Pelajaran dari Sumbawa Barat

Bersama 3 trainer alumni Triner Bootcamp dan 4 fasilitator dengan membawa bendera Kubik Kreasi Sisilain saya memberikan training bagi aparatur Pemkab Sumbawa Barat selama 2 hari. Untuk sampai ke Taliwang, ibukota Sumbawa Barat, kami harus menempuh perjalanan darat, laut dan udara. Dari Jakarta terbang ke Lombok setelah itu perjalanan darat 2 jam, kemudian naik kapal feri 2 jam, diakhiri perjalanan darat 1 jam.

Selama disini kami menyaksikan pembangunan kota Taliwang yang sedang menggeliat. Tampak gedung Pemda yang mirip dengan Gedung Putih. Ada pula masjid agung Darussalam dengan kolamnya yang indah –dari tempat wudhu kita seolah berada di Sea World, karena kolam di depan masjid berada lebih tinggi dari tempat wudhu dan dibatasi dengan kaca tebal.

Sebagai penikmat kuliner, saya menyisihkan waktu untuk berburu makanan khas Sumbawa Barat: sepat dan pelopo. Sepat adalah ikan yang dimasak berkuah dicampur beberapa sayuran, rasanya nikmat luar biasa. Sedangkan pelopo adalah susu kerbau dicampur gula merah. Baru pertama kali ini saya makan kedua makanan tersebut. Tentu saya tak lupa membeli madu asli Sumbawa yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu, saya juga diajak panitia untuk mencicipi telur penyu.

Saya berbagi pengalaman baru tersebut melalui twitter. Ada banyak respon yang datang ke time line saya. Salah satunya adalah perihal telur penyu. Sejujurnya saya baru tahu bahwa penyu itu binatang yang sedang dilindungi dan telurnya tidak boleh sembarangan dikonsumsi.

Kunjungan saya ke Sumbawa Barat kali ini juga memberikan sebuah pelajaran penting: betapa pembangunan di Indonesia masih belum merata. Contohnya, di Jakarta listrik mati beberapa saat saja masyarakatnya sudah banyak yang protes. Sementara di Sumbawa Barat, dimana perusahaan kelas dunia Newmont berdiri, listrik beberapa kali padam selama 2 hari saya di sini dianggap biasa. Sungguh ironis, daerah pemilik tambang emas ini seolah tidak memperoleh cipratan emas yang menjadi sumber kekayaan alamnya. Kemana larinya kekayaan alam negeriku?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Keterangan foto:
Spanduk Seminar JA dan Kubik Kreasi Sisilain di Kabupaten Sumbawa Barat.

Bagikan:

7 thoughts on “Pelajaran dari Sumbawa Barat”

  1. ARDHA says:

    Maka dari tiu banyak pulau2 diluar Jawa ingin melepaskan diri.. Pemerintah terlalu Fokus pembangunan di Pulau Jawa..

    Selalu menebar Manfaat terus Pak Jamil… ^_^

  2. Uuuaaaaa…. mau asiikknya Pak… saya jadi pengen kesana juga…hehehehe

    thx 4 share Pak..

  3. Mantap Sharing pagi ini..

    Moga berkah kek

    @dr_want

  4. adi sosiawan says:

    Terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada kami pak jamil di Sumbawa Barat, terutana diri kami sebagai pribadi,, semoga apa yang telah bapak sampaikan tentang kiat bekerja “SuksesMulia” dapat mewarnai kehidupan kami dipenghidupan dunia maupun diakherat kelak,,,

  5. Nafi says:

    Wah…sayang sy bukan salah satu peserta seminar kemarin Pak.
    Sy salah satu staf BK-Diklat Sumbawa Barat.
    Smoga kesan Sumbawa Barat membawa Bapak kembali berkunjung ke sini ya Pak… ^^

  6. dwinur77 says:

    asyiknya jalan2….sambil bagi ilmu Pak

  7. firman says:

    Terima kasih kepda Tim Kubik dan teruma kepada Pak Jamil karena telah menyempatkn waktu menerima undangan kami Pemkab Sumbawa Barat semoga ilmu yang diberikan dpt bermanfaat bagi kami dan jg untuk kemajuan Sumbawa Barat amin….. Salam Suksesmulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.