Pelitnya Jangan Terbalik

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya kepada saya, “Pak, teman saya mau memajukan bisnisnya, ia ingin konsultasi, oleh ahlinya diminta bayar 400 juta rupiah dalam setahun. Mahal gak, pak?” Saya jawab singkat, “Selama menghasilkan tambahan keuntungan milyaran rupiah maka itu murah. Tapi bila hasilnya tidak signifikan, itu mahal banget.”

Mahal dan murah itu sangatlah relatif, tergantung persepsi dan manfaat yang diperoleh. Mengapa orang rela meminjam untuk beli rumah atau mobil dengan harga ratusan juta? Karena ia yakin, rumah dan mobil itu memberi banyak manfaat baginya. Dan hal ini juga seharusnya berlaku untuk investasi pengembangan diri.

Sahabat saya Iyan Rahdiana, rela meminjam uang untuk ikut Trainer Bootcamp & Contest yang diadakan Akademi Trainer. Lelaki yang fasih berbahasa Inggris ini yakin bahwa uang pinjaman itu bisa mengubah hidupnya. Dan terbukti, sekarang lelaki ini menjadi salah satu trainer laris. Investasi yang dikeluarkan menjadi sangat tidak berarti dibandingkan hasil yang ia peroleh.

Alumni Akademi Trainer yang seirama dengan Iyan Rahdiana jumlahnya sangat banyak. Mereka rela berinvestasi untuk hasil yang berlipat ganda. Mereka menghindari mental gratisan. Karena mereka yakin bahwa orang-orang yang bertumbuh maju itu rela menginvestasikan uangnya untuk sesuatu yang meningkatkan kemampuannya.

Agar tidak terjadi pemborosan investasi langkah pertama yang sebaiknya Anda lakukanlah adalah tetapkan dulu profesi pilihan yang ingin Anda tekuni. Setelah itu, tetapkanlah indikator keberhasilan di profesi yang Anda pilih. Baru setelah itu, siapkanlah dana investasi untuk mengembangkan diri Anda.

Bagi Anda yang sudah menetapkan diri untuk menjadi seorang trainer berkelas, ingin terus tumbuh, laris dan memuaskan peserta training saya sarankan ikutlah Trainer Bootcamp & Contest pada 6 hingga 8 September 2013. Hubungi segera Saidah di 0812-1632-0707, karena kursi yang tersedia sangat terbatas.

Jangan pelit mengeluarkan dana untuk hal-hal yang berguna bagi perkembangan hidup Anda. Pelitlah mengeluarkan dana untuk hal-hal yang tidak memberi manfaat dan merusak seperti untuk membeli rokok, minuman keras dan sejenisnya. Pelitnya jangan terbalik. Setuju? Bila setuju mohon tulisan ini dishare…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9


Bagikan:

15 thoughts on “Pelitnya Jangan Terbalik”

  1. setuju dengan kalimat ini pak. “Mahal dan murah itu sangatlah relatif, tergantung persepsi dan manfaat yang diperoleh.”

  2. Eny Haryaningsih says:

    sepakat kek Jamil terima kasih tuk S̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥♍ɑ̣̇ªåηGΏ̶̲̣̣̥ªått paginya
    salam SuksesMulia

  3. Exel Randy Orlanda says:

    Wah Pak kalo dii tempat saya malah sebaliknya cuma beberapa persen org yang berpikiran positif utk berinvestasi utk hal yang bermanfaat,jadi tugas saya skrg berusaha keras utk mengubah paradigma mereka.mohon do’a nya yaa Pak smga lancar.amiinn YRA !!! Salam SuksesMulia !

    1. Langsung kirim doa mas, salam SuksesMulia

  4. ikutan WBT atau TBnC imbasnya bukan saja bisa lebih pede berbicara di depan orang atau semakin kerON membawakan trainingnya, tetapi lebih dari itu…pembelajaran akan nilai2 kehidupn yang diajarkan oleh sang guru jauh melebihi itu semua…thanks a lot kek

    1. Peluk dari jauh, salam SuksesMulia

  5. Catcilku says:

    Mau banget ikut, tapi masih bentrok waktunya pak 🙂

  6. isur marhan says:

    maaantaaabs mas. Salam SuksesMulia

  7. @SifaAkira says:

    LanjutGan kek 😀

  8. fatkur says:

    Saya sudah banyak ikut pelatihan dari yang ratusan ribu sampai yang jutaan pak. Tapi belum rejeki atau harus bagaimana lagi ya pak?…soalnya semua biaya juga dapat dari pinjaman…apa memang Allah akan memberi rejeki lewat jalan lain?. Semoga saya bisa menjadi orang yang banyak bermanfaat untuk orang lain seperti trainer atau ustadz dan meninggalkan karya yang bisa saya banggakan dihapadan Allah kelak. Seandainya cita-cita saya belum tercapai sampai Allah memanggil saya. Apakah saya berhak mendapatkan syurgaNya…Wallahu alam…

    1. Banyak ikut pelatihan memang bukan jaminan keberhasilan mas. Sesuai tulisan saya di atas, tentukan profesi yg mau dipilih dan carilah pelatihan yang berhubungan dengan profesi. Setelah itu perbanyak jam terbang.

  9. Gustiardi says:

    Assalamualaikum,,salut buat kang iyan,,,salam sukses mulia ..

  10. Wah yang ini saya baru baca. 🙂

    Terkadang angka dapat menjatuhkan mental, tetapi jika perhitungan dan ditambah keyakinan yang tepat, maka seperti kata kek Jamil “Mahal dan murah itu sangatlah relatif, tergantung persepsi dan manfaat yang diperoleh”. 🙂

    Kira-kira kalau waktunya pas, boleh ikut Akademi Trainer ga ya? :p

  11. miftah fawzy says:

    Wah kalo belum arah n tujuan yg ingin didapatkan masak harus memaksakan ikut training

  12. dhiyah says:

    asslamualaikum pak jamil
    utk mengikuti trainer bpk?apkh qt sndri sdh bs memiliki bakat utk mentrainer,,ato dg mngikuti trainer bs memberi motivasi kpd org lain?ato yg sdh mempunyai passion sbg trainer

Leave a Reply

Your email address will not be published.