Oh Negeriku…

kelud.jpg

Setiap Jumat biasanya saya membuat tulisan “just relax” untuk lucu-lucuan. Tadi pagi, saat sedang mencari ide, saya mendapat SMS dari mbak Mayang, salah satu alumni Akademi Trainer. Ia mengabarkan di rumahnya, di Kediri, sedang terjadi hujan kerikil akibat letusan gunung Kelud. Maka, pikir saya, sungguh tak pantas saat saudara kita tertimpa musibah saya malah membuat lelucon di website ini.

Guru kehidupan saya pernah berkata, “Bila musibah terjadi silih berganti di suatu negeri, itu pertanda ada dosa kolektif yang dilakukan warganya.” Saya jadi merenung, jangan-jangan memang sudah banyak maksiat yang terjadi tetapi kita sudah tidak sensitif lagi. Berbuat salah tapi tak merasa salah karena sudah lumrah.

Menyuap polisi karena ditilang sepertinya sudah wajar. Anak-anak berseragam sekolah berbeda jenis kelamin bergandengan tangan di pusat-pusat perbelanjaan sudah menjadi kebiasaan. Pergaulan bebas sudah tak menggelisahkan kita lagi. Perilaku-perilaku tak etis banyak menjadi tontonan dan hiburan di berbagai media. Ada beberapa orang yang perilakunya bejat justru menjadi idola.

Para koruptor masih hidup tenang padahal hartanya sangat kotor. Banyak politisi tak menepati janji sudah sangat dimaklumi. Banyak juga orang yang tak tahu diri, tak punya banyak prestasi tetapi berani mencalonkan diri untuk menjadi anggota legislatif atau eksekutif. Negeri ini sedang sakit.

Negeri kami kaya, tetapi kekayaannya diangkut oleh negara-negara kaya. Para pengambil kebijakan membiarkan negeri ini dirampok secara sistematis. Merasa tak bersalah saat menandatangani kontrak kerjasama yang merugikan negara. Pengedar narkoba dibebaskan tanpa alasan yang bisa kami terima.

Ya Allah, apa yang bisa kami perbuat? Tentu tak cukup hanya dengan doa, kami harus berbuat nyata. Inikah pesan yang Engkau kirimkan melalui anak saya di Jerman? Saat kami webcaman selama 4 jam, anak kedua saya, Asa (20 tahun), bertanya, “Pak, apa yang akan bapak perbuat untuk negeri kita?”

Ya Allah, tunjukkan dan beri kekuatan kepada kami apa yang bisa kami lakukan untuk negeri ini. Kami tak mau diam, kami tak mau hanya berdoa. Oh negeriku… kau sedang berduka dan kami semua harus berbuat nyata.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

28 thoughts on “Oh Negeriku…”

  1. Andi Badren says:

    Fasad dan musibah berbeda. Jika musibah kita dituntut bersabar, jika fasad kita dituntut kembali (alquran dan assunnah), kakeek????

  2. syarah khaerunnisa says:

    aamiin.. sedih kek. ๐Ÿ™ apalagi setelah saya membaca buku “negeri para bedebah” karya Tere Liye, walaupun cerita fiktif, tp seolah nyata seperti yang terjadi di negeri kita. semoga semakin banyak yang ingin berbuat baik untuk negeri ini. aamiin..

  3. ali samsudin says:

    abu sampai ke sragen cukup tebal kek alhamdulillah tidak kerikilnya, Allahu akbar. betapa pagi ini saya menitikkan air mata. saya merenung betapa dahsyatnya kiamat, mengingat ayat alquran meninformasikan gunung2 beterbangan laksana kapas, bumi digoncangkan sedahsyat dahsyatnya dan seterusnya, sampai jauh kesana pikiran ini, betapa tidak? kelud yang jauh disana, abunya Dia tebarkan kemari, tidak ada angin bertiup, pagi ini begitu tenang, subhanallah, tidak ada yang tidak bisa bagi Allah. semoga Allah mengumpulkan hamba dengan kelompok orang2 yang sholih, yang dilindungi dan dirahmati. Amin

    1. Perlu terus meningkatkan kedekatan dengan-Nya

  4. basith says:

    Apa ini pertanda jaman akhir ya yai, saya msh bnyk dosa e, wah hrs bnyak baca sholawat ini, soal gunung kelud saya yg di kota malang ko’ ngk kena abu nya gunung kelud spt yg diberitakan semua media, mudah2 han matahari terbit dari barat blm terjadi, ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ูŠ ุนู„ุง ุณูŠุฏ ู†ุง

  5. Mayang says:

    Terima kasih sudah menguatkan, mengingatkan dan mendoakan, gurunda @jamilazzaini.

    1. kedirinya mana bu mayang ?

  6. pristiana says:

    Semoga kita semua dalam lindungan Allah mbak mayang, rmh sy juga di kediri ๐Ÿ™

    1. Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin | kedirinya mana bu pristiana ??

