Pemimpin Jadilah Pemimpin

jkw.jpg

Kepada yang saya hormati
Presiden Republik Indonesia
Bapak Joko Widodo

Assalamu’alaikum wr. wb

Pak Jokowi yang saya hormati, saya bukanlah politisi, bukan pengagum bapak dan bukan pembenci bapak. Saya adalah rakyat biasa yang negerinya dipimpin oleh bapak. Sebelumnya maafkan saya apabila surat terbuka ini tidak berkenan. Saya tidak punya akses ke istana sehingga tentu sangat sulit untuk bisa berjumpa dan berbicara empat mata dengan bapak.

Sebenarnya sebagai warga negara saya termasuk orang yang sangat kecewa dengan beberapa keputusan bapak. Apalagi keputusan yang terakhir, kerja sama dengan Proton. Saat itu yang terbayang di pikiran saya adalah pak Sukiyat yang dulu pernah dijanjikan bapak untuk mengembangkan dan membuat mobil ESEMKA. Entah mengapa saat mendegar berita tentang hal ini saya menangis pak. Tapi saya tidak mau membahas hal ini.

Saya memahami kesulitan bapak. Apakah ingin ikut kebijakan partai pengusung, memilih berpihak kepada rakyat, atau membangun koalisi dengan “partai oposisi” yang justeru menguasai di parlemen. Apabila bapak bertanya kepada saya, tentu saya akan menjawab ambilah keputusan yang diridhoi oleh Allah dan berpihak kepada kepentingan rakyat dan kemajuan negeri ini. Sekalipun mungkin bapak dilengserkan, namun bapak akan tercatat sebagai pemimpin indonesia terbaik dambaan rakyat yang terukir bak prasasti di hati rakyat. Saya tidak ahli urusan pengambilan keputusan politik, ini hanya suara hati salah satu rakyat yang mungkin namanya tidak terlalu berarti bagi bapak.

Bapak presiden yang saya hormati, saya tahu beban berat bapak dari bahasa tubuh dan diksi kata yang bapak ucapkan saat muncul di media. Maaf sekali bapak presiden, bahasa tubuh bapak tidak mencerminkan pimimpin tertinggi negeri ini. Bahasa tubuh bapak kurang percaya diri dan tidak memancarkan kekuatan, energi serta pesan yang kuat untuk rakyat. Mungkin karena di pikiran dan hati bapak, bapak bukanlah seorang pemimpin tertinggi tetapi karena bapak hanyalah “petugas” partai.

Bapak presiden, jadilah pemimpin yang sebenar-benarnya pemimpin. Buat rakyat Anda bangga, jadikan wewenang dan kepemimpinan Anda menambah bekal untuk pulang ke kampung akherat. Lebih baik bapak dipecat dari partai dan dilengserkan oleh para politisi daripada nama bapak dicoret dari hati sanubari rakyat.

Doa saya untuk bapak. Mohon maaf bila kurang berkenan.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Jamil Azzaini

Bagikan:

32 thoughts on “Pemimpin Jadilah Pemimpin”

  1. dinarapriyanto says:

    Aamiin… Semoga Alloh memudahkan langkah beliau

  2. Wim says:

    Presiden sebagai pimpinan tertinggi negara harus kita dukung jika buat keputusan yg berguna utk rakyat… Sebaliknya kita wajib mengingatkan jika keputusan beliau kita anggap tidak tepat. Salut Kek Jamil

    1. Jamil Azzaini says:

      Akur…mas WIM, bukunya ditunggu hehehehe

  3. Jussie says:

    Subhanallah.. salut buat Pak Jamil yang berani mengirim surat terbuka kepada pak Presiden yang semakin lama semakin kelihatan ‘disetir’ oleh elit partai pengusung… Semoga pak Presiden dibukakan hatinya untuk takut kepada Allah dan memperjuangkan kepentingan rakyat dan berhenti untuk mengatakan “bukan urusan saya”… aamiin.

    KerOn pak Jamil.. Saluut..

    1. Jamil Azzaini says:

      Doakan yang terrbaik buat negeri inj

  4. Davied Vierronieca says:

    Aamiin… semoga bpk presiden membaca surat ini, dan segera melakukan perubahan

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin YRA

    2. Ora Dadi Opo says:

      Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin_

  5. harri firmansyah says:

    sudah waktunya beliau disurati seperti ini. Singkat dan Lugas. satu masukan saja dr …” Rakyat Indonesia tidak akan pernah melengserkan pemimpin yg berpihak pada kepentingan Rakyatnya”…be Free to choose pak Jokowi..

    1. Jamil Azzaini says:

      Yessss…..

  6. CECEP SAPRUDIN says:

    Izin share Kek.
    Saya juga turut mendoakan semoga Bapak Jokowi dapat menjadi pemimpin yg berpihak kepada rakyat.

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati

  7. fitri says:

    Salut om dengan suratnya,semoga akan banyak surat seperti ini untuk pemimpin negri ini…

  8. Titik Asmurah says:

    ActiOn P Jamil ..KerON..saya salut..:)

  9. Taufik Mardian says:

    Amiiinn….Semoga doa yg menguatkan ini sampai kepada Pak Presiden…terima kasih Pak Jamil…

  10. Dhani Halimanti says:

    Aamiin 3x yra ..

  11. Wiranata says:

    Subhanallah. :’) Kek Jamil luar biasa. Blak-blakan tanpa rasa segan sedikitpun. Memang harus begitu. Cukup presiden kita saja yang bersandiwara bagaikan wayang dimainkan oleh dalangnya. Jangan sampai rakyat yang dipermainkan oleh kebijakan yang tidak sama sekali berpihak kepada rakyat.

  12. kusnadi ikhwani says:

    Subhanallah surat terbuka yang sangat indah….

  13. mahfudz RZ says:

    Kek bahasanya terlalu santun & terlalu banyak minta maaf,, itu ciri orang F ‘feeling’ya kek(hehe…), kalau saya malah berharap ada kata2 yg lebih ‘mengehkan’ beliau,, kalaubeliau perlu dan wajib mengundang kek jamil mengadakan training sukses mulia,,, semoga pak presiden lebih mendengar komen saya ini…di banding surat dari kek jamil…
    Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita semua…. Aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Hahahahaha, smpeyan orang Thinking ya….

    2. Ora Dadi Opo says:

      Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin_

  14. desri setiawati says:

    Amin amin amin YRA…….semoaga Allah mengabulkan doa kita semua…

  15. giri says:

    Dahsyat Pak Jamil….mmg pemimpin kita skrg ini perlu di”SENTIL” itu bukti rakyatnya yg cinta pd negri ini….kdg sy jg sedih pak…kenapa semuanya kok jadi begini….mungkin kita hanya bisa mengadu kdp ALLAH SWT….biar Allah yg menakdirkan beliau jd presiden..begitupula biarlah Allah yg menscenario pelengseranya…..sy hny bisa berdoa…

  16. Yadi Suryadi says:

    Kek, ini sebaiknya memang yang harus dilakukan siapapun. Untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Bapak Presiden yang T dan secara karakter personalitinya harus tepat, terarah, logis, rasional objektif (kepala negara yang selalu memikirkan kesejahteraan rakyatnya). namun kemudian arah kebijakannya tak prorakyat, maka inilah peran org F yang mudah-mudahan dengan kelembutan perasaannya bisa menggugah kelogisan pikiran sang presiden kembali ke arah kebijakan yang adil dan benar.

  17. andy says:

    Ga bakalan diliat bro apalagi didengar, pemimpin model kayak gitu itu wajib dilengserkan,hatinuraninya udah mati, lebih mementingkan kroni2 drpd rakyatnya, lebih takut sama partainya drpd sama allah,

  18. Arsyad says:

    Smga ke depannya lebih baik. Aamiin ya mujibasailin

  19. Yasminehime says:

    Kemarin Pak Jamil menjadi pembicara di acara kantor saya (11 Februari 2015) di Kuningan City
    sangat menyenangkan! 🙂
    sebagai rakyat biasa saya akan mendukung setiap keputusan yang dikeluarkan oleh seorang Presiden apabila keputusan tersebut dikeluarkan untuk kemaslahatan Rakyat saya mengharapkan Presiden yang memimpin negaranya harus bijak, adil, bijaksana, Pro Rakyat dan independent dalam mengambil keputusan meskipun tentu saja Presiden berhak menerima masukan-masukan dari berbagai pihak selama masukan tersebut bersifat positif. Intinya saya berharap Pak Jokowi bisa membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih baik lagi. Semoga Beliau menjadi pemimpin yang Allah Ridhoi..Amin

    1. Jamil Azzaini says:

      Siip, saya juga berharap demikian…

  20. Nasiatul Aisyah Salim says:

    “Ambilah keputusan yang diridhoi oleh Allah dan berpihak kepada kepentingan rakyat dan kemajuan negeri ini. Sekalipun mungkin bapak dilengserkan, namun bapak akan tercatat sebagai pemimpin indonesia terbaik dambaan rakyat yang terukir bak prasasti di hati rakyat”. Kata-kata kakek ini buat saya meneteskan air mata… Benar-benar dalaaammm.. Terimakasih kek.. tulisan kakek juga menjadi pelajaran buat kita sebagai pemimpin diri sendiri…

  21. Asril Efendi says:

    Aslkm,guru …sy izin share y.

  22. Ari Wijaya says:

    Presiden yang disentil. Saya pun tersentil. matur nuwun, Pak Jamil.

    Saya juga turut terus berdoa untuk Pak Jokowi. Ambil keputusan yang memang menomorsatukan rakyat, menonormastukan Indonesia. Membuat Indonesia disegani.

    Rindu Indonesia yang lebih mandiri, wibawa dan disegani.

  23. Gatra Putratama says:

    Pemimpin sebenarnya adalah pemimpin sejati yang hanya takut Pada Allah dan Rakyatnyaa… Makasih kek suratnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.