Mental Kepiting

Saya pernah mendapat cerita dari salah seorang guru kehidupan tentang perilaku kepiting. Katanya, “Ambil seekor kepiting kemudian letakkan di sebuah keranjang. Apa yang terjadi? Kepiting itu dengan cepat akan segera naik keluar dari keranjang itu.”

“Nah sekarang, ambil puluhan ekor kepiting dan masukan ke keranjang yang sama. Coba amati yang terjadi, ternyata setiap ada satu kepiting yang hendak naik dan keluar dari keranjang maka kepiting yang lain akan segera menariknya ke bawah. Akhirnya tak satupun kepiting yang berhasil naik dan keluar dari keranjang.”

Di dalam kehidupan kita, ada orang-orang yang bermental seperti kepiting. Sukanya menarik keluar orang lain yang akan maju atau keluar dari zona yang sedang ditempatinya.

Kita akan merugi bila terpengaruh ucapan atau ajakan orang yang bermental kepiting. Kita tak akan mampu meraih kehidupan yang lebih baik bila berada di lingkungan orang-orang bermental kepiting.

Ketika SD sampai SMA ada teman-teman yang selalu mengolok-ngolok impian saya menjadi Insinyur Pertanian. Andai ketika itu terpengaruh, mungkin sekarang saya menjadi buruh tani atau buruh perusahaan seperti rekan-rekan sekolah yang sering mengolok-ngolok saya dulu. Andai saya menghiraukan ucapan, “Kamu tidak punya bakat menulis, mil!” Boleh jadi, Anda tidak akan menemukan 4 buku karangan saya di toko-toko buku.

Begitu pula ketika saya ingin berbisnis, ada seorang senior berkata, “Kamu orang jawa, gak bakat bisnis, cocoknya menjadi pegawai.”  Andai saya mengamini kata-katanya mungkin saya tak akan punya perusahaan dan bisa bebas jalan-jalan seperti sekarang –Prinsip saya berbisnis adalah, “Saya bisa jalan-jalan dan bisnis tetap berjalan.”

Segeralah sadari siapa diantara teman-teman Anda yang bermental kepiting. Tidak susah menemukan mereka, ciri utamanya adalah menghambat kita untuk maju atau menghalangi kita untuk mengambil keputusan yang bernyali. Jauhi dan jangan dengarkan mereka.

Mengapa kita perlu menjauh? Sebab sebenarnya mereka sedang mencari teman agar kita bisa tetap hidup di dasar keranjang. Walau setelah kita ambil pilihan tetap di dasar keranjang, mereka tidak peduli dengan kehidupan kita. Ayo segera keluar dari keranjang, tinggalkan dan sisihkan teman-teman yang bermental kepiting dari keranjang.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

26 thoughts on “Mental Kepiting”

  1. sulaksana says:

    betul betul betul *dgngayaupinipin

  2. Temen2 sy smuanya ‘bermental kepiting’ om..
    Bhkan sahabat2 sy pun spt itu.
    Apa mgkn sy menjauhi mreka..
    Sediih kl ky gni 🙁

  3. Jamil says:

    Anggit saran saya cari sahabat lain yang mentalnya baik tanpa harus memutuskan persahabatan dengan yang ada. salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

  4. isw_banna says:

    ya Alloh kok mirip dengan yang saya rasakan dan baru saya tulis kemarin pak ‘Kisah Saya Menjadi Pecundang Sewaktu SD’ http://www.iswandibanna.com/2011/06/kisah-saya-menjadi-pecundang-sewaktu-sd.html

    Jadi teringat, ketika Sekolah Dasar (SD) banyak yang mengejek ketika mencoba dalam ajang kompetisi Pembacaan Puisi dalam rangka Porseni (Pekan Olah Raga dan Seni) yang diadakan tahunan. Teman-teman sempat nggak yakin saya mampu menembus seleksi tingkat Kecamatan.

  5. Evi says:

    Sebenarnya kepiting2 penarik ke bawah itu sadar gak sih pak tentang apa yg mereka lakukan?

