Mereka yang Berjasa

Kemarin pesawat yang hendak saya tumpangi delay 1 jam. Kesempatan itu saya gunakan untuk merenungi orang-orang yang sangat berjasa dalam hidup saya. Terlintas di benak saya wajah Prof Andi Hakim Nasution yang telah mengundang saya kuliah di IPB. Ketika itu, orang tua sudah menyatakan tak sanggup membiayai kuliah saya, namun berkat undangan Rektor IPB ini bapak saya “nekat” berhutang untuk memberangkatkan saya ke Bogor.

Setelah kuliah di IPB saya terbiasa dengan kompetisi yang sehat. Saya mengenal banyak aliran dan ajaran dalam kehidupan beragama. Saya juga memahami Islam ideologis dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Sayapun semakin memahami hakikat kehidupan. Terima kasih pak Andi Hakim, semoga Anda tenang dan damai di dalam kubur.

Lalu muncul pula di benak saya sosok tinggi besar Erie Sudewo, sahabat sekaligus guru saya yang sama-sama membesarkan Dompet Dhuafa Republika. Beliau mengajarkan banyak hal tentang kehidupan kepada saya. Selama 12 tahun saya ditempa oleh lelaki yang expert dalam membangun character & social enterprise ini. Mas Erie, doaku selalu untukmu…

Kemudian tampak melintas wajah Farid Poniman dan Indrawan Nugroho. Dua orang inilah yang membantu saya menemukan passion di dunia training. Hidup saya semakin hidup setelah bertemu dengan kedua orang ini. Kini, kami bertiga menjadi pemilik Kubik Training & Consultancy yang terus berkembang maju. Saya bangga kepada Anda berdua.

Muncul pula wajah cantik nan ayu, dia adalah istri saya. Sampai sekarang saya masih heran, kok ada wanita cantik, cerdas, sholehah dan punya banyak kelebihan mau menikah dengan orang seperti saya. Karena ketimpangan ini, teman saya pernah menggoda, “Jamil, kamu keluarga ahli surga. Ciri keluarga ahli surga itu adalah keluarga itu bersyukur dan bersabar. Kamu bersyukur dapat istrimu. Sementara istrimu bersabar dapat kamu.” Oh, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan…

Saat saya malas dan terlalu nikmat berada di zona nyaman, istri saya inilah yang “cerewet” memotivasi saya untuk terus move on dan memperluas zona nyaman. Dia yang mengawal saya untuk terus bertumbuh, dia yang mendorong saya untuk terus menuju hidup yang semakin berkelas: Kehidupan SuksesMulia pada strata yang terus meningkat.

Wanita ini pula yang rajin membangunkan saya sebelum Subuh untuk merendahkan diri dan berdoa kepada-Nya. Dia pula yang selalu mengingatkan agar saya selalu mendekat kepada Sang Maha. Tatkala saya gelisah, ialah yang rela mendengarkan “ocehan” dan menenangkan hati saya. Benar-benar surga dunia…

Rasanya, saya tak akan sanggup membalas semua kebaikan mereka. Saya berharap semoga Allah menjadikan mereka orang yang terhormat di dunia dan mendapat tempat yang tinggi di kehidupan nanti.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnCbatch8


Bagikan:

36 thoughts on “Mereka yang Berjasa”

  1. dika says:

    pagi-pagi tercerahkan.. pembelajaran hidup untuk pemuda seperti saya///
    tapi saya merasa betul kakek sangat panjang membahas istri buat sy sangat “iri” semoga ikhtiar sy saat ini dipantaskan mendapat pendamping hidup yang sejalan pemikiran dengan istri kek jamil.. salam sukses mulia

    1. Ayo bersegaralah memantaskan diri, hehehe

  2. CECEP SAPRUDIN says:

    Bahagianya dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki karakter yang baik. Pantas saja Bapak bisa sukses seperti sekarang, salah satunya Bapak memiliki partner sukses yang Luar Biasa.
    Ini terjadi karena Bapak berada di habitat yang tepat.
    Salam SuksesMulia.

    1. Habitat itu harus dicari sesuai dengan mimpi-mimpi kita. Salam SuksesMulia

  3. Anggit Setyaningsih says:

    Amiiin YRA 🙂

  4. seringkali kita lupa atas bantuan orang-orang dekat kita. Semoga kita bisa memuliakan mereka juga.

    Terima kasih

  5. devy says:

    Fabiayyi aalaaa irabbikumaa tukadzdzibaan ,,:)
    Kirim doa buat mereka yg telah berjasa,semoga kita ga pernah lupa,,

  6. HENNY UTARI says:

    Ya Allaah…muliakan dan angkatlah derajat orang2 yg brjasa dlm hidup kami. Aamiin

  7. Bang Tono says:

    Ya Allah, taruhlah diri ini ke habitat yang benar agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang sukses mulia. Aamiin..

