Paradoks Kehidupan

paradoks.jpg

Di dalam menjalani kehidupan banyak sekali paradoks yang kita temui. Sesuatu yang terlihat menguntungkan namun faktanya merugikan. Sebaliknya, dalam kacamata manusia terlihat merugikan namun ternyata itu pintu datangnya keuntungan. Oleh karena itu, tak baik hanya mengedepankan logika sebab ilmu kita sangatlah sedikit.

Orang mengira menyibukkan diri dengan bisnis atau karir dan melupakan Allah akan mendatangkan banyak keuntungan. Prinsip kelompok ini adalah “time is money”, sesuatu yang tidak mendatangkan uang abaikan. Padahal, menurut Sang Maha Tahu tidaklah seperti perkiraan mereka.

Orang yang terlalu sibuk urusan bisnis atau karir dan mengabaikan urusan dengan Allah justru mengalami banyak kerugian dan akan diberikan empat penyakit. Sabda Nabi saw yang diriwayatkan Imam Thabrani, empat penyakit itu berupa: Kebingungan yang tiada putus-putusnya, kesibukan yang tiada pernah ada ujungnya, kebutuhan yang tiada terpenuhi, khayalan yang tidak berujung.

Bila Anda menderita satu dari empat penyakit tersebut, waspadalah. Boleh jadi itu isyarat Anda terlalu sibuk bisnis atau mengejar karir namun Anda mengabaikan dan jarang mengingat Allah SWT.

Orang mengira, menikah itu menambah beban. Padahal justru setelah menikah tercipta banyak sinergi yang berpeluang menghasilkan banyak keuntungan, kenikmatan, kebahagiaan dan ketenangan. Jangan tunda-tunda menikah hanya karena mengandalkan logika manusia yang sangatlah terbatas.

Begitu pula banyak orang mengira bersedekah itu akan mengurangi harta yang dimiliki, padahal sedekah itu pintu datangnya rezeki yang berlimpah. Ia juga sebagai sumber energi agar kita rela bekerja lebih keras untuk mendatangkan rezeki yang lebih banyak. Ternyata, matematika manusia dalam urusan rezeki terkadang berbeda dengan matematika Sang Pemilik Rezeki.

Manusia memang diberikan akal untuk berpikir dan menggunakan logikanya. Namun saat logika manusia bertentangan dengan apa yang difirmankan oleh Sang Maha Tahu, tundukkan logika itu, percayalah kepada-Nya. Jangan tuhankan logika karena memang banyak paradoks di dalam kehidupan nyata.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

7 thoughts on “Paradoks Kehidupan”

  1. ali samsudin says:

    Alhamdulillah, matur nuwun

  2. bagindo kasman says:

    Sarapan rohani yg segar.kek..

  3. Aji says:

    Sungguh menyejukkan kek, terima kasih sudah mengingatkan..

  4. zida maharani says:

    sungguh mampu menggugah rasa guru , syukron

  5. sugeng says:

    Bacaan yg mencerahkan …..

  6. sewa rental GENSET dot net says:

    Alhamdulillah diingatkan kembali, selaras dengan pekerjaan utama kita di dunia ini adalah sholat tepat waktu, sementara pekerjaan lain adalah selingan, makasiiih kek…

  7. iqho says:

    “Orang mengira, menikah itu menambah beban. Padahal justru setelah menikah tercipta banyak sinergi yang berpeluang menghasilkan banyak keuntungan, kenikmatan, kebahagiaan dan ketenangan. Jangan tunda-tunda menikah hanya karena mengandalkan logika manusia yang sangatlah terbatas.”

    Kena banget disininya

Leave a Reply

Your email address will not be published.