Merayu Anak itu Asyik

fikarhana.jpg

Abang Fikar (kanan), sedang menyimak cerita mbak Hana, kakaknya.

Alhamdulillah order ke Kubik, perusahaan yang saya pimpin, terus meningkat. Dalam satu hari rata-rata ada 5 training di tempat yang berbeda berjalan bersamaan. Ada seminar dua jam, training dua hari hingga training satu pekan. Bahkan beberapa hari kedepan ada 11 training berjalan bersama di hari yang sama di tempat yang berbeda.

fikarhana1

Abang Fikar (kanan), sedang menyimak cerita mbak Hana, kakaknya.

Kondisi ini “memaksa” saya untuk roadshow ke beberapa kota di Indonesia. Sejak Jumat pekan lalu, saya sudah meninggalkan rumah untuk memberikan seminar dan training di Bank BTN dan Telkomsel. Tadi malam, saya kembali ke rumah. Harapan saya, tiba di rumah ingin istirahat untuk melepas lelah.

Namun, begitu memasuki rumah istri saya sudah menyambut dengan ucapan, “Pak, abang [panggilan Fikar, anak bungsu saya, umur 13] gak mau makan dan gak mau minum obat, nih.” Saya hampiri Fikar yang sedang tiduran. Saya berbaring di sampingnya, memeluknya dan mengajukan beberapa pertanyaan, “Abang mau makan apa? Perlu bapak carikan makanan yang abang suka?”

Setelah dua pertanyaan di atas dijawab dengan gelengan kepala, saya bertanya lagi, “Apakah abang tidak suka makanan di rumah? Kalau abang tidak mau makan dan tidak mau minum obat, apa yang terjadi? Apakah abang mau sakitnya lama dan gak sembuh-sembuh? Apakah abang ingin menjadi lelaki yang kuat dan sehat? Bagaimana caranya agar abang sehat dan kuat?”

Setelah menjawab berbagai pertanyaan dari saya, ia berujar, “Abang Fikar mau makan tapi disuapin bapak.” Dengan penuh suka cita saya pun segera mengambil makan malam untuk anak saya dan kemudian nyuapin anak saya hingga tiada sisa satu butir nasi pun.

Bukan hanya asyik nyuapin anak makan tetapi obrolannya sembari makan itu yang nikmat. Kami ngobrol ke sana kemari, dari berita tentang kekalahan tim Barcelona dan Manchester United hingga tanggungjawab seorang lelaki. Kejadian sederhana ini, bagi saya benar-benar nikmat, senikmat anak saya makan suap demi suap dari tangan saya.
Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Merayu Anak itu Asyik”

  1. dedy says:

    Hehehe…haru dan sedih kek..

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya happy mas…

Leave a Reply

Your email address will not be published.