OB-ku Pembelajar Sejati

learning.jpg

Saat saya menjabat sebagai CEO Kubik Group, salah satu office boy di Kubik bernama Arief menemui saya dan berkata, “Pak, saya mau jadi motivator seperti bapak.” Ketika itu saya menjawab dingin, “Bagus. Banyak belajar dulu, ya.” Setelah itu saya pun lupa dan sibuk dengan pekerjaan saya.

Saya teringat lagi impian Arief saat saya membawa semua karyawan Kubik ke Singapore Februari lalu. Lelaki ini dibawa ke ruang imigrasi Singapore, kami yang menunggu panik apalagi kami tidak boleh menemani ke dalam ruang imigrasi. Tetapi Arif bisa menyelesaikan urusannya dan keluar dari ruangan dengan tersenyum.

Pekan lalu, Arief dapat tugas mengerjakan sesuatu di tempat saya training dan kembali berkata, “Pak, saya mau jadi motivator.” Saya pun menjawab, “Latihan nulis dulu dan nanti kamu presentasi di depan saya.”

Kemarin, usai memberikan training 3 hari di Bank BCA saya meluncur ke bandara karena ada seminar di Bank BTN Surabaya. Dan di perjalanan itu saya mendapat kiriman tulisan dari Arief. Berikut tulisan lengkapnya:

Arti Seorang Motivator

By: Arief Maulana

Terkadang banyak sekali orang yang beradaptasi/bercanda dengan asal bicara. Yang saya maksud bukan bicara kasar(hewan). Saya ambil cerita, waktu itu diseminar Karir-Hidup-Bisnis & Launching 33buku. Disitu saya sedang booting TEMPA & jual Buku, ga lama kemudian ada seorang bapak berprofesi guru di kota depok, bertanya pada saya. Kemudian kita memulai sebuah percakapan.

Bapak: Mas, itu seminar selesai jam berapa?

Saya: Kurang lebih selesai jam 4 atau 5, (Jawab saya dengan senyuman).

Bapak: Lama banget sih, mas. Ngomong apa aja?

Saya: Membicarakan tentang hidup, karir & bisnis.

Bapak: Mas, jualan buku apa?

Saya: Jualan buku bisnis, HR management, dan buku pemilik ini. Yang akan menjadi pembicara di seminar, pak.”

Bapak: Weleh, hidup ga usah muluk-muluk, mas. Cukup sederhana aja, ngomong sih enak, tapi untuk jalanin susah, hidup itu ga semudah omongan, mas.

Saya: Pak (dengan bahasa lembut), kalau bapak ngomong kaya gitu berarti bapak mati.

Bapak: Lah. kok gitu? (Marah)

Saya: Artinya, Bapak mati dalam profesi. Bapak gak mempunyai pengembangan diri. Kita hidup di dunia boleh untuk mencapai keberhasilan. Jangan hanya sederhana saja. Dan motivator itu untuk penyemangat dalam hidup. Motivator pun bisa terjadi dimana saja. Entah itu kerabat teman, guru, orang tua dan lain-lain. Dan bapak sendiri profesi sebagai guru. Terus, bapak kalau bicara dengan murid gimana? Bicara sama anak gimana?”

Dan kalau terjadi murid berkata. Hidup ga semudah omongan guru. Gimana perasaan bapak?

Bapak: (diam lalu pergi tanpa bicara)

So, jangan Anda menyepelekan omongan motivator, guru, ortu dan lain-lain. Karena, semua itu adalah untuk menyemangati diri kita sendiri. Hidup ini untuk berjuang dan bahagia di dunia dan akhirat. Kita boleh menjadi orang sukses. Buang rantai gajahmu. Jangan hanya berpatok di sederhana.. 😉

#Salam_SuksesMulia

Membaca tulisan ini saya menangis. Perasaan saya campur aduk antara bahagia, salut dan kagum. Saya pun berbisilk ke diri sendiri, “Oke Arif, saya berkomitmen mensupportmu mewujudkan impianmu.”

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “OB-ku Pembelajar Sejati”

  1. Bang Erwan says:

    Semua orang adalah sang pembelajar ya kek..

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes…akur…

  2. Abu Zaki says:

    Kesan ane setelah baca ini, kok ya sama saja penulis yang motivator ini dengan orang kebanyak yang telah sampai pada level kesuksesan.

    “Baru sadar setelah ditampar keadaan.”

    Semoga menjadi pembelajaran yang baik buat kita semua, kesuksesan milik Yang Maha Sukses. Jangan anggap remeh yang remeh temeh, dengan do’a dan usaha, bisa jadi ia lebih dahsyat melampaui kita.

    1. Jamil Azzaini says:

      Mativator juga manusia mas, hehehe. Lebih baik ketampar kemudian sadar dibandingkan gak sadar-sadar

Leave a Reply

Your email address will not be published.