“Pengalamanmu Inspirasiku”

Lebaran segera menjelang dan Ramadhan akan pergi. Saya mendoakan semoga ibadah puasa Ramadhan Anda diterima oleh Allah dan kita tidak termasuk orang-orang yang puasanya hanya mendapat lapar dan dahaga saja. Semoga pula Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan.

Izinkanlah saya menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1432H, mohon maaf lahir dan batin. Saya juga mohon maaf selama libur Lebaran, mulai hari ini sampai dengan 4 September, saya “libur menulis”. InsyaAllah saya akan kembali Senin, 5 September 2011.

Namun supaya tetap ada sesuatu yang menarik disini saya akan mengadakan “lomba”. Caranya sederhana,  silakan curahkan pengalaman menarik Anda selama libur Hari Raya atau mudik. Tuliskan pengalaman Anda melalui form komentar di bawah ini. Lima pengalaman terbaik akan mendapatkan hadiah buku saya yang saya tanda tangani.

Karena, “Pengalamanmu Inspirasiku”, maka setiap orang boleh mengirimkan lebih dari satu pengalaman.

Pemenang akan diumumkan melalui website ini Rabu, 7 September 2011. Masing-masing pemenang akan dihubungi via email…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

72 thoughts on ““Pengalamanmu Inspirasiku””

  1. Jamil says:

    Saat macet di Merak selama 15 jam anakku Izul berkata “Pak kita khan musafir, boleh gak puasa khan.” Sambil tersenyum saya jawab “itu nak terdengar azan ayo kita buka” Izul tertawa sambil berkata “itu khan azan dhuhur pak” hehehe

    Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

  2. Abu Bakar says:

    Pengalaman mudik terakhir ketika berumur 10 tahun dan sekarang saya berumur 19 tahun… Dan mudik pada waktu itu sekalian Nyekar ke Kuburan Kakek yang meninggal H-16 Lebaran pada waktu itu…. Ada rasa sedih karena di tinggal oleh kakek yang selama hidupku hanya bisa melihat beliau 1 kali dan berpulang ke Rumah Allah tepat bulan Ramadhan….. Tetapi ada rasa gembira karena bisa berkumpul dengan saudara2 bapak dan Mama di Kampung…. Itulah terakhir kali saya Pulang Kampung.

    Salam Sukses Mulia

  3. Putaran Roda Kehidupan

    Bagi Anda yg belum pernah mengalami, mungkin sulit menghayati cerita ini.

    Biasanya kami bepergian naik mobil pribadi atau minimal carteran, termasuk saat mudik.

    Tahun ini, karena 1 dan lain hal, kami mudik naik travel, duduk di samping pak sopir.

    Awalnya kami kira enak duduk di samping sopir, spt halnya naik mobil pribadi.

    Namun lain halnya dgn travel mobil ELF yg kami naiki. Ternyata panasnya minta ampun karena mesinnya ada di bawah tmpat duduk kami.

    Padahal kami sambil memangku 2 anak kami yg masih balita. Mulailah kami (saya,istri,dan 2 balita) resah dan gerah, apalagi 1 balita kami mulai muntah-muntah.

    Di saat matahari semakin bergeser ke Barat, semakin kompekslah “penderitaan” kami, karena kendaraan kami mengarah ke barat, sehingga sinar matahari langsung mengenai tubuh kami.

    “Astaghfirullah, maafkan Ayah ya Ummi, maafkan ayah ya anak2ku tersayang. Ayah berjanji hal ini tidak akan trulang lagi,” begitu janji saya pd mereka.

    Sebelumnya, kami belum pernah merasakan “penderitaan” spt itu. Sekarang baru kami tahu bahwa tidak semua orang yg mudik itu berbahagia,ada duka yang kadang mnyertainya; “tersiksa” di kendaraan umum, pulang dengan membawa sedikit uang, pulang dengan membawa cerita kegagalan, dll.

    Roda kehidupan kadang di atas kadang di bawah. Bersyukurlah jika posisi kita lagi di atas dan jangan lupa berbagi. Bersabarlah dan ambillah hikmahnya bagi kita yang posisinya lagi di bawah, yakinlah ini hanya sementara.

    Mari berjuang kembali untuk kehidupan yang jauh lebih baik; untuk Hari Raya yang jauh lebih berbahagia. (www.tips-indonesia.com)

  4. Astri says:

    Menjelang mudik, saya dan suami berburu berita tentang kondisi Merak. Hanya bisa menahan napas melihat antrian mobil, bus, truk, dan pejalan kaki. Menurut berita, puncak arus mudik tanggal 27 Agustus 2011. Panik pasti karena saya baru bisa mudik tanggal segitu. Akhirnya saya mengaktifkan LoA bahwa ketika saya mudik, Merak tidak padat dan macet. Saya perkuat LoA dengan doa ketika qiyamul lail. Usai subuh saya dan suami berangkat menuju terminal Bekasi. Alhamdulillah dapat bus yang bagus dan nyaman. Jalanan lancar. Sampai di Merak langsung naik kapal yang mirip kapal pesiar. Di Bakau tanpa antri naik bus yang super duper enak. Berangkat dari Bekasi jam 6, sampai Bandar Lampung jam 4 sore tanpa kendala apapun. Saya yakin tanpa LoA dan doa, semua kemudahan ini tidak akan saya peroleh

  5. Lyez (Lilis) says:

    bila lebaran jadi besok, berarti hari ini sama dengan 1 hari sebelum lebaran pada tahun kemarin. tidak seperti biasanya pada liburan lebaran tahun kemarin ayah mengajak-Ku ke tempat perbelanjaan padahal aku hanya nyeletuk saja menyampaikan hasratku ingin pergi kesana (udah lama g beli baju lebaran sama ortu, lebay y aku padahal udah kuliah lho…masa pengen baju lebaran baru si)…dengan mobil pick up yang dimilki, aku-ayah dan adikku meluncur pergi kesana…dan barang yang diinginkan pun akhirnya kami dapatkan. namun hari ini, hal itu takkan terjadi bukan karena g mau baju lebaran dan ayah tidak membelikannya, tapi karena ayah sudah tak ada sekarang, Allah sudah menginginkan Ayah untuk berada disampingnya…You’ll be always in my heart, Dad. Hari ini membuatku teringat akan hari itu T_T

  6. BANAR says:

    Pengalaman saya waktu lebaran,kurang lebih 3 tahun yang lalu adalah berlebaran di kantor alias tetap ngantor di hari yang fitri.Karena perusahaan saya di bergerak di bidang otomotif lebaran tetap buka.Awalnya sebagai pegawai baru di sana,saya senang-senang saja apalagi dapat lemburan yang lumayan plus gift dari kantor.tapi makin siang saya makin sedih karena ternyata berkumpul dengan keluarga lebih penting dari uang (waktu itu masih OJT jadi otaknya cuma duit mulu..hehe).Apalagi jarak kantor dengan rumah hanya dua kilometer.Sekarang,saya lebih memilih berkumpul dengan keluarga daripada piket lebaran,meski dibayar mahal.saya memilih kebersamaan dan kehangatan keluarga.

  7. Teguh says:

    Idul Fitri tahun ini adalah idul fitri bersama ibuku setelah 13 tahun gak berlebaran bersama ibu. bahagia dan terharu rasanya akhirnya bisa berlebaran bersama ibu, dan semua keluarga besarku.
    Ya! 13 tahun sudah ibu bekerja sebagai TKW d Taiwan utk menghidupi aku dan saudaraku agara terus tetap sekolah. Dan alhamdulillah kini kami sdh hidup lebih mapan,semua berkat pertolongan Alloh dan ikhtiar ibu yg begitu gigih.
    Semoga Alloh membalas segala pengorbananmu dengan surga yaa ibuku.. T.T

  8. Reni Daniaty says:

    Kemarin,hr yg bgtu istimewa.Shbtku d wktu kuliah yg skrng lg krja d jepang pulang.dy mampir k rmhku u/ brtmu dg ak.Ak g nyangka dy bkal brani dtng.Krn memang d wktu kuliah ak n dy prnh da k0nflik internal yg mpe skrng ak msh susah u/ memaafkn dy.Bhkn ak sdh mmutuskn g m0 pduli dg keadaan dy.Bhkn wktu jepang trkna tsunami pun ak g sudi cri infrmsi tg dy.Pokokny intiny bodo teuing deh ma dy.Pas kmrn j 5 sore dy dtng dg mobil marcedesnya k rmhku,dlm htiku wah sdh sukses ni orng.Tiba d rmh dy mmluk ak,n mngatakn aishiteru na.Trz mnyakn tg anakq dan kluargaku.Ku jwb alhmdulillah smuany shat.Kmdian ak tny blik k dy”mana anakmu?”.Dg muka sdh’ak kegugurn’..Sngguh mnydhkn skali.Slain itu tgl 5 bsk dy hrz kmbli lg k jepang u/ bkerja.Mnydhkn,wktuny hbis u/ cri uang,uang,dan uang tnpa smpet mraskn kbrsamaan dg kluarga u/ wktu yg lbh lama.Sbg seorng muslimah,sy trut sdih.G shrzny dy bkrja smpe sgtuny.Toh suaminy jg sdh bkerja.Dan mnrt sy khdupnny jg sdh lumayan.Memang cita2ny adl u/ jadi orng kaya.Prtnyaanny adl trz kl kaya so what?Bg sy seorng muslimah adl ummu wa robatul bait.Pngtur rmh tngga suami dan pndidik anak.Kl smua ibu sbuk bkerja,trz gmn dg nasib gnrasi mndatang?Kata pak jamil,kaya sj tdk cukup tp jg d brengi dg mmberikn manfaat kpd yg laen.Itulah sukses yg ssungguhnya.U/ shbtku,smg hti ini bs mnrimamu 100% lg.Puasknlah hasratmu u/ jd kaya.Salam sukses mulia

  9. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Sebelumnya saya mohon maaf yg seikhlas-ikhlasnya bila dalam ngasih komentar nyinggung Ustadz JA. Selamat hari Raya Idul Fitri, semoga diterima semua amal ibadah kita. Amiiin.

  10. witha says:

    Salam sukses mulia , lebaran tahun ini aku lewati di pinggiran pantai senggigi hanya bersama suamiku.tidak ada orang tua,sanak saudara,teman, bahkan anak semata wayangku.
    Yaa kami adalah perantau dr jakarta.kami tinggalkan tanah jawa tercinta,kami tinggalkan pekerjaan kami hanya dengan satu niat.bahwa kami ingin lebih berguna untuk masyarakat indonesia.doakan kami apa yg menjadi cita2 kami di bulan juni 2012 utk umroh dan mengajukan proposal hidup kpd اَللّهُ bisa tercapai.sehingga di lebaran tahun depan aku bisa membuat anak2 yatim dan fakir miskin serta anak semata wayangku tersenyum ceria.sekian dan terima kasih.

