Menikah itu Sense Of Giving

Share this
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Pekan ini, di keluarga besar kami ada dua acara akad nikah. Pertama adalah keponakan saya, Nabilah Ar-Rozini (Sani), Ahad 4 September lalu dan Sabtu 10 September ini adalah anak pertama saya, Nadhira Arini Nur Imammah (Dhira). Kebiasaan di keluarga besar kami, sehari sebelum melangsungkan akad nikah selalu ada petuah dari para sauadara untuk calon pengantin.

Diantara puluhan petuah untuk Sani, tentu yang menjadi perhatian saya adalah petuah dari istri dan anak saya. Secara ringkas, ada tiga petuah yang keluar dari hati istri dan anak saya. Pertama, menikah itu sense of giving. Begitu bangun tidur, yang terpikir adalah “apa hal terbaik yang bisa saya berikan untuk pasangan hidup saya.”

Kebaikan berbuah kebaikan. Semakin besar kebaikan kita, balasan kebaikannya semakin besar. Kebaikan kepada pasangan hidup adalah kebaikan yang sangat besar. Rumah tangga yang semakin bahagia, apabila anggota rumah tangganya memiliki sense of giving yang tinggi.

Kedua, cintailah pasangan hidupmu dari A sampai Z. Tidak ada manusia yang sempurna, terimalah pasangan hidup kita dari A sampai Z. Misalnya suami kita N alias Ngorok, K singkatan dari Kentutan, hehehe. Tetap terima ia, jangan fokus kepada hal yang negatif. Yang buruk perbaiki, yang kurang tingkatkatkan, yang baik sebarkan.

Ketiga, terus belajar dan berkomunikasi. Tidak ada pelajaran khusus yang terstruktur dan terencana tentang pernikahan di bangku sekolah. Tugas yang menjalaninya untuk terus belajar dan berkomunikasi. Berhenti belajar dan berhenti berkomunikasi menjadikan rumah tangga bukan sumber kebahagiaan tetapi sumber malapetaka dan ketidakbahagiaan.

Nasehat, istri dan anak saya untuk keponakan saya sejalan dengan pendapat ahli. Kemarin, saya mempertemukan Dhira dan calon menantu saya dengan konsultan pernikahan yang biasa dipanggil Kang Canun. Pakar, romantic couple asal Bandungini menambahkan “rumah menjadi surga dunia saat suami benar-benar menjadi leader di dalam rumah tangga, komunikasi yang berjalan tanpa sekat antar satu dengan yang lain.”

Baca Juga  Menikah 2 tahun Saja?

Sengaja saya undang Kang Canun ke rumah saya untuk memberi pembekalan kepada Dhira dan calon menantu agar punya ilmu yang memadai sebelum menjalani hidup dimana sense of giving menjadi pondasi. Menikah menjadi indah bila sense of giving menjadi budaya dan tradisi penghuni rumah.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

1 comments On Menikah itu Sense Of Giving

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer