Penipu Manusia

pinokio.jpg

Pernah tertipu? Saya pernah. Sampai sekarang saya bahkan masih ingat orang-orangnya. Hehehe… Cara yang saya lakukan untuk mengurangi amarah dan kejengkelan terhadap orang itu terbilang unik, namun manjur. Apabila saya ingat penipu tersebut, saya selalu membayangkan penampilan orang itu dengan hidung Pinokio, kumis Hitler, dan bertelinga gajah.

Cara ini membantu saya mengurangi rasa sakit dan kebencian terhadap orang yang pernah menipu saya. Mungkin menurut Anda cara ini konyol tetapi ampuh bagi saya. Bahkan sekarang saya bisa dengan mudah mendoakan kebaikan untuk sang penipu, sesuatu yang sebelumnya sangat sulit untuk saya lakukan.

Penipu dalan wujud manusia mudah dikenali dan kita bisa berhati-hati kepada sang penipu tersebut. Namun ada dua penipu yang sangat sulit kita kenali. Siapa itu? Nikmat sehat dan waktu luang. Rasulullah pernah bersabda, “Ada dua kenikmatan yang banyak menipu manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari).

Sungguh tertipu orang yang sehat dan memiliki waktu luang tetapi tidak digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan berbuat taat kepada-Nya. Orang-orang yang tertipu itu menggunakan kesehatannya dan waktu luangnya justru untuk hal yang sia-sia, memuaskan ego, nafsu dan melupakan mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung akherat.

Ibarat berbisnis, waktu luang dan kesehatan adalah modal. Gunakan modal itu untuk menghasilkan suatu kebaikan yang lebih besar agar kita beruntung. Sebaliknya, bila keduanya kita sia-siakan apalagi untuk bermaksiat kepada-Nya maka kita bisa menjadi pebisnis yang bangkrut dan gulung tikar.

Sayangnya, banyak diantara kita termasuk saya, terkadang tidak menyadari bahwa kita tertipu. Saat badan sehat dan punya waktu luang tanpa kita sadari kita menghabiskannya dengan duduk di depan televisi berjam-jam, bermain game atau berselancar di dunia maya tanpa tujuan yang jelas. Dulu saya pernah kecanduan bermain tetris, tanpa saya sadari saya bermain dari jam 10 malam hingga jam 2 dinihari.

Saya juga pernah ketagihan bermain game di iPad. Setiap perjalanan baik di darat maupun udara, saya menghabiskan waktu dengan bermain game. Semua itu saya lakukan tanpa saya menyadari bahwa saya telah tertipu dengan kesehatan dan waktu luang. Kesadaran muncul saat istri sering ikut perjalanan sehingga ia tahu apa yang saya lakukan. “Bermain game itu sekali-kali bukan berkali-kali. Apalagi itu tidak bisa menjadi bekal ke akhirat,” katanya menasihati.

Padahal waktu perjalanan bisa kita gunakan untuk membaca buku, mendengarkan audio book, mengasah imajinasi dengan merenungkan berbagai kebaikan yang bisa dilakukan, membaca Kitab Suci, berkenalan dengan rekan perjalanan atau juga bisa digunakan untuk beristirahat.

Mari jauhi penipu manusia yang berwujud kesehatan dan waktu luang. Hidup ini singkat, jangan sia-siakan waktu dan kesehatan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak berguna baik di alam fana maupun alam baqa.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

41 thoughts on “Penipu Manusia”

  1. Luar biasa artikelnya, ini hal yang menyentuh. Sungguh tertipu orang yang sehat dan memiliki waktu luang tetapi tidak digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan berbuat taat kepada-Nya. Orang-orang yang tertipu itu menggunakan kesehatannya dan waktu luangnya justru untuk hal yang sia-sia, memuaskan ego, nafsu dan melupakan mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung akherat

    Dili kusmanto

  2. Seperti kata pepatah arab.. sehat itu adalah mahkota di atas kepala manusia yang tak dapat dilihat kecuali oleh mereka yang sakit,,

    Dua nikmat ini baru terasa saat kita sakit atapun sibuk..

    terimakasih sudah mengingatkan Kek..