  11. Lebaran kali ini saya beserta ayah dan ibu serta adik2 tidak pulang ke kampung kami di medan karena waktu libur yg sedikit serta ongkos yang mahal, aku terkadang iri melihat teman2 yg bisa mudik atau punya kampung yg dekat di daerah jawa atau lampung seperti pak jamil, namun ternyata allah memberi hikmah kepadaku, oleh karena tidak mudik atau pulang kampung, target ramadhan kuk bisa kulaksanakan dengan maksimal bahkan aku dan keluarga bisa itikaf di 10 malam ramadhan, yang tidak mungkin dilakukan apabila aku pulang kampung, subhanallah Allah memang Maha Adil

  12. Iwan Budiman says:

    Saya ga punya pengalaman mudik Kek.Karena saya sejak berangkat dari kampung sampai sekarangtidak pernah mudik,sudah 12 tahun hehe 😉

  13. slamet riyadi says:

    sebelumnya , met idul fitri untuk kita semua.Pengalaman mudik di idul fitri yang memberi inspirasi saya yaitu ketika setahun lalu kami mudik ke jogja menemui adik dan saudara di sana. kami berangkat sekkeluarga , yaitu istri dan 3 anak saya . Kulihat adikku yang juga berprofesi sbg pedagang jagal kambing ternyata juga memiliki jiwa suka menolong tetanggany yang kesusahan maka dari sebagian rezekinya ia sedekahkan bagi kaum dhuafa.saya bersyukur memiliki adik sebaik ia dan saya berharap bisa mengikuti jejaknya dalam hal kedermawanan.aminn

  14. setiawan_cahPordjo says:

    Assalamu’alaikum Pak Jamil; Pengalaman pertamaku mudik ke kampung dari ibukota Jakarta saat diriku kuliah di kota Tangerang. Perjuangan untuk mendapatkan tiket ka. ke Kutoarjo sudah kulakukan dengan mengantri panjaaang di depan loket pemesanan tiket ka. kelas ekonomi stasiun Senen pada H-3 lebaran. Setelah mendapatkan tiket tanpa tempat duduk, untuk esok hari ku mampir ke tanteku di Bintaro. Dari sana ku dititipin amplop oleh tanteku untuk dibagi-bagikan ke janda-janda yang sudah sepuh, karena tanteku tahun itu tidak pulang kampung. Setelah berbuka puasa pada H-2 perjalananku dengan ka. dari Tanah Abang dengan penumpang ka penuh sesak ku duduk di lorong diantara tempat duduk tanpa bisa leluasa bergerak. Alhamdulillah esok pagi tiba di sta. Kutoarjo langsung sholat subuh. Setiba di rumah sungkem kepada Ibunda tercinta dan berjumpa satu-satunya adik tercintaku. 1 jam berselang 2 keponakanku datang dari Meruya, ” Wan kamu sudah sampai rumah, naek kereta jam berapa?”, “Jam 9” jawabku. Ternyata kami mudik 1 ka. yang sama namun beda gerbong, mereka naek dari Jatinegara sampai Kta berdiri di dekat pintu karena tak bisa masuk ke dalam ka. 🙂 Wassalamu’alaikum

  15. Winanto says:

    Saya ingat sewaktu mudik di tahun 2004. saat itu 29 Ramadhan, berangkat dari Solo menuju Madiun naik sepeda motor. Di Sragen, sempat menolong seorang pengendara motor yang jatuh. Lalu Saya lanjutkan perjalanan. Saat maghrib di Ngawi, qadarullah, giliran Saya yang merasakan sendiri kecelakaan, karena menabrak pengendara sepeda pancal yang asal menyeberang. Alhamdulillah, saat itu ada seorang Ustadz yang menolong. Saya dibawa ke rumahnya yang juga kompleks masjid. Mungkin, Allah ingin agar Saya meneruskan itikaf di masjid sampai dengan malam terakhir Ramadhan. Kepada yang dirumah, Saya kabari kalau baru di Ngawi, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena lampu motor rusak, agar keluarga khususnya anak istri tidak panik.
    Saat itu, benar-benar itikaf yang paling berkesan sepanjang hidup, karena salah satunya Saya bisa merasakan ketidak berdayaan kita dihadapan Allah dan tentu Saya merasa menjadi lelaki sejati yang rela merasakan itikaf dengan rasa sakit, sambil bisa menenteramkan keluarga di Madiun sana.
    Salam sukses dunia akhirat…
    Winanto, Solo. (seorang bapak dengan 5 anak)

  16. assalamulaikum, sebelumnya saya pribadi dan keluarga mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1432 H semoga amal ibadah kita diterima menjadi amal yang baik, mohon maaf lahir dan batin.
    Pengalamanmu Inspirasiku
    ini pengalamanku pada lebaran th 2009 yg lalu. malam itu lebaran saya begadang dengan teman-teman untuk merayakan hari kemenangan hingga larut malam dan akibatnya bangun tidurpun juga molor. ketika saya bangun tidur kudapati seluruh keluargaku sudah berangkat ke masjid. kurasakan hari kemenangan ini terasa kurang syahdu dan ada rasa bersalah didalam dada ini.
    beberapa saat kemudian keluarga datang dan saling sungkem. akhirnya waktu yang kutunggu-tunggu datang Ayah dan Ibuku akhirnya duduk di kursi tamu. tanpa ba bi bu kupeluk erat Ibuku dengan sembah sujud dikakinya seraya meminta maaf bahwa anaknya yang ada dihadapanya ini telah begitu mudahnya melalaikan arti kebersamaan bersama keluarga. padahal moment inilah yang selalu diharapkan oleh kedua orang tuaku. anak-anak bisa berkumpul dan sehat tidak kurang suatu apapun. itulah puncak kebahagian dari Hari Iedul Fitri bagi keluarga kami.Tak terasa air mata ini telah menetes dan rasa haru bercampur aduk menjadi tak menentu.Ayah Ibu Anakmu mohon maaf atas segala khilaf dan dosa semoga kebersamaan ini bisa merubah pribadi ini menjadi manusia baru yang fitrah terlahir seperti bayi yang masih suci dan tulus, setulus kasih sayangmu pada anakmu ini. semoga Surga balasan teruntukmu Kedua Orangtuaku.

  17. almahira says:

    yang paling menyenangkan bulan ramadhan adalah ketika saya mengetahui bahwa neneknya sahabat saya ternyata bersahabat dengan nenek saya. what a coincidence! rasanya lucu.

    awalnya sahabat saya cerita tentang TK rintisan neneknya di daerah Cijulang, Ciamis. karena ibu saya seorang guru TK, niatnya saya cerita untuk meminta pendapat soal dunia per-TK an untuk jadi bahan obrolan bersama sahabat. eh, pas saya cerita, ibu saya malah nebak-nebak nama nenek sahabat saya. kalau benar, katanya itu sobat nenek. eh, benar saja ternyata… (dan obrolan soal per-TK-annya pun malah ga dibahas)

    lalu kita pun membayangkan mungkin anak-anak kami nantinya juga akan bersahabat. pasti seru! fakta kalau nenek kami bersahabat menjadi motivasi tersendiri bagi kami agar lebih bersemangat untuk berkarya. apalagi nenek kami itu ternyata orang yang tangguh. masa kalah sama nenek sendiri. 🙂

  18. dosko says:

    Mudik tahun 2009. Naik motor Jakarta-Jogja. Dibonceng temen: anak jakarta, kristen, etnis Tionghoa yang ingin coba bgaimana rasanya mudik.
    Meskipun murah, tapi macet di sepanjang jalan Pantura, liat puluhan kecelakaan, tidur sambil nyetir motor, bokong perih luar biasa dan waktu tempuh yang 21 jam adalah alasan yang sempurna untuk tidak mengulangi mudik dengan motor 😀

  19. B. Arbina says:

    Tahun ini giliran menemani ibu dan bapak mertua di satu kota yg sama, jadi kami tidak mudik.
    Disamping itu orang tua sendiri juga sudah almarhum keduanya.
    Seingatku dulu masih kecil sering diberi “angpau” jika idul fitri tiba, oleh kerabat orangtua.
    Alhamdulillah sekarang kami mampu memberi untuk mereka.

  20. Iwan Nugraha says:

    Tak seperti biasanya,ada pengalaman menarik bagi umat islam di Indonesia menjelang lebaran kali ini.Jalanan pada lengang. Pasar-pasar sudah menyepi.Padahal sekarang H-1 lebaran.Ini ternyata karena sebagian besar masyarakat sudah bersiap jauh-jauh hari untuk berlebaran selasa ini,30 agustus.Namun ternyata sidang itsbat kemenag RI semalam memutuskan Idul Fitri jatuh pada hari rabu.Makanya banyak yang berkomentar di status fb “Aduh gimana ini ketupat sama opor”,walaupun ada sebagian yang girang karena bisa santap sahur dan berbuka terakhir dengan hidangan spesial. Ada seseorang yang menggerutu karena harus membatalkan takbiran.Akan tetapi yang paling merasa dirugikan adalah setan.Demi mendengar pengumuman menteri agama dia mengatakan “Ya ampun. ..diiket lagi dong sehari besok”.

  21. erickazof says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Sebelumnya mengucapkan minal ‘aidin wal faizin, semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali kepada ketaqwaan/kesucian dan orang-orang yang menang dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah. Amin…

    Pengalaman Mudik di Lampung (Kampungku)

    Aku ingin menceritakan pengalaman beberapa tahun yang lalu di Lampung. Mungkin sekitar 3 tahun yg lalu. Aku masih diberikan kesempatan untuk dapat berkumpul di rumah Alm.nenekku di Lampung beserta saudara2ku lainnya.

    Singkat cerita, setelah sholat Ied, kita berkunjung silaturahmi ke tetangga2 dkt rmh Alm.nenek ku. Sebagian besar masih sanak saudara dari nenekku yang tinggal dikampung. Hidup mereka begitu sederhana, Kesederhanaannya begitu terasa sehingga Aku sendiripun begitu malu jika datang sungkem menggunakan baju lebaranku yang baru.

    Namun ada kejadian yang memalukan. Bedanya saat ini kami berkunjung bersama sepupu2ku yang masih moeda..hehehe! Bisa dibilang sepupuku berasal dari lingkungan yang berada, sehingga saat berkunjung ke kampung2, terlihat dia mulai risih.

    Nah, pengalaman memalukan sekaligus tidak terlupakan saat kita berkunjung ke salah satu tetangga. Seperti biasa, kita disajikan kue lebaran dan minuman. Setelah disajikan, kamipun memakannya bersama-sama hingga ada suara celetukan “INI APA SIH ? AIR MENTAH YA ?”

    Setelah celetukan itu muncul dari sepupuku, Aku serta saudara2 yg lain diam seribu bahasa…. =.=”

    Wassalam.
    Salam sukses mulia selalu Om Jamil 😉

  22. Muhammad luthfi says:

    Bulan ramadhan ini bener-bener ramadhan yang terberat sekaligus terindah bagi saya..
    “mengapa?” karena ramadhan ini adalah pertama kalinya saya berkerja.
    saya berkerja di salah satu Mall daerah jakarta selatan. setiap hari saya masuk pagi pulang malem, begitu seterusnya..

    setiap malem saya hanya sholat taraweh di rumah sendirian, berbuka di luar sendirian, moment-moment saat bersama keluarga tidak bisa saya rasakan..

    ketika saya pulang, saya hanya melihat piring kotor yang tertata rapi di dapur dengan beberapa bekas bekas makanan yang duduk manis di atas piring piring itu, tak ada orang sama sekalii karena mereka semua sedang sholat teraweh di masjid 🙁

    dalam hati bergumam,”mendingan saya berhenti berkerja saja, dan menikmati bulan puasa ini dengan kehangatan di tengah-tengah keluarga!!”. tapi ketika saya berangkat, saya mencium tangan kedua orang tua saya dan memandangi wajahnya, terlihat sebuah kebanggaan, kebahagiaan dala kerut tuanya itu..

    mereka bangga melihat anak kecilnya sudah menjadi seorang yang dewasa, bisa mencari uang sendiri. terlihat jelas bahasa-bahasa itu dalam senyumannya..
    Saya tidak tega menghapus rasa bangga itu, rasa bangga yang terpendam sejak saya masih kecil..
    Raut wajah itu yang membuat saya semangat, percaya diri, dan menahan rasa kesepian saya.. saat rasa kesepian saya datang, raut wajah itu yang selalu menemani saya dan menghibur saya 🙂

    ketika uang gaji saya turun, saya membelikan sesuatu untuk orang tua saya, sepasang baju yang tak terlalu mahal harganya..
    saya selipkan didalam baju barunya itu 2 amplop sebesar Rp 1.000.000 masing2 Rp 500.000 untuk kedua orang tua saya..

    ketika saya berikan baju baru itu pada orang tua saya, orang tua saya memeluk saya sambil berkata, “seharusnya kamu tidak usah memberikan ini semua pada mama dan papa nak, melihatmu seperti ini saja kami sudah bangga padamu nak, kami sangat bangga padamu” diciumlah keningku oleh mereka, pada saat itu juga air mata saya terjatuh tidak dapat menahan haru dan kebahagiaan yang baru pertama kali saya rasakan.. I always loving you, my parents 🙂