  7. semuanya jadi peringatan bagi kita semua untuk tidak berhenti berbuat kebaikan. Seandainya di Indonesia ini sudah tak ada lagi tangan-tangan menengadah memohon ampun kepada Allah SWT di setiap sholatnya, entah akan dijadikan apa bumi ini oleh Penciptanya.

    nice share, kek ๐Ÿ™‚

  8. Rosenq says:

    Menurut saya, untuk menyelamatkan negeri yang sudah acak adul ini, harus dimulai dari diri kita sendiri,perbanyak introspeksi diri dan berusaha inprove diri ke arah yang positif setiap saat.

    Btw, boleh tahu siapa guru kehidupan Pak Jamil?

    1. Selain mulai dari diri sendiri, kebaikan juga harus ditularkan. Hehehe. Guru kehidupan saya banya. Kalah yang tentang ini guru saya pak Hotman Z arifin

  9. Abdul Sidik says:

    Ya Allah berikan kekuatan atas musibah yang terjadi dinegeri ini, jadikan ini tambah dekat dengan Mu. Amin…

  10. Syarifudin says:

    Semoga diberi kesabaran untuk saudara2 yg sedang terkena bencana ..

    Samoga diberikan jalan keluar untuk negeri yg sedang “sakit” ini …

    Aamiin ya Rabb ..

  11. abu ghulam says:

    kemarin nonton matanajwa episode tri rismaharini sama habibie.. sangat menyentuh kek Jamil..
    perjuangan menyelamatkan negeri di tengah era kapitalisme dan kepentingan para cukong..
    ayo kek, bikin gebrakan nyata..

  12. ali samsudin says:

    semuga ini sebuah musibah bukan azab, yang membuat kita semakin taqwa dan dapat mengambil pelajaran

  13. umar wirahadi says:

    aamiin yaa Mujibasailin.. mari kek kita berdo”a sama – sama di hari yang penuh berkah ini. kita khusukan untuk negri kita dan saudara” kita yang sedang terkena musibah, yang bisa akses ke khotib jum’at agar bisa di khusukan do’a untuk negeri kita ini. aamiin.

  14. Erupsi pertama sudah subhanallah dampaknya, apalagi dikabarkan nantinya erupsi kedua bakal lebih besar.

    Yaa Rabb, Mohon lindungilah kami dari semua ujian & cobaan yg insya Allah bila kami melaluinya bakal naik kelas_ | Aamiin_

    maaf sedikit share, tadi sekira pukul 01.30 WIB diajak saudara menjemput keluarga yg berada di Gurah, Kediri. Berangkat dari domisili saya di Ngantru, Tulungagung karena keluarga disana panik bakal terjadi apa-apa. bila perjalanan normal biasanya menempuh 45-60menit, karena jalan tertutup pasir, perjalanan memakan wkt 2 jam. Alhamdulillah keluarga dpt diungsikan & semua dlm kondisi sehat.
    Kondisi di daerah Gurah, Kediri hujan pasir menyebabkan jalan tertutupi pasir sekitar 3-5 cm yg pastinya membuat pengendara harus ekstra hati-hati…
    Untuk di daerah domisili saya sendiri hujan abu menutupi aspal 1-2 cm..

    1. Semoga tidak terjadi hal-hal yang merugikan ya mas. Kirim doa dari jauh

  15. Lisma gayo says:

    Assalamualaikum wrwb.slam kenal buat semua saudara Yg ada di Page pak JamilAzzaini ini..
    semoga Apa Pun itu bencana atau pun musibah..itu sudah ketentuan dari allah (Sunnatullah).
    kita hanya bisa berdo’a untuk Negeri kita &buat saudara yg terkena musibah sabar&Tawakal ..Yakinlah
    Allah Lebih sayang kepada kita..Makanya kita di Uji..Semangat saudaraKu..Terus Berdo’a y..
    kami di Aceh Pasti Selalu Berdo’a Buat saudara2 dsn..#Semangat Kawan.

  16. Eria Arum says:

    bencana yang terjadi berentetan ini harusnya makin membuat manusia merenung & berinstrospeksi diri… Dan melakukan gerakan nyata untuk membantu mereka yang terdampak bencana…

  17. riski aditia says:

    jadi ingat pesan dari ust Zul (Juara TbnC10) pada materi yang tidak selesai pada saat presentasi tentang kiamat yang sudah semakin dekat, kelanjutan materi tersebut adalah pada tahun 2014 ini akan banyak bencana di dunia tidak terkecuali di negeri kita indonesia ini.

    semoga kita tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah di kondisi yg seperti skrg ini dimana antara hak dan batil sudah tdk bisa dibedakan, dan diberi ketabahan dalam menghadapi semua musibah yang ada..Aaamiiin

  18. icha says:

    Indonesia milik Allah, harus kembali kepada aturan syariah Allah swt dgn tegaknya khilafah islamiyah.

  19. candra says:

    Kek..buat gerakan #tobatNasional menghimbau seluruh rakyat indonesia untuk meluangkan waktu 5-10 menit utk melakasanakn sholat tobat, biar bencana semakin menjauh..ampuni dosa-dosa kami Ya Allaaaahh…

  20. vina says:

    Istigfari istigfar kita…

  21. Dewanto says:

    Disaat negara ini dirundung banyak cobaan dan ujian, kembali ke diri kita kembali ke iman kita, berdoa semoga keluarga kita di jauhkan dari segala cobaan, aminn

Leave a Reply

Your email address will not be published.