    salam SuksesMulia

    1. Subhanallah Senyum Syukur, Barakallah mengingatkan pepatah arabnya.

    2. Terima kasih pepatahnya wahai pejuang anak yatim

  3. kalimat ini super motivasi, “ibarat berbisnis, waktu luang dan kesehatan adalah modal. Gunakan modal itu untuk menghasilkan suatu kebaikan yang lebih besar agar kita beruntung. Sebaliknya, bila keduanya kita sia-siakan apalagi untuk bermaksiat kepada-Nya maka kita bisa menjadi pebisnis yang bangkrut dan gulung tikar”

  4. ali samsudin says:

    apapun alasannya, saya masih sering tertipu olehnya… semoga kedepan lebih jeli mengenali ciri-ciri penipu itu. sehingga tidak tertipu lagi. amin

    1. Wajib ditinggalkan segera

    2. Λάmΐΐπ Yάªª Ŕõßßǻl Ąlάmΐΐπ… | 🙂

  5. Eri Cahari says:

    Assalamu’alaikum Beh….
    Memang tidak enak klu tertipu, apalagi penipunya itu teman baik Beh, Alhamdulillah skrg saya sdh mengikhlaskannya….. Terimkasih Beh sdh mengingatkan, barakallahu fik………

    1. Pasti dapat ganti yang lebih baik pak, percayalah

      1. ERI CAHARI says:

        Aamiin YRA….. Peluk dari jauh Beh……

  6. Syarifudin says:

    KerON,
    Gak salah dr tadi pagi nungguin tulisan ny, isi nya subhanallahu …

    Terima kasih sdh diingatkan kek JA ..
    Apaagi masa muda, bnyak tertipu nih dg waktu luang dan sehat ..
    🙂

    Jazakallahu kek
    *peluk*
    Syarifudin – Bandar Lampung
    @arief_neji

    1. Iya tadi munculnya lewat jam 07 pagi, ada ganguan teknis 🙂

  7. Mayang says:

    Alhamdulillah… Tidak hanya saat berjumpa orangnya, berjumpa tulisannya pun Gurunda senantiasa memotivasi. Insyaallah sy tidak mudah tertipu lagi dan buku bisa kelar pekan ini, kek. #sungkem luaaaamaaaaaa

    1. Asyik, bukunya ditunggu ya mbak, kalau telat dijitak 🙂

    2. Aminn…ikut mendoakan bukunya bisa cepat terbit dan Insha Allah akan jadi penambah ilmu dan koleksi bacaan di rumah.

  8. Denni Candra says:

    Mari jauhi penipu manusia yang berwujud kesehatan dan waktu luang <<< makjleeeb, langsung mengena nasehatnya kek. Kadang memang tanpa kita sadari sering tertipu dengan kedua hal tersebut, malah kadang kita beralasan "hanya sekedar mamanfaatkan waktu luang". Tetapi memanfaatkannya bukan dengan hal yang bermanfaat. Terimakasih atas nasehatnya pagi ini kek … 🙂

    Salam SuksesMulia

  9. Aku mengagumi belahan jiwamu Kek Jamil, selalu menjadi pengingatmu.
    Sampaikan salam hormatku pada beliau.

    1. Sudah disampaikan, katanya “salam untuk Darryl dan Hana”

  10. Lidya Harumi Umeda says:

    Kok sama yaa kek Jamil. Dulu saya bisa menghabiskan waktu berjam2 berCandyCrush dan sangat bangga dgn pencapaian level yg sgt tinggi. Padahal gak dibawa mati. Astaghfirullah…..
    Alhamdulillah…. saya bertemu tmn yg mengajak saya kembali ke Alqur’an. Dlm waktu seminggu. Kecanduan saya ngegames hilang. Dan hampir sebulan istiqomah bertilawah. Saya membuang semua aplikasi games di gadget saya. Dan Alhamdulillah. … saya berhasil mengajak member2 dan teman2 membentuk grup odoj sendiri. Alhamdulillah kami sudah membentuk 4 grup. Mohon doanya kek… agar kami tetap istiqomah bertilawah. Dan kami semua tdk tertipu dg yg namanya waktu luang. Aamiin yra.
    Salam sukses mulia !!!