  23. Alfa Shafissalam says:

    Bismillahirromanirrohim
    Pada lebaran kali ini saya tidak mudik. Alasannya karena saya harus menjaga rumah dan menjaga hak hidup hewan ternak yang keluarga kami pelihara. Namun bukan soal itu yang menjadi pengalaman yang akan saya ceritakan.
    Saya seorang mahasiswa semester 9 yang kebetulan juga sedang mengambil cuti kuliah lantaran persoalan akademis. Sharing sedikit terkait masalah ini, sampai beberapa waktu yang lalu pun saya bisa dikatakan meragukan diri saya sendiri. Bagaimana tidak, seorang mahasiswa yang juga pengangguran. Cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha masih terus saya jaga, namun setelah saya muhasabah di akhir Ramadhan beberapa waktu lalu, tiada keselarasan antara cita dan apa yang selama ini saya lakukan. Saya lebih sering untuk mudah menyerah, mudah menggantungkan pada Orang Tua, dan hal-hal yang saya sadari pula sebagai barrier kemajuan saya sendiri.
    Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar…
    Masa-masa saya sendirian di rumah bagi saya adalah masa-masa kebangkitan motivasi saya kembali (semoga…). Dan semoga akan terus begini. Ketika sendiri di rumah inilah, saya mantengin terus layar PC. Berawal dari coba-coba main twitter, saya memfollow orang-orang sukses seperti pak Jamil Azzaini, Pak Ippho Santosa, Pak Hendy Setiono, Pak Saptuari dan yang lainnya. Dari sanalah saya mendapatkan petuah-petuah singkat dan berlanjut pada beberapa website mereka. Saya coba renungi dan cerminkan pada diri saya..
    Sudah bukan saatnya lagi menunggu dan terus menunggu keajaiban itu datang. Keajaiban datang dari kompilasi tiap pekerjaan yang saya lakukan nantinya. Semoga komitmen ini dapat terus dijalankan.. Mohon dukungan dan doanya nggih pak.. Terimakasih.. 🙂

  24. Lina Prasetya says:

    Salam kenal, saya Lina Prasetya (26th) dari Banjarnegara. Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih banyak buat Pak Jamil, untuk tulisan-tulisannya yang selalu memberikan energi positif dan semangat buat saya. Setiap hari saya selalu membuka web ini, bukan karena kewajiban tapi karena saya merasa butuh/haus tulisan Bpk. Dan karenanya saya jadikan tulisan Bpk sebagai menu favorit sarapan pagi saya.

    Dan berikut adalah pengalaman saya, semoga bisa menjadi inspirasi buat semuanya.

    Sejak saya bisa bekerja, meski penghasilan saya tidak terlalu banyak tetapi saya selalu ingin membahagiakan anak-anak kecil dikampung saya saat hari lebaran. Caranya dengan memberi mereka hadiah. Biasanya saya beri mereka bermacam-macam jajanan kesukaan anak-anak, lalu saya bungkus dengan plastik yang biasa dipakai untuk bingkisan ulang tahun, didalamnya juga saya sertakan uang kertas yang masih baru. Merekapun sangat senang dan tidak henti-hentinya tersenyum ceria. Dan melihat mereka senang itu sangat membahagiakan buat saya, lebih bahagia daripada hanya sekedar bisa membeli baju baru buat lebaran.

    Untuk hari ini, di lebaran tahun ini, saya juga menyiapkan hadiah buat mereka. Saya belikan mereka banyak balon. Sebelum ditiup, didalam balon itu saya masukan uang kertas yang sebelumnya saya lipat menjadi burung-burungan, kemudian saya kasih stick balon. Balon-balon itu saya buat menjadi 2 pohon balon di rumah saya. Meriah sekali. Anak-anak pun sangat senang melihatnya, dan mereka langsung memilih balon yang mereka suka. Setelah itu ada yang bilang ke mamahnya ” ih ada bulungnya mah di dalem” hahaha…lucunya, seneng banget bisa membuat mereka bahagia.

    Pernah sekali pada tahun kemarin, saya tidak menyiapkan hadiah apapun buat mereka. Dan saat hari lebaran, banyak anak-anak kecil berbondong-bondong ke rumah saya, sepertinya berharap ada sesuatu yang saya kasih. Tapi setelah tau saya tidak menyiapkan apa-apa mereka nampak kecewa. Seketika itu juga saya sangat menyesal tidak bisa membahagiakan mereka. Dan sebagai gantinya saya beri mereka uang. Sedikit bisa mengurangi kekecewaan mereka walaupun tidak sebahagia biasanya. Karena saya tau, uang bukan hadiah yang tepat untuk seumuran mereka. Saat itu juga saya berjanji untuk selalu berusaha membahagiakan mereka di hari lebaran.

    Berbagi kebahagiaan di hari kemenangan buat saya adalah salah satu cara mensyukuri nikmat-Nya. Walaupun dengan cara yang sederhana yang penting ikhlas.

    Salam sukses mulia.

  25. Lina Prasetya says:

    Wah ternyata hadiah balon-balon itu ada hikmahnya Pak, bukan hanya membuat anak kecil senang tapi juga bisa menyambung tali silaturahmi. Saya baru tahu cerita ini dari papaku pagi ini, karena kemarin saat kejadian saya sedang keluar rumah.
    Ceritanya begini, ada tetangga saya yang orangnya sangat sombong, sukanya memamerkan apapun yang dia punya. Saat lebaran pun dia hanya menunggu tamu-tamu mereka di rumah, tidak mau beranjangsana ke rumah yang lain satu per satu. Tetapi kemarin mereka mendatangi rumah saya, karena cucunya menangis liat anak-anak yang lain bawa balon, dia ga punya. Coba kalau ngga ada balon, tidak mungkin mereka akan keluar rumah hingga akhirnya menyinggahi rumah saya.
    Aku jadi tersenyum bahagia mendengar cerita papaku 😀

    Salam sukses mulia.

  26. HFR says:

    Senin pagi,29 agustus 2011 kami sekeluarga(istri dan tiga anakku) dengan penuh kebahagiaan berangkat meninggalkan kota Pamekasan menuju ke rumah nenek di Surabaya unt merayakan lebaran di sana.perjalanan selama 4 jam tsb lancar karena berlawanan dengan arus mudik.tiba di surabaya cuaca sangat terik sekali.tiba2 anak ke tiga kami,Hanif menagis dan disertai demam/panas yang tinggi,segala upaya kami lakukan agar tangisannya berhenti,namun semakin menjadi dan puncaknya Hanif mengalami step/kejang,hal yang baru pertama kami hadapi.kesigapan orang tua dan nenek dengan pengalamannya sangat membantu pertolongan pertama yaitu dengan segera mengompres/mengguyur tubuh Hanif dengan air.setelah itu segera Hanif kami bawa ke RS Islam Surabaya.sampai disana langsung ditangani dokter di UGD.Alhamdulillah kondisi Hanif berangsur normal dan langsung dipindah ke kamar perawatan.senin malam kami sayup2 mendengar kumandang takbir,pikiran kami lebaran kali ini akan dilakukan di rumah sakit.seraya berdoa unt kesembuhan hanif, kami menunggu dokter spesialis anak yang tak kunjung visite.baru selasa pagi jam 10 dokter datang dan menyatakan kondisi Hanif sudah boleh pulang sekalian merayakan lebaran dirumah. Pada saat membayar tagihan rumah sakit yang lumayan besar,staf bagian keuangan berkata “sudahlah pak,anggap saja ini sebagai sedekah semoga bapak mendapatkan ganti yang lebih besar” sambil mengamini doa tersebut hatiku tersentak dan tersadar, selama ini setiap penghasilan yang kami dapatkan 2,5%nya pasti kami keluarkan untuk yang berhak.kami jadi instrospeksi mgkinkah amalan kami kurang atau keihlasan kami yang belum 100% dalam menjalankan perintahNYA? Kedepan kami bertekat untuk lebih meningkatkan amalan dan keihlasan berbagi untuk yang berhak sesuai petunjuk agama agar predikat sukses mulia dunia akhirat dapat tergapai. Akhirnya sore itu kami pulang dan malamnya bisa bertakbir karena pemerintah memutuskan lebaran pada hari rabu tanggal 31 agustus 2011.

  27. Akhmad Sadaruddin says:

    Idhul fitri tahun ini harusnya saya dan keluarga merayakannya bersama mertua di Bogor atau Tegal, karena tahun lalu sudah merayakannya di rumah orang tua di Palangkaraya. Tetapi karena kondisi kesehatan ayah yang agak memburuk maka di Akhir Juli saya memutuskan untuk pulang sendiri ke Palangkaraya -tidak dengan keluarga- pada hari ke-2 Idhul Fitri.
    Tetapi pada awal Ramadhan saya mendapat kabar kesehatan ayah saya makin memburuk dan sempat dirawat di rumah sakit selama 2 hari. Dengan berbagai pertimbangan, termasuk penyelesaian pekerjaan di kantor, saya memutuskan untuk mengubah rencana pulang ke Palangkaraya menjadi tanggal 24 Agustus 2011 malam dengan mengambil cuti 2 hari, karena di tempat kerja sudah mulai libur sejak tgl 27 Agustus 2011.
    Pada tanggal yang sudah ditentukan saya berangkat ke Palangkaraya dan berkumpul dengan orang tua dan saudara2 saya. Tanggal 27 Agustus 2011, bertepatan dengan milad saya yg ke 40, kami sekeluarga lengkap berkumpul dengan kedatangan kakak yang juga di luar kota. Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Keesokan harinya, kondisi kesehatan ayah makin menurun, susah makan dan minum. Minggu sore adik saya yang seorang perawat memutuskan untuk memasang infus yang sudah direkomendasikan dokter sewaktu beliau dirawat. Saat itu ayah didudukkan di kursi di ruang keluarga sambil menemani kami sekeluarga berbuka puasa. Setelah berbuka dan sholat magrib, kami pindahkan kembali ayah ke kasur, karena beliau sudah tertidur. Baru saja kami letakkan beliau di kasur – sambil membetulkan posisi tubuh beliau – tiba-tiba nafas beliau seperti orang ngorok dan ngos-ngosan. Saat itulah kami sudah merasakan tibanya ajal beliau, sehingga kami sekeluarga berkumpul di samping beliau. Subhanallah, dikelilingi istri dan anak2, dengan tenang beliau menghembuskan nafas yang terakhir.
    Di antara duka yang menyelimuti, kami sekeluarga merasakan sebuah “kebahagiaan” karena seperti sudah diatur, beliau menghembuskan nafas terakhir setelah semua anak2 beliau berkumpul. Bagi saya, syukur yang tak terhingga karena keputusan saya untuk mempercepat pulang ke palangkaraya sedikit memberikan kebahagiaan bagi almarhum karena sesuai “keinginan” beliau bisa menghembuskan nafas terakhir dikelilingi istri-anak-cucu beliau.
    Selamat jalan ayahanda, mudah2an dengan ketabahan mu menjalani sakit selama 5 tahun, Allah sudah sediakan surga-Nya sebagai tempat istirahat abadi bagimu.
    Untuk Ibu, terima kasih tak terhingga atas keikhlasan dan kesabaran merawat almarhum ayah selama 5 thn terakhir. Kami anak2 mu yakin, surga adalah hadiah terindah yang disediakan-Nya atas keikhlasan itu, surga di mana ayahanda menunggu untuk berkumpul kembali menjalani kebahagiaan abadi.

  28. Ficka elfira says:

    Tahun ini adalah pertama kalinya saya mudik. Tahun2 sebelumnya,saya masih kuliah di solo. Jadi perjalanan mudik solo-purworejo tidak terasa seperti pulang kampung,biasa saja.sedangkan skrg,alhamdulillah saya dterima bekerja d jakarta. Deg2an juga pada awalnya mau mudik krn yg terbayang dlm kepala saya suasana stasiun yg penuh sesak ditambah lagi perjalanan dari kantor menuju stasiun yg pasti macet. Tapi alhamdulillah,perjalanan mudik saya lancar.

