Pencarian Bakat Alamiah

Beni BeBenarkah bahwa bakat itu adalah kelebihan yang ‘diberikan tanpa perlu diasah‘??

Benarkah orang-orang tanpa kelebihan yang bisa dilihat dari kecil disebut sebagai tidak punya bakat‘??

Masyarakat kita dan kita sendiri seringnya terlalu cepat dan tidak sabar dalam mengatakan ‘ah, aku tak punya bakat apa-apa‘. sementara begitu banyaknya bakat-bakat yang untuk kemunculannya membutuhkan waktu dan juga proses. Bakat-bakat seperti, intuisi, jiwa petualangan, kepemimpinan, senses of humor, ketangguhan, kemampuan merefleksi, kesabaran, problem solver dan lainnya adalah bakat-bakat yang sering berkembang menjelang usia 40 karena proses pematangan yang alamiah. Hmm, masa harus menunggu sampai dengan umur 40 tahun?

Setiap insan lahir dengan bakatnya sendiri-sendiri.

Semua bayi terlahir dengan bakat ’terberi’ yang sudah tercatat di dalam DNA nya, itulah sebabnya tidak ada DNA yang memiliki susunan struktur sama persis antara tiap individu.

Benarkah?

Bakat bisa diartikan sebagai keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain dan dengan inilah Allah SWT mendistribusikan dan menjamin pencarian rejeki sehingga tidak saling serobot. Keberbakatan ini juga ditandai dengan bila dilakukan sesuai bakatnya maka seseorang akan menrasakan kesenangan dan bukan keterpaksaan mengerjakan, bahasa kerennya Enjoy!

Keterpaksaan yang tidak alamiah dalam melakukan adalah hal-hal yang merusak tumbuhnya bakat seseorang, munculnya alasan-alasan yang diakibatkan oleh ketidaksabaran kita dengan proses yang alamiah seperti ‘demi uang’, ‘demi karir’ dan demi-demi lain yang diiringi dengan ketidaknyamanan rasa, berkurangnya keyakinan apakah akan membahagiakannya nanti.

Contoh paling sering terjadi misalnya saja , mengapa kita harus berfokus pada bakat komputer yang dimiliki orang lain bila kita memiliki bakat ‘ketahanan mental‘ yang bisa mengantarkan kita ke berbagai sukses lainnya??

Kita setuju bahwa tidaklah mudah mengerti ‘apa bakat yang tertanam dalam diri’ kita ditengah derasnya industri bisnis dan konsumerisme ini. Tetapi apakah kita mau terus menerus hidup dalam ketidakdamaian karena merasakan ada sesuatu yang ‘tidak pas’ dan membuat kita hidup seperti robot??

Kemunculan bakat yang sesungguhnya adalah salah satu tanda ‘dia akan dikenang sebagai apa nantinya jika sudah meninggal’. Ingatkah bila seseorang dikatakan ‘Orangnya telah mati tetapi jiwanya selalu hidup‘. Kemalasan kita dalam menghehtikan mengembangkan bakat terbaik kita adalah tanda-tanda matinya kebermanfaatan dirinya bagi orang lain juga lingkungannya.

Sedangkan hadits Nabi SAW mengatakan “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Kegalauan dan ketidakyakinan akan menggantikan hari-hari bekerja kita yang kita lakukan akibat ketidakpedulian kita pada ‘bakat alamiah‘ kita.

Teruslah mencari hal-hal terbaik dalam diri kita yang bila kita lakukan kita merasakan kedamaian dan keutuhan sebagai insan SuksesMulia. Di Al-Quran disebut 4 kali kata “Keberadaan Terbaik” (QS 6:135, QS 11 : dan 121, QS 39:39). Janganlah berhenti bila belum ketemu. Seperti halnya Albert Einstein yang melewati masa-masa panjang sebelum pada akhirnya digolongkan sebagai ilmuwan berbakat.

Jika anda belum menemukan Bakat Alami Anda atau anak-anak Anda, ada bisa menghubungi saya dan pakar-pakar lainnya yang ada di TrainerLaris.com

Orang berbakat bukanlah berarti anak berusia 15 tahun bersuara ala Justine Beiber melainkan adalah orang yang telah menemukan Jati Dirinya.

Salam SuksesMulia

Beni Badaruzaman (Penulis Buku #BrainGeneticPotential)

Bagikan:

One thought on “Pencarian Bakat Alamiah”

  1. robin says:

    Nah ini ada satu lagi, yang jadi isnpirasi. Sebaik2 manusia adalah yang baik terhadap istrinya. Saya belum punya pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.