Mulutmu

Saya mendapat nasihat berharga dari guru kehidupan saya usai subuh pagi ini. Beliau membuka nasihat dengan berkata, “Bagian tubuh mana yang paling cepat membusuk dari ikan?” Saat saya terdiam tidak bisa menjawab dengan tegas guru saya berkata, “Bagian kepalanya. Dan ada apa di kepala ikan? Ada mulut. Kamu tahu Jamil, mulut ikan itu adalah bagian terdepan dari ikan.”

Saya terus menyimak nasihatnya tersebut. Guru saya melanjutkan, “Jagalah mulutmu, karena bagian tubuhmu itulah yang bisa membuat kau cepat membusuk.”

Saya tertegun, merenungi nasihat guruku yang maknanya terasa amat dalam. Usai Subuh biasanya saya akif  twiteran, namun pagi ini saya termenung di dalam mobil yang membawa saya menuju tempat seminar di Adira Finance.

Hidup kita akan membusuk jika tidak mampu menjaga mulut. Para pendusta hidupnya semakin tak berharga. Politisi yang mengumbar janji lewat mulutnya dan tidak menepatinya saat sudah terpilih namanyapun akan semakin membusuk di hati rakyat. Para trainer yang hanya pandai berkata namun miskin tauladan namanyapun akan membusuk di hati para alumni trainingnya.

Orang-orang yang pandai bersilat lidah namun tidak pandai menjaga amanah yang diberikan kepadanya, namanya juga akan membusuk di hati banyak orang. Orang-orang yang pandai berjanji namun abai menepati janji, namanya juga akan membusuk di hati orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Maka, jagalah mulut Anda karena bila tak pandai menjaganya ia bisa mempercepat busuknya kehidupan Anda.

Mulut di era social media sekarang ini bukan hanya mulut dalam arti fisik. Bisa juga bermakna status Anda di Facebook, tweet Anda di twitter, ocehan Anda di blog atau website. Jagalah itu semua karena bila tidak berhati-hati kehidupan Anda akan cepat membusuk…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

21 thoughts on “Mulutmu”

  1. Mulutmu Harimaumu…

    saat ini berlaku lebih luas ya Pak?
    Seiring dengan perkembangan teknologi, bukan hanya mulut secara langsung, namun juga apa yang kita tulis di status-status dalam jejaring sosial.

    Harus lebih berhati-hati lagi menjaga mulut.
    Terima kasih Pak Jamil, Inspirasi pagi yang begitu hangat dan bermakna. Membuat pembaca selalu berusaha menjadi lebih baik

    Salam SuksesMulia

    sent via : http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/04/24/makelar-rezeki/

  2. abyan says:

    Subhanalloh…walhamdulillah masih dapat sarapan pagi lagi yang menyejukkan hati…ibarat NATO = No Action Talk Only atau OMDO = omong doang…”

    Omong Doang Tanpa Berbicara, Mendengar Tanpa Mendengarkan (dikutip dari salah satu bait lirik Lagu lagendaris tahun 60-an ”The Sounds of Silence” dari penyanyi Amerika: Simon and Garfunkel, yang diabadikan oleh Scott M.Cutlip, Allen H. Center dan Glenn M. Broom dalam bukunya “Effective Public Relations” dan sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit PT Gramedia dan mengalami cetak ulang berkali-kali)

    Sempalan lirik lagu tersebut aslinya berbunyi: “People talking without speaking, people hearing without listening” (Cutlip dkk, 1985: hal 275)

    Kemampuan komunikasi manusia terletak pada berbicara (speaking) bukan hanya berucap atau omong doang (talking only) dan bukan pula hanya mendengar (hearing) tapi harus mendengarkan (listening).

    Apa-apa yang keluar dari mulut akan mewarnai kehidupan. Apabila yang keluar baik, maka akan membawa dampak yang baik, namun jika yang keluar tidak baik, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan. Oleh sebab itu, keselamatan kehidupan adalah bersumber dari mulut/lisan…

    Rasulullah SAW bersabda :
    “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” HR. Muttafaq alaih….“Ucapan yang baik adalah sedekah” HR. Muslim….

    So, Lidah itu laksana seekor binatang buas, bila dilepaskan bisa membunuh. Siapa saja yang banyak bicaranya tanpa kendali, pasti banyak pula kesalahannya. Siapa saja banyak menggunakan pikirannya, kebenaran akan tampak nyata baginya. Oleh sebab itu hati-hatilah dalam berbicara…Jzklh…

  3. Angelia says:

    Subhanallah..
    Di awal membaca postingan Babeh,
    aNgeL pikir jawaban Na Hati..
    Ternyata Mulut.. 🙂
    Tersirat makna, jika Mulut tak d jaga, Hati pun ikut membusuk..
    Alhamdulillah, terima kasih tuk sarapan pagi Na, Beh..
    Sukses tuk training d Adira Finance hari ini ya, Beh.. 🙂

    Salam #wiRABUsaha tuk mencapai kehidupan terindah #SuksesMulia.. 🙂

  4. dimas says:

    Subhanallah.. Terima kasih sudah berbagi nasihat om Jamil 🙂

  5. Ratih says:

    سُبْحَانَ اللّهُ..
    Jazakalloh utk inspirasi hebat’nya pagi ini,
    Smga اللّهُ menjaga qt agar tdk berbicara jg berbuat yg sia2..
    Aamiin Yaa Rabbal Alamiin, 🙂

  6. Anggit Setyaningsih says:

    BerUcap itu mmg lebih mudah drpd berTindak.
    Mulai instrospeksi diri agar ucapan & tindakan selalu baik..

  7. @mekoh1268 says:

    Mulut memang Sudah Selayaknya diPergunakan untuk Mengucapkan Kata-Kata yang Baik.
    Begitupun TingkahLaku Kita Seperti Apa yang Kita Ucapkan.
    Namanya ‘Walk The Talk’
    Bila tidak bisa Berkata yang Baik, maka Silent Is Golden.

    Tks nasehatnya hari in Guru…

  8. Mulut bak Pedang..
    Siapa yang memegang lah yang mengarahkan ke kebaikan atau keburukan..

  9. Bang Tono says:

    selalu belajar untuk menyelaraskan antara ucapan dan tindakan…

  10. Nova says:

    Salam,,,

    terima kasih Kek JA..
    sangat bermanfaat sekali postingannya,,,
    hati-hatilah dengan mulut,,
    pelajaran sangat berharga,,,

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  11. Ida Chairunnisa says:

    Terima kasih untuk pencerahannya … Mohon ijin untuk saya share ya Pak Jamil.

    Terima kasih

  12. iswbanna says:

    subhanalloh pak, saya semakin merenung terkait amanah mulut ini.
    jangan sampe pandai berkoar namun miskin aksi
    T_T

  13. Buhori says:

    Semoga kita bisa menghindar dari keburukan-keburukan yang disebabkan oleh mulut kita sendiri.

  14. memang mulut harus di jaga dengan baik… bisa sakit hati banyak orang dan luka batin yang mendalam.

  15. pety puri says:

    subhanallah,,, terima kasih sudah mengingatkan (selalu dan selalu) Pak.

    Saya sering “sebal” dengan orang yang “bicara seenaknya”, padahal mungkin saya tidak menyadari berapa banyak yang sudah tersakiti oleh ucapan saya.
    Astaghfirullah…

  16. awalhasan says:

    Sungguh sebuah pelajaran yang sangat berharga. Terimaksih…

  17. erickazof says:

    Jagalah mulutmu, pernah punya pengalaman mengenai hal ini..sehingga skr berhati-hati sekali saat mnyampaikan sesuatu.. 🙂
    nice kek..

  18. Terima kasih pak atas nasehatnya…

  19. Gandi says:

    Subhanallah, nasehat yang menggetarkan hati, Pak.
    Terimakasih Sharenya,

    Salam Hangat dari Denpasar.

  20. Nana says:

    Mantab, langsung terdiam ^_^

  21. nursila says:

    Rabb…semakin malu…

Leave a Reply

Your email address will not be published.