  29. Anggit Setyaningsih says:

    Tiap lebaran,sy ga prnah ada acara mudik,tp ada acra halal bihalal klrga besar,dimana tempat habil-nya sllu brgantian,.boyolali,semarang,banjarnegara,dll.
    Sy ingin cerita pnglmn lebaran sy thn ini.
    Lebaran kali ini sgt brbeda,penuh rasa haru..
    Sy org yg biasanya cuek,ga peduli,egois..tp skrg sy sdh bnr2 berubah.
    Kmrn sy bikin ‘surat cinta’ buat bapak ibu, yg sy bacakan saat acra sungkeman sehabis sholat ied. Sy ga kuat saat baca surat itu,seakan2 suara ga bs kluar,tercekat di tenggorokan dan akhrnya surat itupun ga sampe selesai sy baca krn ga bs brhenti nangis. Kmdn sy cium & peluk bapak,ibu,dan adik,kakak sy. Tak lupa jg ku cium kaki ibuku..
    Baru pertama kali ini sy spt itu. Stlh itu,rasanya subhanallah bgt..ngrasa bahagiaaa 🙂

  30. yasa ramdhan budiman says:

    salah satu pengalaman lebaran tiap tahunku yg selalu begitu dan tidak pernah berhenti adalah:

    selalu “KONFLIK” dengan org2 yg sedang (maaf) merokok pd saat setelah sholat ied dan sedang mendengarkan ceramah, kadang aku suka risih sama org2 “itu”(maaf perokok), kalo org “itu” berada jauh dr tempat ku, aku cukup sabar B)(karena asep ny ga kena mukaku tp kasihan jg sama org d deketnya yg kena asap beracun itu) tp kalo org “itu” berada d dekat saya lantas saya tegur untuk memadamkan benda berasap itu dan tidak jarang sya jg suka agak berceramah ato lebih tepatya ngomel hhehe sampe2 org tuaku suka risih karena mendengarkan 2 penceramah(yg 1=khotib yg 1ny lg=anakny B) hhe) dan selalu mencoba menghentikanku saat aku sedang berceramah(ngomel) itu yg kusebut “KONFLIK” td hhehe, tp setelah selsai itu kami bersalaman dan bermaaf-maafan lg ^^ dan pulang dengan hati yg senang karena makanan lebaran siap d santap ^^….

    begitu ceriita lebaranku dari tahun ke tahun ^^….

  31. M hazairin says:

    “Jagalah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Jauhilah prasangka yg tidak baik. Sayangilah anak yatim”
    Kata2 di atas terasa betul ketika saya terkena cacar saat bulan puasa tahun 2009. Awalnya murid saya yang yatim menderita cacar bersalaman kepada saya mengucapkan terima kasih atas bingkisan yg biasa saya dan istri bagikan di awal puasa kepada anak yatim piatu dan tidak mampu. Di hati sudah ada ketakutan berlebihan tertular cacar. Karna gak enak, saya tetap bersalaman. Beberapa hari kemudian timbul bercak2 cacar dkulit saya. Saya ceritakan hal tersebut kepada istri saya. Sy memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada anak yatim tersebut. Beberapa cobaan datang, istri saya yg sedang hamil 7 bulan jatuh dari motor. Tetangga & teman terdekat rumah tidak ada yg menengok. Saya menangis atas ketidakberdayaan saya karena cacar. Trmksh ya Allah yg telah menyadarkan saya.

  32. Jamil says:

    Saya memandikan anak saya setelah lomba balap lari sama dia, bagiku itu pengalaman yang sangat luar biasa ak akan terlupakan. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

    1. setiawan_cahPordjo says:

      selain memandikannya menyuapinya saat maem, sendiri juga ya pak?… saya juga melakukan itu:) Salam sukses mulia pak Jamil

  33. erickazof says:

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahibarakatuh

    Salam sukses mulia Om Jamil 🙂 sebelumnya saya sudah menceritakan pengalaman mudikku dengan judul “Pengalaman Mudik di Lampung (Kampungku)”

    Nah, sekarang Aku ingin membagikan pengalamanku lagi tepatnya lebaran tahun ini 1432 H.

    LOA in Ramadhan 1432 H

    Ramadhan kali ini sungguh berbeda, Aku merayakannya sendiri ditempatku merantau sekarangyang cukup jauh dari kampungku, yaitu di Bintan. Mayoritas orang mengenalnya lingkunganku ini kental dengan budaya Melayunya, namun menurutku TIDAK.

    LOA (Low of Attraction) sebuah hukum tarik menarik, dimana jika kita memiliki keinginan yang kuat akan sesuatu, InshaAllah apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Ternyata dalam konsep Islam hal ini telah jauh di pelajari bahwa “Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku”.

    Dan ternyata itu terjadi ! dilebaranku tahun ini. Cerita dimulai saat hari H lebaran, kawasan tempat tinggalku sungguhlah sepi. (wajar karena sebagian besar penghuni disini ialah pendatang dari luar pulau). Akupun memutuskan untuk silaturahmi ke tetangga yang masih berada disini meskipun hanya beberapa keluarga.

    Selama perjalanan, Aku merasa sedih karena tidak bisa pulang (mudik) ke kampungku serta bertemu dengan sanak keluarga. Akupun tahu bahwa mereka saat ini sedang sibuk bersilaturahmi sehingga Akupun mungkin menjadi prioritas akhir bagi mereka. Namun, Aku selalu diajarkan oleh orang tua ku untuk selalu optimis dan berprasangka BAIK!

    Tidak lama kemudian, akhirnya Aku memutuskan untuk keluar serta berkunjung ke desa-desa sekitar kawasan tempat kerjaku. Cukup jauh jaraknya bisa mencapai 40 km untuk sekali perjalanan. Saat berkunjung, Aku memaklumi bahwa di pulau yang mayoritas melayu ini pasti kue serta makanannya mempunyai ciri khas Melayu. Alhamdulillah, safari kuliner menghiburku di lebaran kali ini 🙂

    Prasangka baik itu pun terjawab, hukum tarik menarik itu pun terjadi. Selama perjalanan Aku ngidam sekali untuk makan PEMPEK, makanan khas kampungku. (Wong Palembang). Seketika sebuah SMS pun masuk ke Handphone saya. Bunyinya “Mas Erick kapan kerumah ? Mumpung masih ada Pempeknya…”

    YES ! LOA ku terwujud, Allah menjawab keinginanku dengan cara yang tidak terduga-duga 🙂

    Alhamdulillah, lebaran kali ini pun menjadi pengalaman yang luar biasa bagiku. Bukan hanya karena di temani “PEMPEK” namun hikmah yang kudapatkan yaitu Berprasangkalah Baik, Karena Allah sewaktu-waktu akan memberikan pada waktu dan tempat yang tidak kita duga.

    Salam Sukses Mulia Selalu Om Jamil.
    Wassallamualaikum Wr. Wb.

  34. hasan ridwan says:

    Sidang itsbat

    Semua bersorak
    Ada yg kecewa
    Ada yg bersukacita

    Yg kecewa bkn krn ramadhan
    Tp ketupat, opor, rendang menjadi basi
    Allahhu Akbar,tdk senang dgn ramadhan?

    Yg bersukacita,krn ramadhan
    Akan pergi berganti lebaran
    Baju baru,uang thr,jalan-jalan,makan-makan,mainan baru!
    Subhanallah,sungguhkah bahagia?

    Ya Rabb,
    Hanya Engkau
    Kepada-Mu hamba memohon
    Kecewa atau bersukacita?

    Allahhu Akbar,
    Hanya ini yg kumampu
    Ampuni hamba dgn kekurangan hamba
    Tuntunlah hamba sampai ramadhan nanti.Amien yra

  35. Guntur says:

    Pulang dari silaturahmi ke rumah keluarga besar dan kerabat, membuat saya lelah dan mengantuk, apalagi saya dan keluarga baru tiba dirumah pada malam hari.

    Masih buaanyak pekerjaan rumah yang menumpuk membuat pikiran saya melayang kesini dan kesana membayangkan step demi step kegiatan setibanya dirumah – hingga akhirnya hal itu membuat saya lupa mengucap salam saat masuk rumah. Padahal itu adalah kebiasaan yang saya tanamkan sejak lama.

    Yang menarik, Anak saya yang berumur tiga tahun dari arah belakang berkata dengan nada tegas setengah kecewa “Ayah, masuk rumah kok nggak bilang Assalamualaikum sih?”

    Tiba-tiba hilang lelah dan ngantuk saya seketika itu juga! Saya langsung berbalik badan, merendahkan tubuh saya agar pandangan saya sejajar dengan matanya sambil berkata “Maaf sayang, ayah lupa..terimakasih ya sudah mengingatkan ayah, Ayah keluar dulu ya, mau bilang ‘assalamulaikum'”

    lalu saya keluar rumah dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.

    seorang Anak yang menegur dan mengingatkan kesalahan ayahnya dengan berani seperti yang dilakukan putri kecil saya itu adalah #sesuatubanget untuk saya.

  36. Jamil says:

    Sholat di kapal ternyata imamnya salah. Dia bilang sholat jamak-qoshor ternyata setelah sholat dia tidak. Jadilah saya, istri dan anakku mengulang sholatnya. Pelajarannya; pilihlah pemimpin (imam) yang tepat. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  37. Siti Mukaromah says:

    Memalukan …

    Lebaran hari pertama,anaku si kecil pergi ke tetangga dg temen sebayanya
    Sepulangnya dg membawa uang 175rb dia berkata “Ma..aku berhasil”(dg menunjukkan uang tsb).Sejenak aku kaget, tapi kemudian aku pun tersenyum sambil berkata”Dedek,kalo ke lebaran bukannya cari uang,tp minta maaf”.tp jawabnyA “Sambil nyelam minum air,kan spt yg pernah mama ajarkan tuh,dedek minta maaf lalu dikasih uang,lagian aku juga gk minta .Mama liat coba dlam 2 jam aku dpt uang 175rb”.Mendengar jawaban itu aku gak bs berkata apa2, karena teringat masa kecilku dulu sama dg anaku.Ternyata jalan berpikir ada masanya …harap maklum..!!

  38. Nabila says:

    Assalammu’alaikum wr.wb

    Lebaran kali ini membuat saya:
    1. Tersenyum
    2. Bersyukur

    Tersenyum karena terus bersyukur.

    Alhamdulillah, tahun ini tdk spt tahun2 yg lalu.
    Tahun yg lalu, saya tidak bisa melakukan hal ini. Mungkin karena terlalu letih bekerja (masih pegawai, jd gak kepikiran apapun, selain kapan bisa keluar dr kerjaan?:D). Yap, saya gak sempet memberi. Tahun ini,saya kebelet memberi. Saya siapkan bbrp rupiah. Saya sadar, saya blm bisa memberi “banyak” saya hanya ingin mereka senang nerima walaupun tidak banyak. Akhirnya, saya pun memesan amplop pada kawan saya yang mahir membuat Quiling. Alhasil jadilah bbrp pcs amplop cantik karya tmn saya bbrp pcs utuk anak laki2 dan bbrp pcs utk anak perempuan 😀 “kalo ternyata kelebihan, ksh siapa aj jg bs” pikir saya krn merasa pesan lebih. Ayah saya berkata “Gak penting amplopnya, yg penting uangnya” saya cuma nyengir aja. Gak masalah, yg penting bs ngasih yg berbeda. Walaupun cuma dr segi “amplop” Ternyata, kurang amplopnya akibat kesenangan bisa memberi. 😀 saat pemberian tsb berlangsung, komentar mrk membuat saya tersenyum. “Amplop kami gambar balerina, amplop abang gambar apa? ” Tanya yg perempuan “aabang gambar perahu” jawab sang abang. Ada pula yg terbengong-bengong berfikir “apa neh?” Tanya yg lain . ♓é² :p.. ♓é² :p.. ♓é² :p.. ♓é² :p maklumlah, mereeka biasa nerima uang “THR” lgsg atau dr amplop yg putih atau yg kecil2. Ternyata, amplopnya memang kurng banyak. Sedih jg blm bs bagi rata ke semua anak2. Saya Bertekad tahun dpn, HARUS bisa MEMBERI ke semua org. Krn dg MEMBERI, HATI jd SENANG, SENYUM TERUS mengingat wajah mrk yg nerima. Siapa tahu, anak2 tsb daya kreatifnya meningkat atau jd dpt inspirasi krn perbedaan amplop saya dengan amplop lain yg mereka terima.

    Dan, setelah pembagian amplop itu selesai alias ludes, ternyata, dihari yg sama saya dpt THR dr saudara2 yg saya sendiri blm bs hapal silsilah keluarganya dan memang kami baru kali ini bartemu setelah sekian tahun tak berjumpa. Memang ALLAH SWT selalu menggantinya diluar dugaan saya (secara dr segi usia udah expire utk menerima angpao atau THR. Cocoknya “ngasih” hehe). Jujur ya, sebenernya uang utk anak2 itu adalah pendapatan bln kmrn dr bisnis kecil2an saya yang blm seberapa. Saya makin semangat untuk menyiapkan IMPIAN saya terwujud. Mudah2an, kaki, tangan, mulut, dan hati bisa satu visi dan satu misi dgn niat dan impian saya. آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين

    Terima kasih sudah membaca.
    Salam ukhuwah. Seneng dpt tmn baru. 😀
    Wassalammu’alaikum wr.wb

    1. reza says:

      Maaf nama lengkap y nabila siapa yah klo noleh tau ?
      Trimakasih

  39. siska says:

    Rute mudik thn ini sama seperti tahun tahun sebelumnya,depok-bandung-garut-madiun-depok. Jarak tempuh yg tentu tdk bisa dibilang dekat,apalagi untuk dua anak balita kami,fatih 4,5 thn dan refah 3th 5bln. Alhamdulillah saat berangkat kondisi mereka sedang fit.