  6. Khalik HR says:

    pertanyaan saya pa bagaimana cara agar mental kepiting bisa kita rubah menjadi mental maju pa
    Salam sukses mulia

  7. nich says:

    Pagi-pagi baca tulisan begini, benar-benar ngasih pandangan baru 🙂

    Itu tabiat kepiting, kenapa ya bisa begitu?

  8. Jamil says:

    Mas Bana berarti frekwensinya nyambung. He…he..he…Mas khalik kalau kita tidak bisa berkata baik diamlah jangan halangi orang untuk maju. Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

    1. isw_banna says:

      hehe jadi malu pak,,, thanks for inspiring us

  9. Ano says:

    mental kepiting pantesnya di jadikan kepiting rebus.
    Buktikan bahwa kita bisa. Suatu saat bertemu dengannya mukanya akan jd seperti ‘KEPITING REBUS’muka merah karena malu.
    Salam Sukses Mulia
    #Ano(BandEntrepreneur)

  10. tomlivi says:

    Iya juga sih, saya dulu di ejek temen2 supaya ngga datang ke panggilan majalah Mode dan saya ngga datang gara2 itu. Kalau saat itu ikut mungkin hari ini saya tidak kerja di Pabrik tapi sudah jadi selebritis.. Ɨƚε ‎​ټ Ɨƚε ‎​ټ Ɨƚε

  11. dewi says:

    Pak, saya sering share artikel Bpk di fb saya, tidak keberatan kan Pak?

    thank you for inspiring us

  12. Jamil says:

    Mbak Dewi, saya sangat senang bila tulisan di website ini disebarluaskan. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  13. zanuar says:

    mantaff…..

  14. noveratufianti says:

    Alhamdulillah,sahabat2 saya dalam kajian mingguan ga da yang mentak kepiting

  15. Nina Mahrani says:

    Mental kepiting no, makan kepiting yes ! ​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ terimakasih Pak. Salam SuksesMulia

  16. Alhamdulillah dulu saya berada dilingkungan kepiting, namun sekarang tidak lagi. Benar kata Bapak, yang harus memulai adalah diri kita sendiri.Kalau perlu, hancurkan saja keranjangnya… Capit kepiting kan Kuat…. Hehehe
    Salam sukses Mulia!

    RA Bermanfaat | RisanAwaludin.com | @risanawaludin

  17. fursan hasby says:

    tulisan bapa’ slalu menyentuh hati,smakin jthcinta sama jamilazzainy.com…jazakalloh.

  18. kania says:

    Pa..sy Ůđ∂ђ follow di twitt tp blm d folbek (ˇ_ˇ’!I) ..boleh tw fb nya apa?tx

  19. kusnanto says:

    kalo yg bermental kepiting itu keluarga (bapak/ibu) atau pasangan hidup apa yg hrs dilakukan?

  20. denbagus says:

    Wah…betul sekali tu Pak…tapi bgm mmbedakan antara kepiting jahat dan kepiting yg baik? Krn kadang dibalik keranjang tu jurang menganga…jadi kalau kepiting yg baik menarik qt kan agar qt gak keluar dari keranjang pelindung qt dan masuk jurang yg menganga??

  21. aamextended says:

    emang harus PD dengan planing kita sendiri!

  22. Fath says:

    Alhamdulillah, setelah baca artikel ini semakin mantap meninggalkan tempat kerjaku kini.
    thanks Pak Jamil. 🙂

  23. bayu says:

    Betul itu, sy udah pernah tinggalin mereka tp sekarang kepiting2 baru datang n sayangnya itu dari keluarga sendiri. Let’s fight, never give up, 2 the best future.

  24. hertina says:

    Q: Kenapa orang punya mental kepiting?

    A: Karena ada penyakit dihatinya.

    Mari istighfar bersama, dan do’akan agar Allah menyembuhkan “hati-hati” orang yang sakit, agar mendapat hidayah Allah.

  25. cucu siti.n says:

    hari ini akan saya tinggalkan sahabat bermentakl kepiting!!!!, minta do’anya selalu kek

Leave a Reply

Your email address will not be published.