Merampok Uang Rakyat

Share this
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

Jalanan di berbagai daerah yang saya kunjungi banyak yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, khususnya di Propinsi Lampung. Dulu, perjalanan dari Bandar Lampung ke rumah orang tua saya yang jaraknya kurang lebih 25 km bisa ditempuh 45 menit. Sekarang waktu yang harus dihabiskan 2 hingga 3 jam.

Mengapa waktu tempuhnya jadi semakin lama? Karena sebenarnya yang dilalui bukan jalan tetapi kubangan, kolam, parit dan sejenisnya. Setiap saya pulang ke Lampung, istri saya sering bertanya, “Uang pajak yang selama ini bapak dan teman-teman bapak bayar dipakai apa, ya?” Saya jawab kecut, “Tugas orang pajak hanya ngumpulin.”

Jalanan yang rusak bisa menurunkan kegiatan ekonomi masyarakat. Dampak selanjutnya, kehidupan masyarakat semakin sengsara dan angka kejahatan tentu berpotensi semakin meningkat. Masyarakat semakin tersiksa secara ekonomi dan juga psikologis. Angka perampokan bisa semakin meningkat.

Dikisahkan, rombongan anggota dewan dan para pejabat eksekutif yang terkenal kotor mengadakan kunjungan lapangan ke daerah yang jalanannya rusak parah. Mereka sengaja datang tanpa kawalan, tanpa media agar bisa kosentrasi melihat fakta yang ada. Mereka ingin memberi kesan bahwa mereka bersih dan jauh dari pencitraan.

Nah, saat mereka sedang melakukan kunjungan, kawanan perampok beraksi. Kawanan perampok sembari menodongkan senjata tajam menggertak, “Berikan uang Anda semua.” Karena sudah terbiasa menerima ancaman, kepala rombongan itu menjawab santai, “Mas kalian semua gak bisa minta uang saya dan teman-teman saya, karena saya dan teman-teman saya ini wakil rakyat dan para pejabat yang melayani kalian semua.”

Kepala perampok itu dengan suara yang lebih keras dan penuh penghayatan berteriak, “Kalau begitu kembalikan uang kamiiiiiiiiiii….!”

Baca Juga  Uang Itu Ibarat Pisau

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

34 comments On Merampok Uang Rakyat

  • hehehe.. kembalikan uang kami!

    Benar Kek.. terlebih yang di sulawesi.. bahkan banyak jalan yang belum diaspal..
    Semoga Allah berikan petunjuk kepada para pemimpin agar melaksanakan tugasnya dengan amanah dan penuh tanggung jawab.. aamiin.

    Makasih Kek, salam Sukses Mulia

  • Princess Amanda @Princess_Coach9

    Hehe…balikin siniii duit kamiiii……lucuuuuu…..

    Iya bnr jln d lampung lumyan parah…wktu manda ada kegiatan selama sebulan lebih di lampung..Lumayan nahan nafas agar ga ngeluh krn jalannya luar biasa kyk gt…

    Yg parah jg di pontianak….manda safari dakwah gratis kesana smp k pelosok pontianak…hny bs geleng2 liat jalannya n kondisi disana….uang rakyat di rampok habis2an…sehingga rakyat yg sengsara….

    Semoga bs menjadi sosok SuksesMulia sehingga bs turun tangan bwt negeri ini…Aamiin

    Salam super SuksesMulia

    • Pontianak juga jalanannya “mengerikan”

      • Ayo Kek Jamil, … Pontianak “mengerikan” apanya ?. Amoy-amoy nya ya !!

        Mantap tuk Manda. Dalam rangka apa di Pontianak smp ke pelosoknya ?

        Boleh setelah WBT kita bareng2 ngisi seminar HypnoParenting.

        • Kolaborasi yang kerON, saya dukung 🙂

          • Princess Amanda @Princess_Coach9

            Siaap mas syaifur…apalagi gurunda udah mendukung….
            Aku dlm rangka safari da’wah smp ke pelosok putusibau…perjalanan dari pontianak k putusibau sekitar 20jam di mobil….perjalanan yg dahsyat dan menyenangkan wlwpun jalanan seperti itu…tetep semangat…

  • he he….senyum jumat yang cerah… sekarang orang-orang yang tugasnya ngumpulin itu semakin gencar mencari mangsa, pedagang2 kecil yang omzetnya kecil malah dikenakan 1% dari omzet…. ah sungguh ironiz… kayaknya 1%…. tapi dari omzet….. sungguh mencekik…… yang gede2 bisa bayar konsultan bayarnya jadi kecil…. ironiz lagi…

    • Saya tetap bayar pajak lho mas, tanpa manipulasi 🙂

      • percaya dan yakin kek, saya menganggap kek JamilAzzaini termasuk golongan pengecualian alias golongan yang sedikit, seperti dalam surat al ashr

    • Alangkah lebih bijak jika mengemukakan pendapat terlebih dahulu memahami apa yang disampaikan sehingga tidak menggiring ke arah yang tidak baik. semoga amanah yang kita berikan pada pemimpin kita dijalankan dengan baik sehingga mereka dapat meraih predikat suksesmulia. aaaminn.