    Perjalanan garut-madiun dilaksanakan hari sabtu,saat puncak arus mudik. Walhasil garut-tasik dijalani dalam kondisi macet. Setelah itu lumayan ramai lancar dan hanya macet di beberapa titik.

    Singkat cerita setelah sampai madiun kondisi anak-anak yg ketika berangkat segar,kini menjadi layu. Dan benar saja,besokny fatih demam tinggi,disusul adiknya dua hari kemudian. Rasanya begitu remuk redam, tak tega melihat anak anak yg sakit,tapi juga rasanya tak mungkin mudik tanpa silaturahim dan sungkeman. Nelangsa saat mendengar takbir merawat dua balita demam.

    Alhamdulillah hari rabu saat hari H fatih sdh reda, refah walaupun msh demam,dg bantuan parasetamol tetap ikut pergi sungkeman keluarga besar.
    Kamis masih berlanjut silaturahim dan malam adalah waktu saya begitu gundah gulana, hanya doa yg terlantun di sela rengekan anak, ‘ya Allah hamba mohon cabutlah penyakit anak hamba’.

    Hari jum’at diputuskan utk tdk kemana-mana,fokus istirahat anak-anak. Krn minggu hrs sdh plg dr Madiun. Hari ini benar-benar terasa kepasrahan kepada Allah, selama menjaga anak saya ulang-ulang berdoa,’ya Allah,segala obat,semua usaha tak berarti tanpa Mu,hamba mohon cabutlah penyakit anak hamba’

    Siang sampai sore refah lumayan rewel,tp dr jam ke jam saya cek suhunya semakin turun. Dan bada maghrib sdh mdkti normal.
    Ya Allah.. Sy berpikir,beginilah rasanya doa yg segera dikabulkan oleh Allah,syukur senang bahagia, semua terwujud ketika kita benar benar pasrah kpd Allah.

    Saat sy menulis komentar ini,refah sdh tdr sangat nyenyak dg suhu normal. Alhamdulillah ya Allah.. Makat nikmat Tuhan kamu yg manakah yh kamu dustakan?

  40. Muhammad Luthfi says:

    Assalamu’alaikum pak jamil..
    Salam sukses mulia..

    terima kasih pak, bpk sudah bnyak mempengaruhi hdup saya lebih baik lg dgn motivasi bpk..
    Minal aidin walfaidzin pak, mohon maaf lahir dan batin 🙂

    saya teringat sama tulisan bapak tentang yg namanya guru kehidupan.. Saya setuju pak, guru kehidupan tidak hanya seseorang yg mengajarkan kita di sekolah, bukan hanya seseorang yg mengajarkan ilmunya untuk kita, tapi mereka yg menghina kita, mereka yg meremehkan kita, mereka yg telah menyakiti kita, merekalah sebenarnya guru kehidupan kita 🙂

    teruslah pak menulis, karna hanya dengan tulisan bpk ini, saya dapat lebih mengenal bpk, saya merasa lebih dekat dgn bpk, walau sebenarnya kita jauh :’)

    salam suksesmulia!

  41. Dimas "Poenchak" says:

    setiap lebaran teman2 mushola RISMAR dan saya punya RITUAL. Yaitu setelah sungkeman sama keluarga masing2,jm 9 kami kumpul lalu ke rumah2 warga untuk silaturahim n maaf2an. Hal itu sudah menjadi kebiasaan bertahun2 yang tidak bisa ditinggal dan mungkin wargapun akan merasa aneh jika kami tidak menyambangi rumah mereka. Dan tentu saja pulang dari rumah satu ke rumah lain our pocket is not empty hehehehe…..
    minimal minumam kaleng yg utuh -saat kami blm dtg- bs raib -saat kami pulang-…hehehehe
    Dan wargapun sudah mengerti,jd mrk sdh menyiapkan berbagai ‘sesajen’ sperti minuman,mkanan/kue,pempek+bakso,rendang…
    smga silaturahimnya bs d contoh n mknan yg ilang itu hny sbuah efek 😀

  42. dhika says:

    setiap lebaran idul fitri
    setiap tahun
    hingga kini

    saya, ayah, ibu beserta kakak-kakak saya, selalu pergi kekampung halaman ayah, yang terletak di kota garut jawa barat.

    disitu tempat kami sekeluarga berkumpul dengan keluarga – keluarga besar ayah.

    biasanya saya dan ibu selalu pergi lebih dahulu 3 hari sebelum hari H,
    karena ibu tidak ingin menunggu macetnya jalanan saat mudik, yang juga beresiko banyaknya terjadi kecelakaan karena terlalu padatnya pemudik yang ingin berpulang ke kampung.

    saat dijalan kadang ibu suka bercanda hal-hal tentang makanan, walaupun kita sedang berpuasa, memang jika sedang dalam perjalanan jauh kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa (musafir), tetapi kami biasanya tetap puasa, selama fisik masih oke.

    setelah sampai di suatu kota (bandung) dari perjalan jakarta, ibu suka mengajak saya untuk wisata kuliner seantero bandung, tetapi saya lebih memilih jajanannya karena rata2 jajanannya yang sering saya kunjungi enak2.

    sambil menunggu kedatangan ayah, menunggu hingga hari minggu, kondisi cuaca ibukota bandung sangat dingin, hingga saya sering sekali berselimut untuk menjaga kehangatan tubuh, karena jika sedang mudik badan tidak fit rasanya kurang enak menjalaninnya.

    setelah ayah sudah datang hari minggu, kita semua lanjut mudik ke garut.

    pada saat hari minggu kemarin jalan arah ke garut lumayan tampak lengang (melewati jalur nagrek), kurang lebih waktu yang ditempuh sekitar 3,5 jam sampai tujuan.

    biasanya saya kalo ke garut kota suka allergi terhadap udaranya, terutama jalaanan yang masih ditinggali kotoran kuda, karena dulunya garut armada angkutannya masih menggunakan delman / kuda.

    pada saat digarut kadang-kadang saya suka membantu saudara saya
    berjualan di pasar.

    sambil membantu, saya suka mengelilingi sekitar pasar, saya akui rasa ikan yang dijual di pasar kota garut jauh lebih segar dari pada yang kebanyakan dijual di kota jakarta, selain baunya tidak amis dan enak dilidah. mungkin karena faktor habitat/tempat dimana ikan itu di kembang biakan serta pakan yang alami. tidak luput juga jajanan di garut banyak yang enak

    di garut banyak toko2 yang menjual seperti jaket kulit, dan aksesoris2 lainnya yang terbuat dari kulit, disana memang terkenal dari bahan dasar dari kulit domba yang berkualitas tinggi.

    setelah jalan2 digarut saya pun kembali ke rumah kakek, lebaran kali ini sungguh membingungkan karena permasalahan penentuan 1 syawal, namun saya tetap mengikuti aturan pemerintah, karena sesungguhnya kita tidak mengetahui apa yang DiRahasiakan oleh Allah SWT, jika memang belum terlihat, ya mau gmn lagi, hehe. tetapi banyak isu2 yang menyalahkan pemerintah indo tentang hilal serta penetuan 1 syawal, saya lebih memilih apa yang terlihat pada saat itu, daripada menyalah2kan orang, toh berpuasa 1 hari lg pun kita masih diberi kesempatan untuk shalat sunah tarawih.

    akhirnya pemerintah menetapkan hari rabu, sehari kemudian (kamis) saya kembali ke kota bandung, mulai dari garut ke arah bandung jalanan macet sekali karena pihak polisi memberlakukan sistem buka tutup, perjalanan ke bandung mencapai 4- 5 jam kurang lebih. tetapi justru yang mudik setelah hari H itu lebih banyak ketimbang sebelumnya, jalanan nagrek itu seperti bottle neck, namun dari arah garut ke bandung kami tidak melewati jalur nagrek, karena pemerintah membuat jalan baru agar tidak terlalu macet.

    selepas lebaran rasanya seperti memulai kehidupan baru, untuk melanjutkan rencana2 kedepan yang positif, dan selalu semangat.

  43. Siti Mukaromah says:

    Tepat sasaran

    Seperti biasanya, disetiap lebaran banyak tamu datang ke rumah, krn bapak adalah org yg dituakan. Sepupuku datang ke rumah, dia tampak ceria dg baju yg dipakainya. Dia berkata “Ini baju dari kamu dulu, tak simpen,dan kebetulan cocok dg kerudung pemberian pak haji”dg senengnya mengatakan itu sambil mengucapkan terima kasih berkali kali. Ya Allah.aku sdh lupa pernah memberikan baju itu.Karena baju itu baju satu2nya yg gak laku aku jual.Sehingga aku berikan padanya. Ternyata, barang yg gak berharga buat saya, sangt berharga skali buat dia.Sekarang aku sadar bahwa pemberian yg sama pada org yg beda, rasa manfaatnya akan beda. Maka jika memberi sesuatu, tepatlah pada sasarannya . Salam sukses mulia ..

  44. murti says:

    Tidak smua org trbiasa sholat dg bcaan alquran yg suratny panjang.Pd wkt sholat id ad imam yg bcaan suratx pnjg bgt,sontak beberapa makmum brtriak,”SUBHANALLOH!”.Sang imam mganggp ad bcaan yg salah shg bliau mgulangi bacaan surat pnjg tsb dr awal.Salam sukses mulia

  45. Tulus-Qatar says:

    Usai sholat Eid dilapangan bola dikomplek kami biasanya ada pemberian hadiah untuk anak-anak.Anak kami Musthafa & Nabila,langsung menuju tempat pembagian hadiah yg ternyata sdh antri panjang,mereka berjibaku berdesakan bermandi keringat. Hingga sampailah giliran mereka,tapi sayangnya hadiah sudah habi.”Sorry,Khalas! (Maaf habis)dlm bahasa inggris-arab”.Mereka lari kepelukanku,dgn berlinang air mata.”Abi,hadiahnya habis!”.Ya sudah kataku,yg penting kalian sdh berusaha keras,suatu saat pasti Allah kasih hadiah yg lebih baik kalo kalian sabar. Diem deh nangisnya,tapi sampe rumah nangis lagi,terpaksa deh belikan hadiah.

  46. nuril says:

    Lebaran ini anak pertama saya, Mila, tepat berusia 2 minggu. Ternyata susah juga menjadi ibu baru: malam begadang utk menyusui, pagi ga boleh tidur walopun ngantuk bgt dan si bayi lg tidur pules (katanya pamali), siang boleh tidur sih tapi biasanya bayinya udah bangun (jd tetep aja ga bisa tidur), sore si bayi tidur abis dimandikan tp ibunya ga boleh tidur sore2 (lagi2 pamali), petang bayinya mulai bangun (sehingga lagi2 ibunya ga bisa tidur)..dst.. Jadi kapan donk saya sbg ibu boleh istirahat? Emang sih,setelah punya bayi,saya jd kurang tidur,paling2 tidur bentar gantian sama suami.tapi setiap memandang bayi yg lucu dan gemesin,semua rasa ngantuk dan capek jd hilang 🙂
    Hanya saja,pas di hari lebaran,rasa capek memuncak. Banyaknya kerabat dan tetangga yg dtg berkunjung membuat saya jadi luar biasa lelah dan pusing. Maka sebelum tidur malam,saya ambil breastpump dan mulai memompa 1 botol penuh ASI yg kemudian saya masukkan dalam kulkas. Lalu saya maklumatkan pada suami “ayah,bunda capek sekali,malam ini pengen istirahat. Di kulkas udah ada ASI sebotol,nanti kalo Mila bangun minta mimik tolong kasih ASI itu aja ya.”
    Suami bersedia,dan besok paginya dg sumringah dia bilang “asik deh,tadi malem ayah cuma berdua dg Mila,jadi father-daughter exclusive time gitu.. Malam2 selanjutnya yg besoknya hari libur,kayak gini lagi aja,ayah bersedia kog,supaya bunda bisa istirahat..” Lalu saya tanya balik “trus ayah istirahatnya kapan donk?”, dan dg entengnya dia menjawab “ayah tidurnya pagi aja,kan yg pamali tidur pagi cuma ibu2 aja,kalo bpk2 sih boleh..”

