Pelajaran Dari Pesta Khitanan

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hari Sabtu, 4 Februari 2017, lalu saya dan keluarga memenuhi undangan kakak kandung saya di Lampung, ia mengkhitankan keponakan saya Jafar Muhammad Abdullah. Semula saya hampir tidak datang karena jadwalnya padat training, tetapi alhamdulillah akhirnya saya bisa datang. Saya tidak mengira, acaranya begitu meriah.

Diskusi dengan keluarga di dalam bus
Diskusi dengan keluarga di dalam bus
Undangan yang hadir di acara itu empat ribu orang lebih, datang silih berganti dari jam 10.00 hingga 20.30 wib. Bukan hanya dari Lampung, para tamu datang dari luar propinsi termasuk Jakarta, Jabar, Jateng, Djogjakarta dan Jawa Timur. Tentu saya sangat bersyukur bisa hadir diacara itu, berjumpa dengan saudara dari berbagai daerah yang sudah lama tidak jumpa. Banyak pembelajaran yang saya dapat dari acara hajatan kakak saya tersebut.

Pertama, pertemuan fisik itu sangat penting. Selama ini saya sering melakukan komunikasi via social media dengan saudara-saudara saya. Namun saat jumpa secara fisik, rasanya berbeda, experince-nya sangat merasuk ke dalam jiwa: nikmat dan membahagiakan. Apabila dibuat skala 1 hingga 10, ngobrol dengan saudara bia wa/sms kepuasaannya hanya 2 tetapi saat jumpa nilainya bisa mencapai 10. Sungguh, praktekkanlah. Terima kasih kakakku, yang telah mempertemukan kami dengan banyak saudara.

Kedua, ngobrol dengan ibu itu penting. Sabtu malam, saya sengaja tidak tidur bersama keluarga saya. Saya tidur berdua dengan ibu saya. Dari obrolan ringan dengan ibu saya, ada hikmah yang mendalam yang saya dapatkan: “Jamil, semakin tua hidupmu, kamu akan semakin menyadari bahwa yang terpenting dalam hidup adalah seberapa banyak yang bisa kamu berikan bukan seberapa banyak yang kamu dapatkan.” Malam itu, saya merasa sangat bahagia bisa tidur berdua bersama ibu saya. Lelah yang semula terasa, sirna saat terbangun dari tidur.

Baca Juga  Hal Baru itu Perlu Perjuangan

Ketiga, kebersamaan menambah kebahagiaan. Untuk kepergian ke Lampung kali ini, saya sengaja menyewa bus yang ada fasilitas ruang diskusinya. Di ruang itulah keluarga kami bercengkerama, menuntaskan presentasi proposal hidup masing-masing anggota keluarga yang belum selesai. Kami saling berpendapat, berdiskusi mengeluarkan isi pikiran dan hati. Dan kami sangat menikmati perjalanan penuh inspirasi ini. Alhamdulillah, benar-benar merekatkan.

Pelajaran hidup ada di kanan-kiri kita, mari kita petik. Acara khitanan pun memberikan banyak pelajaran. Saya yakin, acara yang Anda ikuti juga memberi banyak pelajaran. Ambilah…

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer