Panggilan Setelah Meninggal

justrelax1.jpg

Orang yang berpengaruh semasa hidupnya, baik positif maupun negatif, biasanya tetap dikenang walau sudah meninggal. Orang yang berpengaruh buruk semasa hidupnya akan terus menjadi contoh keburukan dan diceritakan turun temurun. Begitu pula orang yang berpengaruh baik akan diceritakan terus menerus kebaikannya bahkan menjadi nama bayi-bayi yang baru lahir.

Bukan hanya itu, mereka yang memberikan pengaruh baik bahkan akan diberi gelar tertentu. Ada yang mendapat gelar syuhada, radhiallahu anhu dan lain sebagainya. Sementara bagi orang Indonesia, penghormatan yang biasa diberikan secara umum adalah almarhum bagi laki-laki dan almarhumah bagi perempuan.

Kira-kira kita mendapat gelar apa kelak, ya? Apakah sekadar almarhum atau almarhumah? Semuanya bergantung kepada sepak terjang dan kiprah kita selama hidup di muka bumi.

Alkisah, usai pemakaman di suatu kampung, seorang banci mendatangi ustadz. Dia kemudian bertanya, “Ustadz kalau laki-laki meninggal mendapat gelar almarhum, sementara kalau perempuan meninggal mendapat gelar almarhumah. Nah, kalau suatu saat nanti saya meninggal, saya mendapat gelar apa, ya?”

Sang ustadz terdiam beberapa saat dan kemudian menjawab, “Nanti kalau kamu meninggal gelarnya bukan almarhum, bukan pula almarhumah. Gelar buatmu adalah almunium.” Dengan nada genit dan centil si banci itu berkata, “Iiihh ustadz! Akyu ini banci bukan panci tahu….”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

9 thoughts on “Panggilan Setelah Meninggal”

  1. ali samsudin says:

    wk wk wk

  2. vin says:

    hehehe 😀 di keluargaku pada perokok berat (kecuali suamiku) mereka bergelar Ahli hisap, gimana cara menasehati mereka pak Jamil?

    1. Wah saya tidak ahli dalam hal ini

  3. ORA DADI OPO says:

    almarhum = laki-laki
    almarhumah = perempuan
    banci = alumininum 😀

  4. sugihandoko says:

    time will tell, semua yang hidup akan terkikis oleh waktu pak, waktu akan menghancurkan segalanya. Terima kasih advise yg OK

  5. mu'anah al sri mulyani says:

    Nama ustadznya pasti : Ust. Jamil Azzaini… xixiixixixix

    1. Hehehehe, untungnya saya belum jadi ustadz 🙂

  6. adisti osiani says:

    Bacany udah serius bangeeeettt kekk,,, eh ujung2 critany bikin ngakak! *rotfl*
    Kekkk…. Bikin tulisan ttg muhasabah kematian dong kek….

    1. Ayo dirimu yg buat dan dimuat disini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.