  47. nuril says:

    Lebaran tahun ini saya & suami dapat hadiah istimewa dari Allah berupa seorang bayi perempuan cantik yg saya lahirkan tepat pd malam nuzulul Qur’an. Si cantik itu kami beri nama Mila.
    Mila dapat banyak hadiah baju2 lucu yg kemudian saya pakaikan saat hari lebaran. Lucu & cantik sekali. Dg bangga saya gendong dan pamerkan dia kepada para kerabat dan tetangga yg datang bersilaturahmi. Maksud saya sih boleh dilihat tp jgn dipegang. Tapi ternyata semua orang pengen pegang,cium,dan gendong Mila. Duh buru2 deh saya bawa Mila ngumpet dalam kamar,supaya tdk sembarangan dipegang2 orang.. Hehe.. #ibu2 parno, overprotective :p
    Lesson learned: makanya jangan suka pamer! 😉

  48. Dewi Novianti says:

    Assalmmlkm

    Semoga cerita yang Saya tuliskan ini, bisa menjadi inspirasi untuk semua.
    Lebaran kali ini Saya lalui dengan hati yang luar biasa damai, walau kali ini Suami tidak bisa menemani, walau Kami kel besar tidak mudik ke kampung halaman,tetapi rasa damai dan nyaman sangat Saya rasakan. Pengalaman lebaran yang Saya dapat bukan karena mudik atau ritual2 yang selalu terjadi di hari lebaran, tetapi kejadian selama bulan Ramdhan. Saya dan Bibi (adik bapak) mencoba membuka usaha kue kering dadakan, karena permintaan Bibi yang sedang tidak ada pekerjaan. Saat itu sesungguhnya Saya tidak punya modal besar, tetapi dengan niat menolong Bibi, usaha nekad dijalankan. Promosi dimulai, dari mulut ke mulut, kebanyakan bilang sudah terlambat, karena kami telat memulai. Hati sudah mulai deg2n takut tidak mendapat untung, bagaimana Bibi? Akhirnya Saya niatkan dalam hati, kalau ada keuntungan dari usaha ini, semua keuntungan akan Saya berikan pada Bibi dan Mama juga Bapak. Juga kami setiap hari membuat makanan untuk berbuka puasa ke mesjid di dekat rumah. Alhmdllh, Allah membukakan jalan, pesanan mulai mengalir, bahkan berlebih untuk ukuran kami yang baru memulai usaha. Keuntungan yang kami dapatkan pun Alhmdllh lumayan banyak untuk kami sebagai pemula. Di hari ke 28 Ramadhan, Saya serahkan semua keuntungan ke Bibi, Mama, dan Bapak, Subhanallah ada rasa yang tidak bisa terlukiskan, bukan kesombongan tetapi ada rasa kenikmatan, bisa berbagi walau sebenarnya Saya juga tidak dikatakan berlebih saat ini. Dari semua cerita, kisah, wejangan tentang nikmatnya berbagi, rasanya baru akan terasa ketika kita melakukannya sendiri, Alhmdllh, walau tidak seberapa, di Ramadhan kali ini Saya bisa berbuat lebih baik dari Ramadhan tahun lalu, Insya Allah akan terus bisa berbagi. Salam Sukses Mulia :))

  49. Ramadhan..selalu mengingatkanku pd seorang nenek yang tubuhnya bongkok termakan usia. Nenek dengan penampilan sangat sederhana, dengan kebaya lusuhnya ini yang usianya mungkin sudah diatas 80an itu hampir tiap hari aku temui di masjid saat terawih. Ditengah gempuran usia dan tubuhnya yang sudah tidak tegak lurus lagi, wanita renta itu selalu setia pada Tuhannya…mengunjungi rumahNya hampir tiap waktu dari subuh hingga isya…. kebetulan rumahku dekat dengan masjid jadi aku tahu persis siapa2 yang sering menuju rumah Alloh itu. Semakin penasaran dengan sosok nenek bongkok itu, akupun coba cari tahu lebih jauh tentang jati diri si nenek. Ngga disangka ternyata sekali waktu aku dikagetkan kehadiran nenek bongkok itu dirumahku……. dia kerumahku utk beli sesuatu (dulu kebetulan dirmh kita buka warung kecil2an) …… Bertatap muka langsung dengan sang nenek membuat aku semakin kagum….ternyata nenek itu super ramah, gaya bicaranya sangat santun dan selalu ada senyum diwajahnya seakan2 hidupnya tanpa beban, ada sinar keikhlasan dimatanya. Damai rasanya hati ini melihat senyum yang terpancar diwajahnya (orang yang selalu terbasuh air wudhu,katanya membuat wajahnya bercahaya…. dan itu terbukti pada si nenek), akhirnya aku tahu siapa dan darimana si nenek ini berasal. dia adalah seorang pembantu rumah tangga seorang dokter yang tinggal beberapa blok dari rumahku dan sudah mengabdi puluhan tahun dengan keluarga itu. inilah yang saat ini membuat aku merenung……..!! Nenek tua bongkok yang seorang PRT itu selalu setia menyapa rumah Alloh, sementara aku yang Alhamdulillah masih dikarunia tubuh yang kuat dan sehat, kadang merasa malas untuk ke masjid padahal jarak masjid dan rumahku ngga lebih dari 10 meter….. hari itu aku belajar banyak dari si nenek, Tapi Ramadhan tahun ini tidak aku temui sosok si nenek di masjid, entah bagaimana kabarnya sekarang.

  50. Diah Astoety says:

    Di kampung suamiku merayakan pesta perkawinan sering diadakan bersamaan dgn saat Lebaran karena warga kampung yang mudik dapat ikut merayakan.

    Itu juga yang dilakukan oleh keluarga suami untuk membuat pesta perkawinan kemanakannya. Suami sebagai Mamak (paman sebutan suku Minang) harus banyak berperan dalam pesta nantinya, untuk itu suami harus pulang lebih awal untuk persiapan pesta, saya dan anak-anak 4hari sebelum lebaran karena menanti kepulangan si Sulung yang studi di luar agar dapat ikut mudik sekalian menyaksikan pesta perkawinan sepupunya.

    Perjalanan dari Jakarta sudah disambut dengan hujan yang tiada henti. Harapan saya si Sulung dapat menggantikan saya untuk nyetir mobil, ternyata kantuk selalu menderanya terus akibat “JETLEK”.

    Penyeberangan yang antri terlalu lama membuat badan saya terasa lelah. Tiba di Lampung malam hari masih disambut hujan deras, saya memutuskan untuk istirahat di Lampung. Anak-anak semua gembira karena besok pagi mereka dapat berenang di hotel.

    Hari sudah menunjukkan pukul 10, saya instruksikan anak-anak untuk siap-siap menempuh perjalanan lagi.

    Suami selalu mengingatkan dalam perjalanan selalu mencari rombongan agar tidak sendiri, saya selalu ikuti saran-saran suami. Tiba saatnya berbuka puasa, saya dan anak-anak memutuskan berhenti di restoran yang banyak mobil pribadi parkir. Saya pikir pasti mereka juga mudik lebaran.

    Begitu saya keluar dari mobil, beberapa bertanya, “yang stir mobil itu ibu sendiri?” Saya jawab “iya” “bawa anak 3 orang” saya jawab lagi “iya”.

    Begitu tau saya stir sendiri dalam perjalan mudik dari Jakrta-Lintau (Sumbar), mobil saya selalu diberi posisi ketiga dari depan dari mobil yang berjumlah 18 mobil. Nikmatnya KEBERSAMAAN mudik dalam berkendaraan.

    By Diah Astoety. 4 Septenber 2011

  51. A.Wijaya says:

    Mhn maaf lahir dan Bathin utk Pak Jamil dan rekan2 smuanya..salam kemenangan!
    mau berbagi cerita nih..
    memori mudik d rmh mertua.
    jumat kemarin :
    pagi itu anak laki2 sy usia 2,5 th sgt aktif skali sejak bangun tidur..apapun yg ada dekatnya bisa jd mainan..saat itu aku baru mau suapin sarapan paginya.dg maksud agar tdk lari2 sy dudukkan dia di kursi kecil.,eh ternyata tangannya masih ke sana kemari nyari2 kesibukan sendiri..trus dg agak nada tinggi dan serius sy bilang ke dia’sayang..yg fokus ya!! selesaikan satu2..klo makan dihabiskan dulu baru boleh mainan!Setuju?!’..dg wajah yg serius dan lugu dia menjawab dg gerakan jari2 tangan dia menjawab’tudu..papan..biyan..puyuh..’
    spontan seketika detonator syaraf ketawaku terpantik..meledaklah tawa sehabis jengkel ha..ha..dikira ngajak berhitung!:)

  52. andi djunaidi says:

    Kajian ahad subuh dibulan sya’ban seorang ustadz membuka hati dengan bertanya “apakah mudik dgn alasan silaturahmi harus dilakukan di 10 terakhir ramadhan? Padahal Allah SWT telah menjanjikan adanya malam yg lebih baik dari 1000 bulan”. Pertanyaan itu sedikit banyak menggugahku utk secepatnya beralih dari pegawai kepada wirausahawan yg bisa mengatur waktunya sendiri.

    Terlepas dari itu, ternyata memang kenikmatan ramadhan lebih terasa didapatkan tahun ini karena bisa berbagi dgn peserta I’tikaf di masjid dekat Rumah.Seringkali panitia meleset memperkirakan peserta yg pada akhirrnya membawa keberkahan dan kesenangan sendiri bagi kami utk menyiapkan makanan tambahan bagi mereka.

    Subhanallah, memang kebahagian sejati adalah ketika kita bisa memberi kpd mereka yg membutuhkan. Semmoga Allah SWT mempertemukan kita dgn Ramadhan berikutnya, amiin

  53. Nana Hairatussani says:

    Assalamu alaikum pak jamil..
    Sebelumnya saya ucapkan Taqobballalu Minna wa Minkum..
    Taqobbal yaa Kariim..
    Pengalaman sy selama libur lebaran ini kurang menyenangkan.. Sy memang tidak prnh mudik lg sejak nenek dr mama di Jogja sdh meninggal n jg nenek dr bapak di NTB jg sdh meninggal. Sejak lahir,sy sudah tdk pny kakek.
    Pengalaman tdk menyenangkan itu adalah ketika kemarin sabtu tgl 3sept, sy ikut keluarga suami kumpul bersama keluarga besar ke Sukabumi, thn ini memang sudah jd tradisi utk bikin acara di luar kota pdhl kluarga suami asli betawi. Perjalanan pergi ke Sukabumi kami tempuh dlm 6jam, yg ktnya klo hr biasa hnya 4jam. Itu aja,di bus anak2ku udh rewel nanya kpn sampenya. Tp alhamdulillah sesampainya di sana, ank2ku bs gembira jg krn mrk bs main Flying Fox, dan itu adlh pengalam mrk yg pertama (usia ankku 6thn dan 5thn).
    Dan tibalah saatnya pulang.. Kami brkt dr sana jam 5 sore,sampe di cibadak jam 8mlm (oiya,lokasi kami wktu itu dr Selabintana), dr jam 8mlm bus tidak b’gerak lg. Mesin bus dimatikan, yg otomatis AC pun mati. Kami smua udh gerah,berkeringat ditambah lg bau kopling bus. Pkknya sangat tdk enak.
    Baru kali itu kami smua ngerasain, ga enaknya perjalanan dlm situasi arus balik lebaran. Serasa qta smua mudik..!
    Jam 12 supir bus b’inisiatif putar balik, lewat cianjur arah puncak. Tadinya malah mau lwt arah Bandung..
    Syukurlah, jalur Puncak masih lengang.. Akhirnya kami smua tiba di Jakarta pas banget sebelum Azan Shubuh..
    Tp tdk dg bus yg lain (krna kami bersama 1 bus lainnya dan bbrpa mobil pribadi) mereka tdk puter balik alias ttp di Cibadak menunggu jlnan lancar, mrk br sampe Jakarta jam 2 siang..
    Astagfirullooh..
    Begitulah libur Lebaran sy thn ini.. Sungguh sy kapok pergi ke luar kota dlm situasi Lebaran begini..:)
    dan lagi2 sy b’syukur krn tdk harus mudik setiap kali Lebaran.. Tp pengalaman itu m’buat sy mengerti bagaimana situasi di jalanan ketika Lebaran..
    Begitulah pengalaman sy di Lebaran tahun ini.. Terima Kasih..