  8. sriutami says:

    subekanallah harmonis baget kek, mudah2an bahagia dunia dan akhirat kek

    1. Amin YRA, saling mendoakan ya

  9. amin…ya rabbal alamin…^^

    #bersyukurdanbersabar;)

  10. amin…ya rabbal alamin…^^

    ※sy lg nyari pria yg sanggup bersabar ni om…soalnya sy tipe wanita yg slalu bersyukur…hahaha#ngilmu

    1. Cari yg baru belajar atau yg sudah berpengalaman mbak, hehehehe

  11. sriutami says:

    aminn ya robalallamin

  12. Anda Juga Berjasa bg saya Pak…

    1. Peluk mas, salam SuksesMulia

  13. dnur77 says:

    alhamdulillah…..

  14. Amini Djuwadi says:

    Do’a terbaik untuk kedua orang tua saya dan guru-guru saya yg mulia.Bapak terima kasih atas training 17 maret di sheung wan.sekarang saya baru mengambil langkah pertama cita-cita 13 tahun yg lalu,yg terpendam demi keluarga besar.trima kash untuk cerita lilin dan kotak korek api vs kutu l0ncat.skrng saya lg giat bljar bhs inggris lg dan ambil Spd disini. Minta do’anya pak sem0ga saya bisa jd pendidik dan mendirikan Tk dan Paud untuk keluarga kurang mampu diwilayah saya.
    Aamiin. Salam sukses mulia untuk Bapak dan keluarga,juga untuk saya juga.aamiin

    1. Siiip, maju terus mbak

  15. Slam Riyadi says:

    “nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan”

    Bersyukur saya diberikan kesempatan mengikuti blog Kek Jamil, sebuah kenikmatan bisa belajar dari orang hebat… 🙂

  16. Rahmat E. Siregar says:

    Saya berharap agar kita semua bisa “naik kelas” dalam menetapi syukur dan menjajaki sabar–tentu dengan bantuan dan kekuatan dari-Nya.

  17. aiz arieyatun says:

    sy berusaha memotivasi suami utk sukses, tp malah bentakan balasannya.
    caranya yg salah atau keadaannya ya kek? dia merasa sy byk perintah & menyalahkan dirinya.

    1. Saat apa yg kita lakukan salah maka tugas utama kita adalah inteospeksi bukan menyalahkan orang lain. Jadi teruslah berlatih untuk menyadarkan suami. Salam SuksesMulia

  18. Ading says:

    Dan sayapun teringat kakek Jamil Azzaini. Dialah sosok lelaki sederhana yang mampu membangun karakter saya menjadi pribadi yang mempunyai 1 keahlian. Semoga rahmat, berkah, dan pertolongan Allah selalu tercurah kepada kakek dan keluarga. Aamiin

      1. Ading says:

        Padahal saya belum interaksi langsung kek. Bagaimana jika sudah interaksi ya? Lebih dahsyat pastinya.

        I love U kek….

  19. ida says:

    Kek gmn klo kluarga kita,,,tak sesuai habitat?
    Klo saya tdk mngikuti aturan di habitat itu dianggap salah,,,
    Pdhl sy brusaha mengikuti sesuai ajaran ALLAH

    contoh ya *adat istiadat, pesimis*

    1. Coba introspeksi cara penyampainya. Ingatlah yg benar harus disertai dengan yg tepat. Salam SuksesMulia

      1. idadedabes says:

        BISMILLAH
        Belajar lebih baik untuk menyampaikannya..
        Ajarin tips2 donk buat ngmng yang bijak ke yang lebih tua, tapi ga dianggap sok 😀

  20. Lisa says:

    Laki-laki yang baik, untuk perempuan yang baik. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik…Sy yakin kek Jamil bisa mendapatkan istri yang sholehah spt itu karena kek Jamil adalah org yg baik dan sholeh..اَللّهُ tidak akan mengingkari janjiNya..Jd kalo mau dpt pendamping yg sholeh atau sholehah, kitanya dulu yg harus sholehah atau sholeh…betul kan kek?? 🙂

  21. riia says:

    Kek jamil,alhamdulillah stlh festival suksesmulia taun lalu, semalam berkesempatan ktemu pak indra kubik 🙂
    Smoga KSM semarang bisa jd habitat yg tepat bagi kami warga semarang yg ingin sukses mulia spt kek jamil. Doa terbaik untk kek jamil dan keluarga 🙂

  22. sulistyo w says:

    trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.