Menyengat dan Tersengat

JA1.jpg
Aam dan Dayu bersama keluarga saya (atas). Serah saat terima dari pak Anies Baswedan kepada saya. Foto bersama para mentor (bawah).

Aam dan Dayu bersama keluarga saya (atas). Saat serah  terima dari pak Anies Baswedan kepada saya. Berfoto bersama para mentor (bawah).

Banyak hal yang terlihat singkat dan sederhana tetapi itu mempengaruhi banyak orang. Pertemuan kurang lebih 20 menit di kereta antara HOS Cokroaminoto dan M.Natsir yang ketika itu masih belia telah mengubah pandangan dan menyemangati hidup M.Natsir. Bung Karno yang kost di rumah HOS Cokroaminoto juga telah mengantarkannya menjadi proklamator Indonesia.

M. Natsir dan Soekarno tersengat oleh HOS Cokroaminoto. Sebaliknya, Cokroaminoto menyengat dua pemuda yang telah mewarnai perjalanan negeri ini. Hidup itu perpaduan antara menyengat dan disengat. Begitulah kira-kira latar belakang program “Belajar Bersama Mentor” yang digagas pak Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Anak-anak pelajar kelas 2 SMU/SMK terpilih dari seluruh Indonesia selama 5 hari akan tinggal bersama beberapa mentor yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk angkatan pertama ini ada 11 mentor yang dipilih. Beberapa mentor yang saya kenal antara lain: Tri Mumpuni, Muhammad Assad, Billy Boen, Yoris Sebastian, Ippho Santosa, Gustav Aulia.

Adapun 2 siswa yang ikut dengan saya adalah Amri Narisda (Aam) dan Dayu Kusuma (Dayu). Aam berasal dari Kalimantan Selatan dan Dayu berasal dari Bali. Dua perempuan yang aktif di berbagai kegiatan sekolah ini sejak Sabtu malam (30 April 2016) sudah menginap di rumah saya yang di Bogor.

Esoknya, Minggu pagi, mereka sudah mulai bersendagurau dengan keluarga saya. Lalu, pada siang harinya mereka ikut istri saya menghadiri penandatangan kerjasama antara Akademi Trainer, Bank Mega Syariah dan Anta Vaya Tour. Dua anak ini ikut menyaksikan istri saya, selaku direktur Akademi Trainer, melakukan penandatanganan kerjasama.

Minggu malam mereka ikut saya ke Surabaya. Mereka akan menyaksikan saya memberikan training di Telkomsel dengan tema “Spirituality at Work: A Journey From Money to Meaning” pada Senin, 2 Mei 2016

Selesai training, Senin malam, mereka akan kami ajak nonton bersama –sebab saya juga pingin nonton. Hehehe…

Selanjutnya pada Selasa pagi mereka akan kami ajak untuk bertemu dengan para maestro (ahli) yang sesuai dengan impian mereka. Semoga bisa…

Selama Selasa siang hingga Rabu ada kegiatan menarik yang sudah saya siapkan untuk mereka.

Sungguh nikmat, kami tetap menjalankan aktivitas harian tanpa terganggu, sementara mereka mengamati dan belajar bagaimana kami bekerja. Semoga mereka tersengat dan saya mampu menyengat. Doakan kami…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Menyengat dan Tersengat”

  1. heris says:

    suatu hari nanti. saya harus menginap di kediaman kek jamil. boleh yaa kek..

  2. Mulyo Widodo says:

    Selamat buat aam dan dayu..

Leave a Reply

Your email address will not be published.