Mental Poco Poco

Pernah menari poco-poco? Tarian ini gerakannya sederhana, maju beberapa langkah kemudian mundur beberapa langkah.  Ke samping kanan beberapa langkah kemudian ke samping kiri beberapa langkah. Saya pernah mencobanya, mengasyikkan.

Menari poco-poco rame-rame memang asyik, bisa mengakrabkan dan memeriahkan suasana. Tetapi  jangan sampai kita bermental poco-poco, sudah mengambil keputusan maju kemudian mundur.  Sudah ingin jadi wirausaha tetapi kemudian mundur lagi jadi karyawan. Sudah ingin menikah tetapi kemudian menundanya dengan berbagai alasan. Itu sama sekali gak asyik…

Mental poco-poco bukan hanya akan merugikan pelakunya tetapi juga bisa merugikan orang lain. Ingin segera membayar hutang tetapi mundur lagi pembayarannya.  Inginnya cepat lulus tetapi mundur teratur saat bertemu dosen pembimbing yang cerewet sehingga kuliah lebih lama padahal “uang jajan” masih minta ke orang tua.

Mental poco-poco juga bisa merugikan kehidupan di akhirat. Ingin segera bertaubat tetapi menunda-nunda dan akhirnya lupa. Ingin pergi ke tempat ibadah tetapi ditunda karena ada pekerjaan-pekerjaan lain yang boleh jadi tidak penting. Akhirnya, tempat ibadah hanya ditengok saat hanya ketika punya masalah.

Orang yang bermental poco-poco kelihatannya hidupnya bergerak dinamis tetapi sebenarnya dia jalan di tempat. Bahkan sebenarnya kehidupannya terus mundur tetapi orang itu tidak menyadarinya. Mengapa? Ya karena dunia terus melaju sementara dia hanya jalan di tempat.

Jadi, silakan Anda menari poco-poco tetapi jangan pernah Anda bermental poco-poco. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

15 thoughts on “Mental Poco Poco”

  1. Nova says:

    Betul Kek,,,

    Kalo kita Menari poco-poco memang asyik..
    Menari poco-poco tidak perlu space luas, karena gerakan nya disitu-situ aja,,
    jadi benar kata Kek Jamil,,, jangan bermental poco-poco,, karena itu diam ditempat,, tidak ada kemajuan,, sedangkan kehidupan ini terus maju,, betulll,,,

    terima kasih Kek,,

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  2. Abdul Latif says:

    Astaghfirullahal ‘Adziem…
    Jzklh Khoiron Pak atas tadzkiroh yg Pak Jamil berikan lwt tulisan pg ini.

  3. Aslmkum..Pertamax, Sarapan Pagi yg Selalu Menginspirasi, Maturnuwun kek. Smg qta selalu Komitmen thd keputusan yg kita ambil 🙂

  4. abyan says:

    Subhanalloh…walhamdulillah..senantiasa dapat sarapan pagi yang menyejukkan terus…memang benar kita harus bermental baja, dada seluas samudera dan hati setegar batu karang…kalau itu tidak ada dalam diri kita, seringkali kita PLIN PLAN…mental jadi manja dan mudah ngambek…”Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman…”
    Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja…krn kita jadi tidak bisa jadi “diri sendiri” yg istiqomah…jzklh..

  5. kurnianto says:

    Nendang banget, Kek.. Mohon ijin copas di blog saya ya. Semoga pahala kebaikan dan manfaatnya terus mengalir. Aamiin.

  6. Bang Tono says:

    Saya sudah memutuskan, pulang Indonesia harus jadi pengusaha.Mohon do’anya pak, semoga Allah mampukan.. Amin..!

  7. Setuju….
    ayo yang setuju angkat tangan tinggi-tinggi…

    Jadi ingat salah satu bagian bukunya Pak Jamil Menyemai Impian Meraih SuksesMulia *Maap kalo salah judulnya*
    Bakar kapal Anda!
    Kalo sudah melangkah ke depan, Bakar bagian belakangnya agar tidak bisa kembali lagi atau sambil jalan ke depan, tinggalkan jurang di belakangnya. Agar tidak ada alasan dan jalan untuk mundur kembali.

    Mantaaaap Pak Jamil,
    Salam SuksesMulia

    sent via : http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/04/17/gunakan-kreativitas/

  8. Emir says:

    Hey,

    Stuju banget pak Jamil, jangan menjadi orang bermental poco-poco..

    Lebih baik maju walupun hanya 1 langkah daripada tidak beranjak dari tempat.

    Saya pernah ngobrol-nggobrol dengan seorang pengusaha, saya bilang apabila proyek tersebut hanya memiliki kemungkinan berhasil 1%, pengusaha itu menjawab dengan antusias bahwa 1% cukup untuk menjadikan suatu usaha berhasil, dan 1% jauh lebih baik daripada 0%.

    Dengan cara itu saya menatap semua hal dengan positif dan tersenyum karena saya tau bahwa hidup melaju kedapan bukan diam ditempat bahkan mundur kebelakang.

    Have a Positive Day
    -EZ
    http://www.emirzakiar.blogspot.com

  9. Senang saya membaca komen dari teman2 dari situ juga saya belajar. Anda semua adalah guru saya. Terima kasih, salam SuksesMulia

  10. apipcinta says:

    terimakasih Kek atas Inspirasinya

  11. mekoh1268 says:

    Orang Bermental Poco-Poco adalah Peragu.
    Padahal Harusnya yang Ragu-Ragu itu Tinggalkan.

    Jika Kita Sudah Bertekat, maka berTawakal lah Pada Allah.

    Terima Kasih Tulisannya Guru…..

  12. Anggit Setyaningsih says:

    Ahhhhhh.. aku tersindir!! Dan harus segera berubah!! 🙂

  13. Seneng liat Pak jamil silaturahmi di komen2 ini…heheheh

    via: http://www.saafiasaffanah.com/2012/04/bukan-ujian-tapi-tantangan.html

  14. Dicky Ahmad says:

    Pak, nanti banyak yang protes lho dari penggemar tarian ini, kan filosofinya bukan untuk orang plin-plan, bahkan untuk dianalogikan.

  15. firman says:

    hikss dl sy pernah bermental sprti itu, alhamdulillah sgr sadar akan buruknya. syukran kek selalu mengingatkan kami

Leave a Reply

Your email address will not be published.