Orang yang Bangkrut

Di dunia ini banyak hal yang bila kita lakukan terlihat menguntungkan padahal sebenarnya sangat merugikan. Bukan hanya rugi tetapi juga bisa membuat kita tekor bahkan bangkrut. Salah satu hal yang seperti itu adalah “ngemplang” hutang.

Orang yang “ngemplang” hutang merasa hartanya bertambah. Mungkin perasaan itu ada benarnya, tetapi percayalah itu hanya berlangsung dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, orang yang hobinya “ngemplang” hutang akan kehilangan banyak teman baik, kepercayaan dan dijauhi banyak orang.

Dampaknya, ia akan kehilangan banyak peluang dan kesempatan yang bisa mendatangkan rezeki lebih besar. Bukan hanya itu, pengemplang hutang hidupnya akan selalu dihantui kegelisahan dan ketakutan sehingga mengurangi kebahagiaan hidup.

Lebih celaka lagi, apabila hingga meninggal pengemplang hutang ternyata belum sempat melunasi hutangnya. Mengapa celaka? Karena, di akhirat kebaikan para pengemplang hutang ini akan diberikan kepada si pemberi hutang. Apabila kebaikannya belum cukup untuk melunasi hutangnya maka keburukan pemberi hutang akan ditimpakan kepada si pengemplang hutang.

Sungguh, di dunia para pengemplang hutang ini sebenarnya menerima banyak kerugian namun ia tak menyadarinya. Sementara di akhirat, ia bisa menjadi orang yang benar-benar bangkrut. Mau? Tentu tidak. Oleh karena itu, jauhi ngemplang hutang. Bayar hutang sekarang juga!

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9


Bagikan:

7 thoughts on “Orang yang Bangkrut”

  1. khotim says:

    Termasuk utang puasa ya kek.. 😀

  2. TPsugiharto says:

    Sebagian dari kita agak ragu atau berpikir ulang ketika meminjam uang atau berhutang, karena hutang dibawa mati sangat besar kerugiannya.

    “Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” (HR. Ahmad No. 22546, An Nasa’i No. 4684)

    Pada kenyataannya, banyak orang yang berhutang untuk bisa merayakan lebaran layaknya orang kaya, untuk bisa menyelenggarakan pesta pernikahan dengan mewah, untuk bisa memiliki gaya hidup modern, misalnya dengan kredit mobil, rumah mewah, perabotan-perabotam mahal dsb. Lebih ironi lagi, ada yang hutang untuk selamatan keluarganya yang meninggal karena malu kepada para tetangga jika tidak mengadakannya, atau jika makanannya terlalu sederhana..Na’udzubillahi Min Dzaalik..

    Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Ketika dia mampu, dia langsung melunasinya atau melunasi sebagiannya jika dia tidak mampu melunasi seluruhnya. Sikap seperti inilah yang akan menimbulkan hubungan baik antara orang yang berhutang dan yang memberi hutangan.

    “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

    Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.

    Wallohu A’lamu Bish-showab…

    1. Sekali lagi terima kasih ya mas.

  3. anggra says:

    ngemplang hutang itu artinya apa ya pak.maaf rada ga gaul dgn istilah

  4. Ali says:

    Kalau hutang negara siapa yg nanggung-nya ya Kek.. (Pemimpin/rakyatnya?)..

    Makasih…

  5. Jafar Sodiq says:

    Jangan lupa, hutang yg dikempalng adalah ENEG yang akan bertambah banyak dan akan cair sewaktu-waktu….

  6. Mayasari says:

    KerON.. Mensyukuri yg kita miliki atw usaha untuk menabung. Biar ga utang:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.