  54. Siti Mukaromah says:

    Merasa kaya di tengah2 mereka

    Saya adlah seorang guru bhs Jepang di sebuah kota kecil.Kali ini saya terlibat dlm kegiatan bakti sosial ramadhan.Bakti sosial dg sasaran desa basis kristenisasi.Desa itu dg penduduk yg sangt miskin, pekerjaan mayoritas bertani di tanah yg tandus.Pada saat itu, air pun jarang didapatkan.Kulihat rumah2 berlantai tanah, hanya ada beberapa lantai ubin.Anjing2 jelek berkeliaran,ada 2 buah gereja disitu.Kehadiran kami, disambut luar biasa oleh penduduk,meski kami tdk konfirmasi sebelumnya.Mereka sangt gembira,dari anak2 org dewasa, maupun manula.
    Saya mencoba masuk di sebuah rumah, warga rumah bercerita banyk meski saya tanya sedikit.”Anak kulo kalih, waune kristen sedoyo, alhamdulillah,sakniki setunggal masuk islam (anak saya dua,tadinya kristen smua, alhamdulillah sekarang satu masuk islam)”kata seorang ibu.
    Kami mengumpulkan penduduk di sebuah masjid kecil, kami beri pengarahan..mereka tampak antusias..senang.Setelah itu kami membagi2kan uang dan bebrapa pakaina bekas.Mereka dg senyum gembira menerima itu, dAn merekan menghantar kami sampai di batas desa.
    Saya merasa bahagia bercampur sedih.Bahagia karena ternyata saya bisa merasakan kaya, ditengah2 mereka yg serba kekurangan, baik pakaian,makanan,ataupun uang.Saya benar2 bersyukur.Saya merasa sedih melihat mereka..dalam kondisi prihati.
    Semoga smua ini bs jd pelajaran bagi kita, bahwa dibawah kita masih banyak orang2 yg membutuhkan uluran tangan kita.Yakinlah Allah akan membalas berlipat, kebaikan yg kita lakukan dg ihlas,Dan saya berharap thn depan bisa mengunjungi mereka lagi..!! Salam sukses mulia bagi smua…

  55. setiawan_cahPordjo says:

    Pengalaman balik dari mudik naik mobil bareng family lewat Bandung, pagi hari di daerah Cicaheum.. tiba-tiba diserempet sedan. Penyerempet mengajak kami menepi, dia minta ganti lampu depannya yang pecah. Polisi mendekat meminta surat-surat kami dan memberi alternatif “mau di sidang atau damai,, mumpung masih suasana lebaran”, kata pak polisi. Akhirnya menimbang waktu dan suasana kami memilih berdamai 🙂

    1. Setiawan says:

      hikmahnya: Damai itu indah:)

  56. sopilalala says:

    Setiap lebaran, tanggal 1 syawal, Ba’da Dzuhur, sekitar jam 1an, keluarga besar kami selalu mengadakan acara keluarga yaitu Bani H. Mukrod. Nama Mukrod adalah singkatan dari nama H. Muksin dan Hj. Rodiah, mereka adalah kakek dan neneknya kakek saya. Momen yang terjadi setahun sekali ini sangat penting bagi kami karena sulit sekali mendapatkan kesempatan acara kumpul keluarga besar, mengingat masing-masing keluarga selain rumahnya berjauhan juga mempunyai kesibukan masing-masing. Apabila lebaran tiba anggota keluarga kami yang sebagian besar tersebar di Jawa Barat dan Jabotabek pada mudik.
    Bani untuk tahun ini bertempat di Masjid yang diwakafkan oleh kakek-nenek kami. Agenda acaranya yaitu sambutan-sambutan sesepuh keluarga, tausiyah singkat, pendataan keluarga, kalau ada keluarga yang bertambah dan berkurang seperti ada yang menikah atau yang baru melahirkan anak maka diperkenalkan kepada keluarga lain dan yang meninggal dunia di tahun ini pun diumumkan.
    Pada Bani ini kami juga mempunyai koperasi, seperti koperasi biasa ada simpanan pokok dan simpanan wajib (per orang hanya 1000 rupiah per bulan), bagi keluarga yang membutuhkan dana maka diperbolehkan meminjam di koperasi Bani. Dan juga ada SHU nya, setiap Bani masing-masing anggota keluarga dari nenek-nenek sampai anak-anak kecil mendapatkan amplop SHU, yaa… meskipun tak seberapa, hehe…
    Acara selanjutnya adalah pengumuman2, apabila ada keluarga yang berhalangan hadir, karena menghadiri acara keluarga istri atau suaminya di lain tempat, atau di luar negeri, biasanya mereka menyampaikan salam. Setelah itu kami melakukan mushofahah, berkeliling saling bersalaman, dan langsung meninggalkan mesjid menuju rumah sodara yang terdekat untuk makan-makan bersama. Makanan kami adalah makanan khas jawa barat… harus ada sambal dan lalapan… Suasana kekeluargaan semakin terasa… kami saling bercerita dan bercanda, lebih mengenal dekat keluarga kami yang lain yang jarang sekali bertemu.
    Bani tahun depan bertempat di rumah kakek saya, karena di tahun ini kakek yang paling disepuhkan di Bani Mukrod meninggal dunia dan karena kakek saya adalah cucu pertama dari kakek Mukhsin dan Nenek Rodiah.

  57. dyane says:

    Lebih dekat dgn diriku & PENCIPTAKU

    4hari sebelum lebaran, ibu saya minta plg kampung k cianjur, di sisi lain ank2 sy tdk mau pulang k cianjur, anak sy yg pertama dia tahu betul masalah keuangan saya.. Dia bilang bu tahun ini jgn plg kampung kan usaha ibu di tutup terus kalau ibu pulang kampung uang dari mana? Pertannyaan diluar dugaan saya.. Saya hanya bisa mengusap2nya.. Dan berkata kita tdk punya uang hanya hari ini nak… Besok lusa kita pasti punya uang karna اَللّهَ sayang sama kita..
    Dilema memang, tapi saya hrs ambil keputusan bisa membahagikan Ibu dan ank2ku.. Kebetulan bibi & pamanku mau pulang k cianjur, jadi kutitipkan ibuku bersama paman&bibiku ku antar Ibu ke cileungsi, di sepanjang perjalanan ibuku bahagia sekali karena bisa pulang kampung, saya pun turut bahagia dengan ikut menunggu sampai bis berangkat… Terimakasih Tuhan

    Satu hari sebelum lebaran anak2ku di jemput sama ayahnya, dan saya tinggallah sendiri di rumah, keserahkan diri ini padaMU ya اَللّهَ.saat itu saya merasa tenang,tentram & bahagia serasa اَللّهَ begitu dekat dgnku, ketenganan yg luar biasa yg sy terima,nikmat yg tidak tara tidak bisa dilukiskan dgn kata-kata hanya bisa di rasa..
    Terimakasih Ya اَللّهَ, sy jadi byk belajar dan ambil hikmahnya dari pembelajaran hidup, kegagalan dlm usaha tidak boleh di ratapi, dengan keikhlasan akan menuai kebahagiaan…
    Dengan kesendirian ku bangkitkan motivasi diri u/bergerak kembali mencapai cita2ku, membahagiakan anak2ku,ibu dan orng2 di sekelilingku…
    Dengan kesendirianku اَللّهَ begitu dekat dgnku dan membantuku u/mencapai impianku buat DESA MANDIRI, menciptakan lapangan pekerjaan u orng2 daerah sehingga bisa mandiri dan menghidupi keluargannya

    Dengan kesendirianku, aku bisa kuat dengan masalah yg datang dan bijak menghadapinnya…

    Dengan kesendirianku, aku bisa mengenal siapa aku sebenarnnya dan maunya apa?
    Terimakasih sukses mulia

  58. Nuris Salam Siregar says:

    assalamu’alaikum wr wb…

    salam sukses mulia bg jamil…

    “ABANG BECAK bermotor (“MAHASISWA”) PULANG KAMPUNG”

    sekarang saya berada di tingkat tiga bangku kuliah, alhamdulillah dengan biaya sendiri.
    sejak awal kuliah saya sudah narik becak di medan guna membiayai hidup dan kuliah saya. saya anak pertama dari lima bersaudara.
    tahun 2009 saya tidak bisa pulang kampung karena uang untuk pulang ke kampung tidak ada, di tambah lagi uang kuliah yang masih banyak nunggak, apalagi saat itu becak saya masih kredit, sehingga lebaran itu saya nikmati dengan cari sewa kesana kemari, walaupun suasana kota medan terasa sepi namun ku tetap optimis pasti ada sewa.
    alhamdulillah, bulan 5 2010 becak dapat ku lunaskan. dengan penuh rasa syukur, ku sampaikan kepada orang tua ku bahwa becak sudah lunas. lebaran tahun 2010 akhirnya bisa pulang kampung.
    pulkam 2010 dan tahun ini serasa sangat berbeda. ada satu hal yg sangat terkejut saat aku melihatnya. adikku (rozy) yg masih duduk di bangku kelas 1 Tsanawiyah (SMP) ternyata sudah bisa bawa’ becak ayah yg dikampung. dengan modal becak ini kami berangkat menuju kampung kakek ku yg baru 5 bulan meninggal dunia, yg membawa becak adalah adekku. kami berada di becak itu sebanyak 5 orang di tambah lagi barang2 yang sengaja kami bawa. luar biasa memang…

    ketika itu timbul dalam benakku, bahwa ternyata adikku sudah mulai belajar hidup, di waktu liburnya di isinya dengan mencari uang dengan cara narik becak. di saat ayah masih berada di kampung, kunci becak di serahkan sama adek. tidak berselang lama hari itu ada seorang ibu di kampung kami yg memerlukan becak, dengan percaya diri akhirnya adekku mereja mereka.
    saat itu becak rusak dan dia mulai memperbaikinya…
    ternyata dia expert juga, dalam hati ku berkata kelak dia akan kuliah di jurusan teknik mesin…
    hari minggu pagi aku berangkat balek ke medan,sebelum pulang aku melihat wajahnya yang penuh percaya diri dan kemauan yang besar untuk maju…

    salam sukses adekk

    demikian bg jamil…
    assalamu’alaikum wr wb…

    1. Nuris Salam Siregar says:

      maksud saya “dengan penuh percaya diri akhirnya adekku mengantar mereka ketujuan mereka. setelah mengantar sewa itu becak pun rusak dan dia berusaha untuk memperbaikinya”

  59. nur says:

    Lebaran tahun ini amat istimewa bagi saya,bukan saja karena bisa pulang dan merasakan indahnya kebersamaan dikampung halaman,namun juga karena kebaikan Istri saya yang lebih memilih mengasihkan jatah anggaran beli bajunya sendiri untuk dikasihkan ke keluarga yang kurang mampu agar mereka bisa beli baju baru buat anaknya.Rasa bisa membahagiakan orang lain,memang lebih awet dalam menyenangkan hati kita dibanding hanya memikirkan diri pribadi saja.

