Orang Tuamu Merindukan Prestasimu

1. Orang tuamu tak mengharapkan balasan darimu tetapi dia merindukan prestasimu (Jamil Azzaini)

Penjelasan: Saya yakin orang tua yang baik ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi anaknya.  Ia melakukannya bukan karena ingin mendapat balasan dari anaknya. Ia melakukannya semata-mata agar kehidupan anaknya jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Ia melakukannya agar anaknya bisa menjadi orang yang lebih hebat dan terhormat dibandingkan dirinya.

Setiap orang tua merindukan anaknya berprestasi bukan karena ia ingin mendapat balas budi. Ia ingin meyakinkan bahwa ia tidak salah mendidik anaknya. Ia ingin bisa bercerita kepada orang lain tentang kehebatan anaknya. Ia ingin anaknya tidak menjadi beban dan sampah bagi masyarakat sekitarnya. Ia ingin ketika kelak ia meninggal, anaknya bisa memberikan kiriman pahala bagi dirinya setiap saat.

Saat saya bisa menorehkan prestasi kecil yakni menjadi nara sumber di salah satu stasiun televisi tahun 1998 orang tua saya membuat pengumuman melalui pengeras suara masjid. Saat saya bisa bersalaman dengan presiden Soeharto tahun 1997 dan pak Habibie tahun 1999 ia bercerita bangga kemana-kemana. Saat frekuensi memberikan seminar atau training saya begitu tinggi, ia bercerita kepada banyak orang, “Rumahnya Jamil itu pesawat dan hotel.”

Namun ketika mereka saya sediakan rumah agar berkenan tinggal dekat dengan saya, ia hanya berkata, “Bapak lebih senang tinggal di kampung, Mil. Bapak tidak mau merepotkan kamu. Melihat kamu senang bapak saja sudah senang. Bapak dan mamakmu cukup kirim doa setiap hari untuk kamu, tidak harus tinggal bersamamu.” Oh, sedihnya hatiku…

2. Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah (peribahasa)

Penjelasan: Walau kita mengaku mencintai ibu kita, ketahuilah cinta kita tak seberapa bila dibandingkan dengan cinta ibu kita. Ia rela membawa kita kemanapun ia pergi selama sembilan bulan lebih. Ia rela bertaruh nyawa ketika melahirkan kita. Ia rela bangun malam melawan kantuk ketika mendengar tangisan kita saat masih bayi. Ia dengan setia menunggu dan merawat tatkala kita sakit. Ia berdoa setiap saat untuk kebahagiaan kita.

Apa yang sudah kita lakukan untuk ibu kita? Renungkanlah sejenak, pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk orang yang sudah melahirkan kita? Jangan-jangan, kitapun sudah sering lupa mendoakannya.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

30 thoughts on “Orang Tuamu Merindukan Prestasimu”

  1. Aswir says:

    Semoga saya bisa membuat ibunda tercinta tersenyum di alam sana.

    Terima kasih Pak Jamil, selalu mengingatkan.

    1. Eliya Tuzaka says:

      Ketika anak Adam (manusia) meninggal dunia maka yang akan mendampinginya terus di alam kubur adalah hanya 3 hal : 1) Amal jariyah, 2) Ilmu yang bermanfaat, dan 3) doa anak yang sholeh. Oleh karena itu maka “Prestasi Terbaik” yang bisa kita persembahkan kepada orang tua kita adalah… Menjadi ANAK YANG SHOLEH… Oleh karena itu saya oke banget dengan anjuran “Ustadz JA” agar kita mempersembahkan “Prestasi Terbaik” untuk orang tua kita…

  2. Jamil says:

    Aswir, Saya bantu aminkan ya. Salam SuksesMulia. JamilAzzaini

  3. Khalik HR says:

    Ya saya terus doakan ibu saya, semoga dgn inspirasi pak jamil pagi ini dapat terus mengingatkan saya untuk mendoakannya.Amin

  4. Anggit Setyaningsih says:

    Nangis baca tulisan ini..
    Belum bs bls smw pngorbanan org tua.
    Apalagi semalem,plg mlm bgt..bpk jemput dan ibu masih nungguin di dpn tv smp aku plg.
    I luv u ibu,bapak :*

  5. adi cah pekalongan says:

    Subhannallah Ustadz Jamil. Setelah beberapa kali saya membaca tulisan ustadz, hati saya semakin mantab untuk hijrah ke pekerjaan baru, dimana hijrah saya tersebut semata-mata ingin membahagiakan Ibu, Bapak, Istri & Anak saya di kampung, istilah jawanya ‘mikul duwur mendem keru’. Terima kasih juga Ustadz Andi yg sudah berkenan menjadi salah satu guru kehidupan saya.

