dengan orang yang hobinya menuntut haknya tetapi abai terhadap kewajibannya? Saya pernah, dan itu menyebalkan. Hehehehe… Pekerjaannya yang menjadi kewajibannya banyak yang tidak tuntas tetapi ia menuntut haknya sangat bersemangat.

Sepanjang pengamatan saya, orang-orang yang penuntut ini ternyata semakin dijauhi banyak orang. Ia berharap mendapatkan banyak tetapi hakikatnya itu mengurangi peluang berbagai kemudahan yang bisa ia dapatkan. Penuntut itu tak disukai mitra kerja. Penuntut itu tak disukai pimpinan. Penuntut itu tak disukai oleh sahabatnya.

Berbagai pintu kemudahan justru akan datang saat kita menjadi pemberi bukan penuntut. Saat kita banyak memberi justru itu mengundang banyak kebaikan. Sebaliknya apabila kita menjadi penuntut itu menjadi penutup berbagai pintu kebaikan. Sibuklah memberi bukan sibuk menuntut.

Secara logika, apabila kita banyak menuntut dan meminta maka kita akan memiliki bamyak hal dan apabila kita banyak memberi maka akan mengurangi apa yang kita miliki. Ternyata, alam bekerja tidak selalu mengikuti logika manusia. Matematika alam terkadang beda dengan matematika yang kita pelajari di bangku sekolah. Fakta yang terjadi, semakin banyak kita memberi semakin banyak yang kita miliki.

Saya jadi teringat saat membaca artikel di majalah (saya lupa namanya) yang saya baca ketika penerbangan dari New York ke Narita, yang menulis tentang Bill Gates. Wartawan bertanya, “Anda pernah turun peringkat tidak menjadi orang terkaya, dan sekarang Anda menjadi orang terkaya lagi. Apa rahasianya?” Bill Gates menjawab, “Semakin banyak memberi, saya semakin kaya. Begitulah matematika alam semesta bekerja.”

So, jadilah pemberi bukan penuntut…
Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.