Menjadi Pemimpin

Tidak sedikit orang di dunia ini terpanggil untuk menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin di pekerjaannya, atau menjadi pemimpin di masyarakat. Alasannya beragam, mulai dari alasan kepentingan diri sendiri sendiri hingga kemaslahatan banyak orang. Tetapi terkadang, terpanggil menjadi pemimpin tidak melulu setara dengan layak menjadi seorang pemimpin.

Sebagian memang layak, bahkan sangat layak, sebagian lagi boleh jadi masih harus melalui serangkaian proses kehidupannya yang akan membuatnya menyandang predikat layak menjadi pemimpin. Boleh jadi inilah yang menjadi penyebab terjadinya krisis kepemimpinan di berbagai tempat di muka bumi belakangan ini.

Memangnya Mas Jamil, seorang yang layak menjadi pemimpin itu yang seperti apa sih? Profesional muda, insan SuksesMulia, boleh jadi Anda pernah mendengar, beberapa tahun silam, seorang psikolog bernama Donald A. Laird mengemukakan lima pertanyaan yang menjadi alat ukur sederhana apakah seseorang layak menjadi seorang pemimpin. Jika Anda memberikan jawaban “mampu” pada kelima pertanyaan ini, boleh jadi Anda memang berpotensi untuk menjadi seorang pemimpin.

Kelima pertanyaan tersebut adalah:
1. Apakah Anda mampu menegur tanpa menimbulkan kemarahan?
2. Apakah Anda mampu menolak tanpa mengecilkan arti?
3. Apakah Anda mampu tertawa bersama bila kelucuan itu menyangkut diri Anda sendiri?
4. Apakah Anda mampu memelihara semangat jika menghadapi suatu kegagalan?
5. Apakah Anda mampu tenang jika harus menghadapi situasi darurat?

Hmmm…jika pertanyaan itu diajukan kepada Anda, apa ya kira-kira jawaban Anda? Kalau di kelima pertanyaan tadi jawaban saya kebanyakan tidak mampu, maka Anda belum layak disebut sebagai pemimpin? Walau hanya untuk memimpin dirinya sendiri.

Lantas bagaimana agar saya bisa memimpin diri sendiri? Tak mungkin saya menjelaskan dalam lembar yang terbatas ini. Saran saya, Anda harus membaca buku yang saya tulis “Kubik Leadership”. Jika setelah membaca buku itu belum juga puas, Anda bisa bertemu dengan saya secara jantan. He he he..

Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

2 thoughts on “Menjadi Pemimpin”

  1. Ar. Patiwi. says:

    Siiiipp ini yang aku tunggu-tunggu. Hehe… Saya sudah baca bukunya Pak,ada yang bikin penasaran saya makanya mau ta’ tanyain, bukan tidak percaya tapi lebih kepada biar makin paham aja. Begini Be, Dibuku kubik Leadership ada tertulis belack box manusia sebai penyaluran energi yang dalam agama budanya di sebut relik dan dalam AGAMA ISLAM DISEBUT AJBUZZANAB”

    Pertanyaan saya kalu bisa tau be referensinya apa yah, apa ada tertulis dalam alkuran, atau hadits atau apa be, mohon penjelasan dan masukannya biar aku lebih faham lagi, dan bisa ngejelasin kalau ada orang yang naya. Trims.. Jawabannya sangat ditunggu. Salam SuksesMulia Vs. Salam Inspiring..!! He he he..

  2. oktaviana widiastuti says:

    Bukunya ϐϊśƌ didapatkan diman…

Leave a Reply

Your email address will not be published.