Menjadi Lebih Baik

Shan Wiyono“Good, Better, Best. Never let it rest. Until your good is better and your better is best.” Tim Duncan, pemain basket NBA.

Quote diatas akan mengawali sharing saya pada kesempatan ini. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah Baik, Lebih Baik, Paling Baik; jangan pernah berhenti sampai sesuatu yang baik menjadi lebih baik dan yang lebih baik menjadi yang paling baik.

Saya mencoba mengamati dan mempelajari orang-orang sukses di dunia dan saya menemukan bahwa sikap mental seperti ini hampir dimiliki oleh semua orang sukses di dunia. Pada kesempatan ini saya ingin memberikan tiga buah contoh tentang bagaimana kita dapat belajar untuk menjadi lebih baik. Let’s begin.

Contoh yang pertama saya ambil dari pengalaman pribadi saya bersama dengan tim basket SMA Regina Pacis Bogor. Saya masih ingat momen ketika saya pertama kali berlatih bersama dengan 30 orang lain yang bermimpi untuk masuk ke dalam tim. Setelah melewati latihan dan seleksi yang berat akhirnya hanya 12 orang yang masuk ke dalam tim dan kebetulan saya adalah salah satu dari 12 orang itu. Bagi saya dan sebagian besar teman-teman lainnya, menjadi bagian dari tim inti adalah sesuatu yang sudah cukup memuaskan.

Lain ceritanya dengan beberapa teman saya yang sangat spesial. Bagi mereka masuk ke dalam tim bukan sesuatu yang cukup memuaskan sehingga mereka terus berjuang untuk menjadi yang terbaik di tim. Perjuangan mereka membuahkan hasil yang jelas yaitu mereka memang menjadi pemain-pemain terbaik di tim Regina Pacis.

Bukan hanya itu, sebagian dari teman-teman saya yang memiliki sikap mental spesial itu mendapatkan kesempatan untuk bermain di beberapa klub basket lokal dan bahkan ada yang terpilih untuk mewakili tim basket kota Bogor.

Contoh yang kedua masih berhubungan dengan dunia basket dan akan saya ambil dari salah seorang pemain terbaik dunia yaitu LeBron James. LeBron dikatakan memiliki bakat yang sempurna sebagai seorang pemain basket. Gabungan dari kekuatan, kecepatan, dan teknik menjadikannya seorang pemain super.

Tidak heran jika di usianya yang sangat muda, LeBron telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk menjadi pemain terbaik NBA (liga basket Amerika) di tahun 2009 dan 2010.

Sebagai seorang penggemar basket, saya sering mengamati statistik para pemain NBA dan saya menemukan sebuah hal yang sangat menarik dari statistik LeBron James. Sejak pertama kali bermain di NBA pada tahun 2003, LeBron selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebuah keadaan yang mengejutkan mengingat angka-angka yang sudah sangat tinggi itu terus berkembang menjadi lebih tinggi lagi.

Contoh yang ketiga dan terakhir datang dari perusahaan pembuat telepon revolusioner iPhone yaitu Apple. Apple pertama kali meluncurkan iPhone seri pertamanya di tahun 2007. Pada saat itu banyak orang yang terkagum-kagum dengan kecanggihan yang dimiliki iPhone. Apa yang ada pada iPhone seolah-olah sudah mencapai batas teknologi yang paling canggih dan sulit untuk dikalahkan.

Tetapi secara mengejutkan, dalam 5 tahun berikutnya Apple telah mengeluarkan 4 seri lanjutan dari iPhone yaitu iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4, dan yang terakhir iPhone 4S. Semua produk yang dikeluarkan Apple selalu memberikan sebuah terobosan baru. Mulai dari prosesor, resolusi layar, kamera, dan bahkan pada iPhone 4S terdapat sebuah teknologi voice command bernama Siri. Sungguh sebuah inovasi yang tidak terbatas.

Teman-teman yang saya hormati, apa yang dapat kita pelajari dari ketiga contoh diatas? Satu kalimat yang dapat menggambarkan semuanya adalah kita harus senantiasa berusaha untuk terus menjadi lebih baik.

Beberapa teman saya di tim basket SMA Regina Pacis Bogor mengajarkan saya untuk melatih sikap mental yang jangan cepat puas. Superstar basket LeBron James juga mengajarkan bahwa sehebat apapun kita pasti masih ada sesuatu yang dapat ditingkatkan lagi dan lagi.

Terakhir, Apple mengajarkan bahwa tidak ada batasan dalam berinovasi yang artinya tidak ada batasan untuk menjadi lebih baik. Mudah-mudahan sharing ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada teman-teman.

With love,

Shan Wiyono

Bagikan:

One thought on “Menjadi Lebih Baik”

  1. Ora Dadi Opo says:

    Mantap bang sharingnya_ Apalagi ada dihubungin sama basket. Seru jadinya_!

Leave a Reply

Your email address will not be published.