  6. henry says:

    Thx atas nasihatnya pak. Smga orangtua2 muda spt kt tdk lupa akan kasih mrk n menjadi cth bagi kita utk mendidik anak2 kt.. Sy lihat kebahagiaan mrk yg lain adlh dikala melihat cucunya bermain n taat pd agamanya.. Slm sukses mulia

  7. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Sy jadi bersedih, Ibu-Bapak sendiri dan mertua sdh tiada semua. Tapi sy yakin ketika anak berbuat baik dan berprestasi Ibu-Bapak juga dpt pahala di alam kubur sana. Lebih sedih lagi, kalo ada masalah berat sy berdoa dan curhat kepada Ibu, tp skrg kepada siapa? Paling skrg sy curhat sama istri tercinta. Kata Ustadz JA kita tdk boleh cengeng dan nangis, sbb itu tanda kelemahan.

  8. murtafiah says:

    subhanallah… klo berbica tentang ibu & ayah ga ada habisnya… ga kerasa smpe meneteskan air mata… krn impian menaikn haji mrk blm terwujud… mdh2n allah permudah jlnnya & thn depan bisa terwujud.. amin “consider is done” syukron pa jamil webs selalu menginsfirasi…

  9. deny kurniawan says:

    alhamdulillah..sudah diingatkan kembali..terima kasih

  10. Firman says:

    Mengetahui cinta orang tua, masya Allah begitu besar cinta Allah sama kita :'(. Maafkan aku ya Allah, anugrahkanlah aku cinta kepadaMu, rasulMu dan kedua orang tua ku, aamiin. .

  11. Jamil says:

    Mas Budi, nangis itu bukan pertanda cengeng. Nngis itu tanda lembutnya hati. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  12. Aznee says:

    Ibu saya ingin sekali memiliki mobil pak Jamil, di usianya yang sudah tua ini..saya berusaha untuk membahagiakannya..walaupun saya juga harus menyicil dan harus hidup hemat..saya cuma ingin lihat ibu saya bahagia, di hari tuanya..Salam sukses pak πŸ™‚

  13. Ano says:

    begitu Indah.

  14. persis seperti yang iqbal renungkan akhir2 ini kek….tertuang dalam blog iqbal…
    tentang ibunda dan ayah

  15. Shalahudin Sadam Husein says:

    Keren pak nih motivasinya

  16. asmi says:

    subhanaLLah, bapak dan ibu adalah hal terbaik Allah karuniakan dalam hidup ini

  17. wahyu aji says:

    doakan kami semua yang baca ini bisa berprestasi untuk orang tua ya pak πŸ™‚

  18. Ya Allah, pengen nangis. Salam sukses mulia, Pak.

  19. didi says:

    poin 1. yg bagian akhir hampir persis seperti yg saya alami,pesen moral beliau sungguh melekat,. :'(

    thx mas jamil dah mengingatkan.
    salam sukses mulia

  20. mumun itu zaya says:

    Subahannalah,sampai saat ini saat saya disanjung sama teman2 dan keluarga.saat itu pula saya merasa sedih karena apa yg mereka pikirkan itu salah,karena belum mampu memberikan yang terbaik untuk orang tuaku.

  21. rizal says:

    sangat menggugah, mengingatkan saya sampai saat ini saya belum bisa berbuat banyak bagi orang tua..

  22. bejontung says:

    Iya Pak Jamil. Waktu saya sekolah, ibu sangat semangat saat pengambilan raport, karena namaku disebut di depan kelas, sebagai ranking tiga besar. Waktu saya lulus S1, ibu bikin kendurian di kampung. Waktu saya sering tugas keluar kota naik pesawat, begitu bangganya ibu bercerita kepada para tetangga.
    Jadi terdorong untuk terus berprestasi nih Pak. Doakan…

    1. begitulah orang tua….
      tak pernah henti banggakan kita
      tak pernah henti doakan kita
      semoga kita takkan lupa semua tetes keringatnya
      semua pengorbanannya
      bagi kebahagiaan kita…..

  23. Farah says:

    Ya Allah panjangkan umur kedua orangtuaku agar aku bisa membuatnya bahagia dan bangga akan diriku. Thanks Mr. JA udah ngibgetin sampai saat ini aku belum bisa memberikan materi utk mrk baru cucu yg lucu2 yg membuat mrk selalu tersenyum.

  24. amelia says:

    semoga saya bisa membahagiakan dan membuat bangga kedua orangtua saya kelak. Amiin ya Allah πŸ™‚

  25. chamid umar says:

    Yaa Alloh brikanlah kekuwatan dan kamampuan pada hamba hambamu untuk senantiasa menjadi anak yang berbakti selalu pada orang tua, yang menentramkan hati orang tua, yang membanggakan orang tua dan tntunya mendoakan orang tua, amiiin

  26. aswinda paturusi says:

    semog saya bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk orng tu saya amin

  27. doni says:

    Alhamd…matursuwun bt inspirasinya pak jamil

  28. don baskara says:

    dini hari baca tulisan bapak menetes air mata…rasa haru amat menusuk..
    di Rantau dengan perjuangan yang gigih srta jatuh dan bangun …rasanya ingin mundur ke waktu lampau..sangan inspiratif
    Maafkan aku ayah..doaku buat ayah di alam sana .aku merasa kurang maksimal memberikan balas budi pada ayah..aku janji akan balas buat ibu dan mertua serta cucu ayah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.