“PEDE” Aja Kali…

PEDE-Aja-Kali.png

Pernah merasa ga pede? Pernah merasa ga bisa ini dan itu? Pernah merasa mempunyai kemampuan di bawah teman kamu?
Sekarang kita sama-sama mengakui bersama “Iya, saya pernah merasakan itu semua. Tapi saya yakin bahwa saya akan menjadi pribadi yang lebih baik dari yang terbaik mulai detik ini.”
 
“Kita sering merasa ga pede karena kita tidak biasa”
Siapa yang terbiasa berbicara bahasa inggris dalam kesehariannya, dia akan pede ketika berbicara bahasa inggris dengan orang lain. Siapa yang terbiasa berbisnis, dia akan pede menghadap kegagalan dan kesuksesan bisnisnya. Siapa yang terbiasa menulis, dia akan pede mempublish tulisannya.
Jadi buatlah kebiasan-kebiasaanmu sendiri. Kebiasaan yang memang menjadi kesukaanmu. Kebiasaan yang bisa memberikan manfaat buat diri sendiri, dan orang lain.
 
“Kita sering merasa ga bisa ini dan itu karena kita malas belajar”
Siapa yang ingin bisa berjalan, maka dia harus belajar berjalan, walaupun dari tahap merangkak dulu. Siapa yang ingin bagus dalam membaca Al-Quran, maka dia harus belajar dengan orang-orang yang bagus dalam membaca Al-Quran. Siapa yang ingin bisa menjadi motivator, maka dia harus belajar kepada motivator yang sudah sukses.
 
Fas aluu ahladzikri inkuntum laa ta’lamuun. Belajarlah sesuatu kepada ahlinya. JIka ingin bisa ini dan itu, banyak-banyaklah belajar. Tapi ingat, spesialisasi itu mahal, maka perdalamlah satu bidang yang kamu sukai dengan baik. Belajar bisa dengan cara apa saja, dari mana saja, dan kapan saja. So, masih punya alasan buat ga bisa ini dan itu? 
 
“Kita merasa mempunyai kemampuan di bawah teman kita karena kita sering meremehkan diri sendiri”
Ini bener-bener penyakit diri kita yang harus kita hilangkan secara bertahap. Kenapa bertahap? Karena mungkin secara tidak sadar kita sudah menanam bibit meremehkan diri sendiri dari kecil. Contohnya, ketika guru SD kita mulai berdiri di depan kelas sambil bertanya “siapa yang ingin memimpin doa di depan kelas hari ini?”, kita semua langsung nunduk dan suka main tunjuk-tunjuk orang lain. Betulkan ternyata kita udah pernah menanam bibit meremehkan diri sendiri itu dari kecil? Oke sekarang tugas kita adalah menghilangkannya secara bertahap.
 
Ini ada sedikit cara untuk mengobati penyakit itu:

    1. Sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang memotivasi diri sendiri
    2. Pede jadi diri sendiri dan harus jujur
    3. Gambarkan mimpi kamu dan berusaha sabar melalui cara-cara meraih mimpi tersebut sesuai keinginan kamu.
    4. Belajar, belajar, belajar
    5. Berdoa, mendoakan, dan minta doa

 
Ayo bersama menjadi generasi yang PEDE!
PEDE akhlak, PEDE ilmu, PEDE harta, PEDE tahta, dan PEDE cinta
“Jangan pernah remehkan impianmu, karena dia bibit kenyataan. Allah Maha Mendengar.”
 
Tulisan dikirim oleh Rizqi Rangga Aufar

Bagikan:

13 thoughts on ““PEDE” Aja Kali…”

  1. rizka says:

    PEDE untuk hidup SuksesMulia 🙂 syukron kek

    1. Berrterima kasihlah kepada yang menulis ya, hehehehe

  2. henny hasyim says:

    Subhanallah…Allah menyempurnakan manusia lebih dari makhluk ciptaaan lainnya yang ada di bumi ini, jadi…kenapa manusia meremehkan diri sendiri dan sesama nya?

  3. Mohammad Alfan Alfian Riyadi says:

    Keren nih..
    semoga tulisan ane kirim juga di muat di sini.. hehehe

  4. princess amanda says:

    pede untuk mencapai impian impian sehingga menjadi makelar rezeki smp akhir hayat dengan khusnul khotimah penuh senyuman di bibir…
    jadilah expert di bidang yang kita cintai…
    untuk menjadi expert perlu biaya….so mendingan kurangin jajan dan shoping yang ga penting mulailah invest ilmu untuk menuju impian menjadi expert di bidang yang paling kita cintai….;)

    tulisannya sgt inspiring…jazakillah khair…

  5. princess amanda says:

    upz afwan ini tulisan kiriman rangga yaitu seorang ikhwan ya…
    ralat jadi jazakalah khair…

  6. mariana says:

    Harus pede

  7. Budi says:

    Right. Senada dg apa yg diwasiatkan AL-AMIN sholallohu ‘alaihi wasallam : ” Bukan dari golongan kami orang yg bersifat pesimis ( kurang percaya diri) atau membuat orang lain pesimis…. ” HR. Al- BAzzar dan Thobroni. (Tarbiyatul Aulad Fil Islam : Prof. Abdullah Nasih Ulwan)

  8. Agustin says:

    Subhanallah…
    Saya pernah mersakan hal itu,jadi saya harus PEDE… 🙂

  9. sudah dikasih otak, tangan kaki, badan, nafas, semuanya lengkap sempurna, kalo nggak pede juga, ya dibuang ke laut ajah! namanya tidak bersyukur, namanya tidak pandai mensikapi apa yg sudah Tuhan berikan… kalo sudah dikasih semua amunisinya secara lengkap oleh Tuhan, ya nggak ada pilihan lain: harus action dengan pede! tunjukkan jari dirimu! begitu kira-kira pesannya!

  10. anisah says:

    trmksh ilmunya, sangat bermanfaat bagi byk org yg hingga detik ini msh mengalami masalah dgn PD, termasuk saya. insyaallah sy akan praktekkan cara mengatasi masalah ini. smga Allah memberikan sy kekuatan utk PD, agar bermanfaat bagi byk org, agar menjadi org yg sukses mulia. amin

  11. dnur77 says:

    bismillah….PEDE aja…

  12. Alhamdulillah semua tanggepannya positif, semoga kita semua bisa berbagi ilmu ya. Semua tulisan pembaca bagus-bagus banget, menginspirasi.

    @rizqirangga

Leave a Reply

Your email address will not be published.