Mula-Mula

Andi BadrenTidak ada kesuksesan tanpa perjuangan, pengorbanan, konsisten, kesabaran, melelahkan, lama dan panjang. Banyak orang tidak menyadari bahwasanya sukses bukan sekedar hasil. Seandainya hasil saja yang menjadi tolak ukur kesuksesan, tentu mereka yang korupsi uang triliunan rupiah menjadi orang paling bahagia di dunia ini.

Memang tidak ada definisi baku tentang kesuksesan, begitu juga tidak ada cara baku meraihnya. Justru karena itulah Tuhan memberikan kebebasan untuk menjadi apa saja yang kita inginkan, asalkan benar caranya.

Bayangkan saja, tidak ada atap dimana kita berhenti dari keinginan. Oleh karena itu, tidak ada atap pula dimana kita berhenti dari kesuksesan. Artinya, keinginan senantiasa berkesinambungan sampai kita mendapat tiga tali untuk mengikat tubuh kita.

Jika tidak ada atap kesuksesan, tidak ada atap keinginan dan tidak ada proses baku meraihnya, lantas apa artinya hidup? Apakah hanya sekedar bertindak dan hanya ditugaskan untuk itu atau bagaimana memandang sebuah kesuksesan.

Menurut saya semuanya berawal dari mula-mula dan harus dimulai dari mula-mula. dari mula-mula itulah kita akan sampai pada setiap kesuksesan yang kita inginkan. Tanpa mula-mula, sulit sekali merasakan nikmatnya kesuksesan. Jika pun mampu, akan mudah redup dan mudah mengatakan “oh, ternyata cuma seperti ini”. Sungguh menyedihkan tatkala seseorang menikmati hasil yang seolah menjadi atap kehidupannya lalu berkata “ternyata cuma seperti ini”.

Saya setuju, surgalah tempat beristirahat. Selama di dunia kita harus senantiasa berusaha yang diawali mula-mula. Mula-mula hanya keinginan, lalu berubah menjadi tindakan. Tindakan juga sama sebagai mula-mula dari jalan panjang. Setelah itu terkadang jatuh bangun dan seterusnya. Sama saja, jatuh bangun juga sebagai mula-mula, bangkit juga demikian. Sampai kita sukses, sebenarnya bukanlah akhir Karena sukses juga bagian mula-mula dari keinginan lain.

Setelah kita meraih apa yang kita inginkan, pasti muncul lagi keinginan lain. Nah, keinginan lain juga termasuk mula-mula baru dan seterusnya. Bahkan ketika kita mati, kuburan juga sebagai mula-mula. Hanya saja, mula-mula ini lebih lama dari kehidupan dunia. Terakhir akan datang pada mula-mula yang abadi yaitu syurga dan neraka. Disitulah tidak ada lagi mula-mula sebagaimana kehidupan di dunia.

Jadi, jangan sampai kita terlena dengan kesuksesan selama belum menikmati mula-mula yang terakhir yaitu syurga. Ingat, hidup hanya kumpulan mula-mula, baik mula-mula yang buruk atau yang baik. Alangkah baik nan bijak, jika mula-mula yang kita lakukan senantiasa berada pada jalan yang benar dan memberi manfaat bagi orang lain. Dengan begitu, dunia akan kita pijak sementara malaikat senang penepuk pundak kita seraya berkata “penduduk langit sedang tersenyum untuk anda”

Salam SuksesMulia!

Andi Badren

Bagikan:

3 thoughts on “Mula-Mula”

  1. Princess Amanda @Princess_Coach9 says:

    kerON…..:)…

  2. Mula – Proses – Hasil Akhir itu penting

  3. vina says:

    Dimulakan selalu dengan Bismillah, negara kuat bermula dari keluarga-keluarga hebat dengan pemimpinnya para suami yang berhasil mengolah formula kesuksesan. Dari masjid mushola terdengar ajakan “Hayya ‘alal falah …. ” marilah meraih sukses dan bersatu rapatkan shof, jadikan umat yang kuat dengan perbanyak barisan … bangunkan pemudipemuda tuk melangkah kedepan gapai kesuksesan & kemuliaan! 😉 salam ON-olways nulis

Leave a Reply

Your email address will not be published.