  • syarah khaerunnisa

    kesalahan memilih pemimpin sangat berdampak pada kinerja pegawai pemerintah juga kek. saya pribadi, inginnya petinggi2 itu yang lebih mendapat “pencerahan”, karna mereka sangat mempengaruhi kami2 yang ada di bawah. kami yang dibawah juga membutuhkan “pencerahan” biar integritas tetap terjaga. eh kok jadi serius ya? hehehe.. mudah2an saya bisa menjadi PNSMulia dan menginspirasi yang lain. aamiin..

    bisa dibaca berita yang lagi hot di lingkungan kami.. http://m.kompasiana.com/post/read/629701/1/saat-keadilan-terusik-penerimaan-negara-terancam.html

  • Kepala rombongan malah balik bilang “tenang, itu semua gampang di atur … wani piro …???”
    Lumayan buat sentilan dan senyum-senyum di Jumat pagi kek … 🙂

    Salam SuksesMulia

  • Pasti ada Anggota lain yang teriak “Intrupsi” yang sebelahnya bilang “Saya absen dulu, ga ikut-ikutan…” 😀

  • Saya juga di lampung kek, lumayan keadaan di lampung mampu melatih praktek kesabaran. Sebuah teori yg hanya kita dapat di khotbah jum’at atau majelis ta’lim. Hehehe (sebenere mangkel juga)

  • Betul itu kek, sya aja skrg jd males klo mw ke arah tanjung bintang :'( , capek bawa motor nya, karena gak nyampe2 … Kebetulan dsana ada temen akrab kuliah,…

    Oia kek,
    Klo sya mw kirim Proposal Hidup biar bs skalian di aamiin kan dg kek JA bs sya kirim kemana yah …

    Terima kasih kek sblum nya …

  • ada pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”

    saya doain Kek Jamil di undang share SuksesMulia di Istana….

    Amin.

  • kalo lagi ngomong gini…rindu berat ama bang beye…

    rindu cepet turun dan digantikan ama jokowi..

  • Ironi memang unt persoalan jalan di Indonesia ini. gk cuman di ibukota, di pelosok-pelosok daerah banyak yang rusak dengan tingkat kerusakan yg bervariasi.

    di Tulungagung sini ada beberapa ruas jalan yang rusak bahkan sudah menelan beberapa orang korban.. 🙁
    sungguh sedih rasanya,,,,

  • Princess Amanda @Princess_Coach9

    Siaap mas syaifur…apalagi gurunda udah mendukung….
    Aku dlm rangka safari da’wah smp ke pelosok putusibau…perjalanan dari pontianak k putusibau sekitar 20jam di mobil….perjalanan yg dahsyat dan menyenangkan wlwpun jalanan seperti itu…tetep semangat…

  • setuju dengan kek.jamil. petugas pajak bertugas mencari penerimaan negara dari sektor pajak. pajak dibayar dan disetor ke bank buka ke kantor pajak.
    para pengguna anggaran lah yang memakai uang pajak untuk pembiayaan termasuk perbaikan jalan.
    jadi tidak dibenarkan jika uang rakyat dimakan orang pajak.
    kemuadian soal pengenaan tarif 1% dari omzet. itu ada azas keadilannya. dengan tarif flat 1% untuk omzet kurang dr 4,8 m maka memudahkan bagi pengusaha kecil.dan.mnengah menghitung pajaknya. tanpa terkendala teknis dalam penghitungannya. ini juga guna menggerakan roda perekonomian khusunya sektor UKM

  • Princess Amanda @Princess_Coach9

    Iya gurunda…mereka di pelosok2 haus akan sentuhan kasih sayang…bahkan kabarnya tmn2 dari pontianak sendiri enggan ke daerah putusibau krn jalannya rusak parah,kami rombongan dari jakarta yg mau untuk menempuh terjalnya jalanan dari kota pontianak ke daerah pelosok putusibau …airpun minim disana….masyaAllah bersyukurlah kita yang tinggal ditempat yg mudah segalanya…

    Anak perempuannya pak jendral Wiranto bahkan juga safari da’wah ke daerah jayapura dan maluku yg airnya aja super minim dan harus nunggu air hujan…salut sm perjuangan da’wah anak seorang jendral… mantan anggota MPR termuda di indonesia yg hidupnya sederhana dan semangat da’wahnya sangat amat tinggi….:)

    Salut jg dgn semangat gurunda untuk perjuangkan peradaban SuksesMulia…:)

  • Ketawa ah sambil ninggalin jejak 😀

  • Mungkin sebentar lagi akan di perbaiki kek…Pencitraan karena akan pemilu…

Leave a Reply to Jamil Azzaini Cancel Reply

Your email address will not be published.

Site Footer