  60. nikmah says:

    moment idul fitri merupakan moment dimana saya bisa bertemu dg keluarga jauh & teman2 yang memang jarang ketemu krn kesibukan masing2…
    di moment berkumpul dengan teman2 teman2 inilah saya bisa tahu perkembangan masing2 teman.. ada yg jadi pengusaha laundry, pdhl dia seorang perempuan mempunyai 1 putri yang kebetulan suaminya sudah meninggal. Alhamdulillah
    Ada yg ternyata tidak bisa datang berkumpul krn baru memperoleh beasiswa S2 di Korea..
    Ada yg mendapat beasiswa melanjutkan S3 nya di Amerika…
    Alhamdulillah
    Kadang2 timbul rasa iri kenapa saya belum bisa seperti mereka yg lebih sukses.. Kenapa saya belum bisa membuat orang tua bangga spt mereka membuat bangga para orangtuanya….
    Dlm kondisi seperti itu, saya yang seorang karyawan berusaha selalu bersyukur karena saya masih lebih baik dr temanku lainnya yg pegawai toko di pasar, bahkan ada yang msh belum mendapat kerja…
    Alhamdulillah….
    Memang dengan bersyukur maka penyakit hati yg namanya “IRI” bisa di redam….
    InsyaAllah saya bisa membuat orang tua bangga dengan cara saya sendiri.. Amin

  61. agus says:

    Persahabatan Sejati
    Saat mudik kemarin, kami seluruh saudara kandung beserta suami-istri kami diajak Bapak-Ibu silaturahim ke 2 orang sahabat keluarga kami. Keluarga kami bersahabat sejak tinggal di asrama militer di Malang tahun 70.an. Saat berkunjung itulah salah seorang dari beliau, Bp.Sabrawi brcerita tentang perjalanan persahabatan kami. Beberapa diantaranya adalah Bapak sy hampir-hampir tidak pernah menemani Ibu saat hamil krn tugas militer ke luar jawa berbulan-bulan bahkan pernah sampai 4 tahun saat bertugas ke irian jaya. Saat itulah yg menemani Ibu sy kontrol ke dokter bahkan saat melahirkan adalah 2 keluarga itu secara brgantian yakni Pak Sabrawi dan Pak Suparni, sampai-sampai mereka dikira suami Ibu saya. Saat sy bayi, Ibu sering menitipkan sy ke Ibu Suparni saat Ibu mesti keluar rumah. Bila saya perlu ASI, Ibu Suparni.lah yang menyusui sy. Demikian pula saat Ibu Suparni keluar rumah, beliau menitipkan bayinya yang seumur dg saya kepada Ibu dan gantian Ibu yang menyusui sehingga praktis kami adalah keluarga sepersusuan. Apa yang membuat orang tua-orang tua kami bersusah payah melakukan itu? Tak ada alasan lain kecuali ketulusan krn memang tak ada stimulus interest lain dalam hubungan itu. Kami berpisah dg 2 keluarga itu sejak tahun 1977 krn Bapak mesti pindah tugas ke kota lain. Namun hubungan ketiga keluarga kami itu bertahan hingga saat ini hampir 25 tahun berjalan saat orang tua-orang tua kami sudah pensiun dan sudah beranjak sepuh. Mesti tinggal di kota yang berjauhan, kami masih sering mengunjungi untuk menjaga persahabatan sejati ini. Duh…terharu kami dg persahabatan orang tua kami. Rasanya teladan inspiratif seperti inilah yang bagi kita yang masih mudah-muda ini sangat patut kita ikuti, di jaman yang nilai persahabatan sejati hampir-hampir hilang….

  62. Minie says:

    Pengalaman lebaran paling mengharukan adalah lebaran terakhir bapak sebelum dipanggil Allah. Karena kehidupan kami secara ekonomi sudah lebih baik di Jakarta, maka orang tua kita boyong untuk tinggal di Jakarta juga. Walaupun begitu,setiap lebaran tahun-tahun sebelumnya kami semua 7 bersaudara, plus suami dan istri masing-masing (hanya aku dan adikku yg belum menikah) dan cucu-cucu total ada 22 orang (termasuk bapak) selalu mudik/berkumpul di Karanganyar, Solo. tapi lebaran waktu itu kami tak mudik karena Bapak terdeteksi kena kanker hati stadium lanjut (80% fisik hati bapak sudah rusak). dan dokter secara medis memprediksi bahwa bapak tak akan mampu bertahan hidup karena kerusakan fungsi hati tersebut.

    Dan di lebaran itu, setelah sholat ied, seperti biasa akan ada acara sungkeman. Kalau biasanya ibu yang meminta maaf ke bapak, kali ini bapak sambil menangis tersedu-sedu minta maaf ke ibu. dan pas giliran aku dan adikku yang sungkem ke bapak kembali tangis bapak pecah.entah apa sebabnya, mungkin karena tinggal kami berdua yang belum menikah. karena ketika tadi bapak minta maaf ke ibu, bapak menyebut-nyebut bahwa tugas sebagai orang tua belum selesai, dan sekarang harus ibu sendiri yang menanggungnya. seumur hidup inilah untuk pertama dan terakhir kali melihat dan mendengar bapak menangis seperti itu.
    tak bermaksud membenarkan apa kata dokter, tapi karena memang sudah kehendak Allah, ga lebih dari 2 bulan setelah lebaran, bapak di panggil Allah.

    Sungguh, kenangan tak terlupakan. menceritakannya lagi membuatku menangis…..

  63. yunisari dahliani says:

    pengalaman yang sangat menyenangkan saat mudik kemaren, untuk pertama kalinya anak saya afdhal yg umurnya 4 th mudik ke kampung halaman yg jaraknya 135 km minta naik motor aja, biasanya kami naik angkutan antar kota. pertama saya cemas klo di perjalanan selama 3jam dia bosan, ternyata sebaliknya, dia sangat menikmati. sepanjang jalan tak henti-hentinya dia berkomentar ttg semua yg dilihatnya. dari pertanyaan sederhana sampe yg rumit, dari “ma, tinggian mana gunung itu sama gunung bromo?” sampe “ma, knapa pohon tumbuh terus tapi gak ada yg sampai langit?”
    alhamdulillah akhirnya km sampai ke kampung halaman dengan selamat. kemudian saya bilang ke anak saya “afdhal, nanti baliknya kita naik angkot aja ya biar gak capek? jawabnya, “gak ma, naik motor aja lebih seru…” 🙂

  64. Siti Mukaromah says:

    Aku ingin seperti Pak Jamil

    Liburan lebaran gak bgt banyak kegiatan, bagi saya sebagai seorang guru di sebuah SMA. Kebetulan dalam kondisi sesibuk apapun, saya sempatkan membaca tulisan bpk Jamil Azzaini , motivator handal. Yang setiap tulisannya sangat bermanfaat bagi saya.Saya benar2 terinspirasi dg tulisan2 bp.Jamil yg sebagian besar adalah motivasi dg dasar agama. Ini adalah materi yg sangat dibuthkan oleh seorang guru unt di transfer ke para siswa.
    Namun saya merasa sedih, krn beliau beberapa hari ini ijin untuk tidak menulis.
    Namun kesedihan itu berganti bahagia..krn beliau mengadakan lomba bagi para pembaca untuk menulis. Maka tidak bosan2 saya menulis di webnya. Apalagi kita boleh menulis lebih dari satu tulisan.
    Saya bermimpi untuk jadi penulis, namun tulisan saya hanya pernah dimuat di majalah sekolah. Tapi saya tidak berhenti sampai disitu .Smoga ini adalah kesempatan terbaik saya untuk bisa dikenal orang. Para sukses mulia…mari kita isi waktu luang kita untuk hal2 yg bermanfaat , dan menulis adalah salah satunya.Salam sukses smuanya !!!

  65. Siti Mukaromah says:

    Aku tegar karenaNya

    Setiap kali terdengar suara takbir berkumandang, aku merasa sedih, ini adalah tahun ketiga kesedihan saya. Tidak terasa air mata berderai, krn teringat olehku bayangan bapak dr anak2ku.Mungkin ini dialami juga oleh yang lain.
    Suamiku tiada 3 th yll krn kanker hati, dokter sudah angkat tangan ttg sakit ini.
    Dari hasil citiscan, dokter mengatakan ” Ibu sabar ya, doakan bapak, buat bapak senang, krn penyakitnya sdh gak bs disembuhkan, tinggal menunggu hari ” Mendengar itu aku shock gk bs berkata apa2. Hanya berharap mukjizat dariNya.Aku berusaha tersenyum dihadapan suamiku, meskipun hatiku menangis. Aku sudah berusaha merawat sesuai kemampuan. Hari demi hari tak kunjung sembuh. Tepat puasa dpt 21 hari dia dipanggil yg kuasa.Smoga suamiku memaafkan aku.
    Th 2008 kita berencana daftar haji, dg bahagia suamiku menyambut keinginanku. Dan keberangkatan ditentukan 2011( thn ini ).
    Aku benar2 sadar bahwa kita hanya bisa berencana, namun Allah punya rencana lain untuk kita. Dan Insya Allah rencanaNya baik untuk kita.
    Meskipun di setiap malam takbiran aku tdak bisa membendung air mataku yg keluar,
    KarenaNya aku tetep bisa tegar . Dg harapan aku sll dalam lindunganNya.Ujian yg besar tlah aku lalui.
    Para sukses mulia…mari kita serahkan smuanya kepadaNya, jalani hidup apa adanya. Terima dg ihlas dan rasa syukur apa yg dihadirkan Allah untuk kita, yakinlah smua demi kebaikan kita.Maka hati kita akan tenang dan damai.
    Pada kesempatan ini saya mohon maaf, jika ada kata2 yg tdk berkenan, krn dg jujur tdk ada perasaan takabur …hanya ingin menyampaikan apa yg saya rasakan ..!!
    Para sukses mulia..smoga ini bs menjadi ajang silaturrahmi,..dan smoga smua sll dalam lindunganNya..amiiin..!!

  66. M. Syafaat Djauhari says:

    Yakinlah pasti ada jalan dibalik ketersesatan.

    Nampaknya kalimat diatas tadi sangat tepat terhadap pengalaman kami saat perjalanan balik ke Surabaya dari Madiun.
    Ditengah perjalanan tiba-tiba kendaraan kami dialihkan jalurnya menuju kearah masuk kota Mojokerto, walhasil kami pun tersesat di kota mojokerto, akhirnya kami pun dapat keluar dari kota mojokerto “Alhamdulillah !!”, eitt.. masih belum selesai, jalan yang kami ambil saat keluar kota mojokerto ternyata salah seharusnya ke kanan menuju jalur utama propinsi, kami malah mengambil jalan ke kiri menuju jalan ke arah pedesaan yang belum pernah seumur hidup kami lewati.
    Kami pun terus melaju menyusuri jalan tersebut ditengah keputus asaan tiba-tiba kami membaca papan nama sebuah pabrik di pinggir jalan yang kami lewati yang dibawahnya bertuliskan Driyorejo, Gresik. Hah…!!! kami semua pun kaget ternyata kami udah sampai driyorejo, “Alhamdulillah !!!” kembali berkumandang serentak seisi mobil, berarti jalan didepan sudah masuk daerah kedurus, Surabaya.

    Luar biasa, akhirnya kami sampai dirumah dengan cepat tanpa terjebak macet dijalur utama propinsi.

    Yakinlah pasti ada jalan dibalik ketersesatan.

  67. Dulu, Kini dan Nanti

    Ya itulah mungkin topik cerita mudik saya kali ini, saya ingin mnceritakannya dari segmentasi waktu yang sudah, sedang dan akan saya jalani.

    Jika dulu (dari kecil hingga saat ini) saya waktu usia SD smpai SMA masih dapat angpau dari saudara2.

    Namun kini saya menyadari begitu cepatnya waktu hingga saya sudah berusia 22, saya sudah lulus kuliah dan profesi dan bekerja, saya lebih beruntung dibanding saudara saya yang sebaya karena masih menjadi tanggungan orang tua.

    Jika dulu saya berfikir bahwa hari lebaran itu hari yang berkah karena saya dapat angpau yang lebih cukup daripada uang jajan, namun kali ini saya berfikir bahwa lebaran kali ini berkah bagi saya karena saya dapat memberi angpau bagi saudara2 saya yang lain.

    Sungguh saya bahagia ketika memberikan mereka angpau walaupun dengan jumlah yang tak seberapa. Saya merasakan kebahagiaan dari raut wajah yang ceria dari keponakan2 saya merasakan kenikmatan ketika kita bisa berbagi dengan orang lain. Tangan diatas itu memang lebih baik daripada tangan dibawah.

    Dan nanti saya berharap agar saya dapat istiqamah untuk selalu bersyukur, bersedekah dengan rejeki2 yang saya miliki, serta saya bisa membantu saudara2 saya dikampung tak hanya dari sebatas angpau, saya berharap saya dpat mensejahterakan semua orang yang membutuhkan semisal pekerjaan dll. Saya teringat pepatah ayah saya yang sangat lebih baik memberi kailnya daripada memberi ikannya.

    Mudah2an Allah SWT medengar do’a saya Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.