Nikah Kok Dipertahankan

Nikah-Kok-Dipertahankan.jpg

Bikarto
Ups, Ada yang salah ya dengan judulnya?? Awalnya saya tidak berani menjadikan ini sebagai judul, namun setelah coba direnungi, ternyata ada hal yang patut kita cermati dari apa yang kebanyakan orang sampaikan “ yang paling susah adalah “mempertahankan” pernikahan”
 
Dari www.KamusBahasaIndonesia.org saya temukan arti dari mempertahankan adalah “ mengusahakan supaya tetap tidak berubah dari keadaan semula” . Apakah sebuah pernikahan itu akan selamanya tetap dan bahkan tidak berubah sama sekali ? Apakah pernikahan itu cukup di pertahankan pada level tertentu saja? Saya yakin siapapun yang ingin atau sudah menikah secara normal, tujuan menikah bukanlah demikian.
 
Karena semua orang menginginkan bahwa pernikahan itu adalah permulaan dari perubahan demi perubahan. Dimana tidak cukup keadaan fisik saja yang berubah, tapi juga kebutuhan materi harus berubah. Keahlian menjalani kehidupanpun harus mutlak naik kelas. Bahkan ketakwaan kita kepada Sang Maha Sempurna harus makin ekspert. Menikah tidak cukup hanya di jalani berdua saja. Hadirnya keturunan menjadikan kita sebagai orang tua dituntut untuk belajar dan terus belajar berubah untuk lebih baik lagi. Berubah menjadikan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
 
Team sepak bola kelas dunia, seperti Barcelona bisa dikatakan kuat, dikarenakan pola menyerang yang sangat hebat dan sitematis, Anda bisa bayangkan seandainya barcelona ini merubah gaya permainan menjadi team yang hanya “bertahan” sepanjang permainan. Ya, tinggal tunggu waktu saja untuk kebobolan.
 
Apakah pernikahan Anda ingin Bobol/Gagal dan kalah,Tentu semua setuju dan berkata ,Tidak ingin!.
 
Mulai sekarang bila anda setuju dengan saya, ubahlah mindset pernikahan Anda bukan untuk dipertahankan, namun pernikahan harus , dibangun, ditumbuhkan, dan ditingkatkan sebagai perjanjian yang kuat/kokoh (Mitsaqan Ghaliza), maka wajib bagi masing masing pribadi suami/ istri agar tidak lagi ada kebohongan, tipu menipu, perselingkuhan yang kesemuanya itu jelas tidak dan bahkan jauh dari keridhaan Allah SWT.
 
Jadi, Mari kita jadikan Allah sebagai tujuan dalam setiap Rumah Tangga, sehingga dunia bahagia dan Akhirat selamat Aamiin Ingat Bukan dipertahankan tapi dibangun, ditumbuhkan dan ditingkatkan
 
Salam Sukses Mulia ( pinjem ya Kek…piiisss) Tangan Peace
 
Tulisan dikirim oleh Bikarto

Bagikan:

6 thoughts on “Nikah Kok Dipertahankan”

  1. Berubah jadi LEBIH BAIK dari niat yg BAIK… 😀

  2. Fajar Artadi says:

    Mempertahankan itu kesannya negatif/ defensif ya Kek, kalau membangun berarti mindsetnya positif 🙂

  3. mhd husni tarigan says:

    Move ON, bertumbuh kembang. Sukses mulia

  4. Taufik Rahman says:

    1. Judulnya memaksa agar pembaca membara isi artikelnya.

    2. Saya sangat setuju dengan konsep Menikah itu ga bisa diam ditempat, harus seperti Pengusaha dalam menjalankan usahanya, terus maju dan berkembang, dan pernikahan juga harus maju dan berkembang ke level berikutnya.

    Saya kutip dari lirik nasyid kesukaan saya, yang berhubungan dengan pernikahan :

    Bahagia seluruh semesta
    Bermula dari keluarga

    Sayangi keluarga
    Di situlah bahagia

    If you love your family , do the best for them.

  5. Scoria says:

    Saya sangat TERTARIK membacanya hanya melihat dari judulnya yang bikin penasaran. Nikah kok dipertahankan? Sebab saya belum menikah, jadi saya makin penasaran untuk baca sampai tuntas.. hehe..
    Banyak hikmah, pelajaran dan manfaat yang didapat dari cerita ini.
    Makasih atas inspirasi nya mas Dian 🙂

  6. Sepakat mas.

    Dalam sepakbola modern jg sdh banyak ditinggalkan pola bermain yg terus bertahan.

    Salah satu jurus terbaik supaya tidak kebobolan adalah dg terus menekan dan menyeran lawan sepanjang pertandingan. Sehingga lawan tdk pny kesempatan utk menyerang.

    Sama halnya menikah. Terus membangun dan berkarya. Sehingga tdk ada kesempatan utk mengalami kemunduran.

    Salam Sukses Mulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.