    1. Salut, semoga kebaikannya menular ke banyak orang termasuk saya

  11. SukrON kek tulisan yg kerON ini.
    alhamdulillah sama Allah diberikan pengalaman tertipu. pd awalnya terasa nyesek alhamdulillah sdh bs saya ikhlaskan.
    Dgn tambahan ilmu dr kakek Ganteng ini, semoga kita tidak mudah tertipu dikemudian hari | Λάmΐΐπ Yάªª Ŕõßßǻl Ąlάmΐΐπ…| 🙂

    Salam SuksesMulia_!!!
    @npindh
    ง^•^ง

  12. Dahulu sayapun pernah tertipu dengan permainan2 seperti itu kek. Banyak menyia2kan waktu. Padahal tak memberi manfaat sama sekali selain hanya menghabiskan waktu tanpa menambah ilmu.

    Makasih kek…menjadi renungan kembali.

    1. Waktu yg sudah terbuang dulu harus segera diganti dengan banyak kebaikan 🙂

      1. Aminnnn Ya Allah…semoga banyak kebaikan dalam hidup yg bisa dilakukan di sisa umur ini dan bisa menginspirasi orang lain juga utk lebih baik….

  13. eva varza says:

    Bener..bnget yang paling menyakitkan ketika di tipu oleh kluarga sendiri..tp dh ikhlas smuax menjadikan hati tenang..mantap kek artikelx hari ini..

  14. rini anggraeni says:

    Bermain game itu sekali-kali bukan berkali-kali. Apalagi itu tidak bisa menjadi bekal ke akhirat,” katanya menasihati. ….nasehat yg manyuss kek…pengen kenal sama pendamping hidup kakek dan banyak belajar juga dari beliau,salam bakti untuk nya kek #peluk

    1. Silakan bertamu ke rumah 🙂

  15. kasman says:

    Sangat sangat menyentuh. dan sdh banyak rasanya tertipu, insyaAllah
    akan diperbaiki.
    Amin.
    terima kasih guru

  16. saya sering berlama-lama di sate Klatak University, Kek.. mulai jam 9 malam sampe jam 2 dinihari… hampir setiap hari.. mohon petunjuknya, apakah ini termasuk golongan orang-orang yang tertipu? nasehat dari kakek sangat amat ananda harapkan… terimakasih beribukasih tak berhingga untuk fatwa-fatwa kakek yang mencerahkan hati dan pikiran… salam kerON…

    1. Di sate Klathak Univerrsitu itu banyak ilmu, saya kangen pingin kesana lagi mas. Lanjutkan

    2. Raden eko says:

      mas among kurnia ebo, boleh dong saya turut menuntut ilmu di klathak university nya?..kebetulan juga di ngayogyakarta hadiningrat 🙂

  17. Henry says:

    SubhanAllah…yaa,tertipu orang lain kecil kemungkinan terulang karena sakit dan menjengkelkan,tapi tertipu diri yang penuh nafsu dan ego akan berulang karena dibalut kenikmatan semu …Astaghfirullah’aladzim

  18. mahfudz says:

    saya juga tertipu kek baca tulisan ini, benar-benar tertipu karena action sy masih kurang

    1. Hehehehe, ada-ada aja

  19. Allfarabi Ahmad says:

    Subhanallah, terimakasih Kek udah saling menasehati dan mengingatkan dalam kebaikanmu. 🙂

    KerOn
    Hehehe

  20. Allfarabi Ahmad says:

    Subhanallah, terimakasih Kek udah saling menasehati dan mengingatkan dalam kebaikan. 🙂

    KerOn
    Hehehe

  21. nanang says:

    saya jadi membayangkan diri saya sendiri berhidung panjang. berkumis hitler.dan berkuping gajah..karena saya juga sehat dan waktu luang jadi penipu…hi

  22. Muhammad Mubin says:

    Subhanallah KerON kek 🙂
    baru nyadar kalo selama ini banyak kena tipu 🙁
    makasih banyak kek atas nasehat dan tulisannya yang sangat bermanfaat.

  23. Gani says:

    Tulisan yang Sangat sangat bagus….inspiratif sekali.
    Salam sukses mas jamil

  24. musyaffa says:

    saya sangat suka tulisan anda pak jamil….

Leave a Reply

Your email address will not be published.