Nasib Keberuntungan

Pamung AmiadiIni kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di sawahnya. Suatu hari kerbau yang biasa membajak sawahnya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, “Oh, petani tua. Sungguh malang nasibmu.”

Sang petani pun menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.”

Keesokan harinya, kerbau itu kembali, bersama dua kerbau lepas yang liar. “Sungguh menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu,” seru tetangganya.

Sang petani menjawab, “Mungkin saja.”

Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kerbau yang masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kerbau yang belum jinak itu. Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya untuk memberi simpati atas kemalangannya,

“Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu.”

Lagi-lagi sang petani menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.”

Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan kewajiban bagi setiap pemuda untuk berperang membela negara. Mengetahui bahwa kaki anak laki-lakinya patah, pejabat militer itu pun melewatinya. Para tetangga pun memberi selamat kepada si petani tua atas keberuntungan nasibnya.

Sang petani tua pun menjawab, “Mungkin saja.”

Cerita sederhana saja, nasib baik dan buruk sebenarnya tergantung dari cara kita memandangnya. Sepanjang kita bersyukur, tidak pernah ada yang buruk yang datang dari-Nya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Quran [2]:216).

Pamung Amiadi

Bagikan:

4 thoughts on “Nasib Keberuntungan”

  1. Amazing artikelnya mas Pamung.

    Benar, kehidupan tergantung cara kita memandangnya. Perlu dilandasi juga dengan SYUKUR & SABAR.

    Insya Allah mas Pamung jadi Trainer yang Berkarakter. Moga kita ketemu lagi di TBnC. Aku BANGGA jadi sahabat mu.

  2. p4mun6 says:

    terima kasih ms syaifur, anak muda pontianak ini berbahaya, hehe!!! tekadnya spt baja, semangatnya membara, pencarian ilmunya kemana-mana, satu hari bs mengguncang dunia ke-‘parenting’-an indonesia, wapadalah!!!

    salam buat temen2 alumni #WBT, khususnya angktn 12, buat kek jamil, para fasilitator & crew, i love you…satu saat kek jamil akan berkata pd kita : ‘aku banggaa naakkk, aku banggggaaa…’

    lebih jauh tentang saya di http://www.pamungcilacap.blogspot.com

    @p4mun6

  3. Romdani says:

    Setujuh mas.pamung. Bersyukur membuat kita enjoy menikmati hidup. Salam kangen dari dari coach indra sjafri hehehee

  4. Cahya says:

    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Quran [2]:216).

    Ayat ini selalu jadi pijakan saya kalau dapat hinaan ataupun pujian… #nangisLagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.