Menguatkan Diri

Share this
  • 216
  •  
  •  
  •  
  •  
    216
    Shares

Syarah KhaerunnisaMenjadi PNS?
 
Tidak ada dalam benak saya untuk menjadi PNS. Karena pernah saya beberapa kali mengurusi beberapa hal yang berhubungan dengan kantor pemerintah. Selalu saja bikin saya kesal. Entahlah, apa karena birokrasinya yang rumit, dilempar dari satu pihak ke pihak lain, atau banyak oknum yang meminta “upah ngetik”.
 
Setelah lulus kuliah saya memilih untuk menjadi guru privat anak SD. Sambil mencoba peruntungan bisnis kecil-kecilan, jualan bolu pisang buatan sendiri. Namun, orangtua berharap saya menjadi PNS, agar ilmu selama kuliah tidak sia-sia. Melihat harapan ortu untuk menjadi PNS. Saya mulai mencari-cari lowongan kerja, gak semua PNS, BUMN juga. Lalu jatuhlah pilihan pada beberapa instansi pemerintah dan beberapa BUMN. Saya ikuti seluruh rangkaian tesnya, dan singkat cerita saya diterima di salah satu instansi pemerintah yang sedang ramai melaksanakan reformasi birokrasi.
 
Tahun pertama saya jalani dengan suka cita, karena status saya masih CPNS, dimana saya tidak dilibatkan langsung dalam segala kegiatan perkantoran. Kasarnya Cuma jadi cameo. Tapi saya mulai menyadari beberapa hal yang tidak sesuai dengan hati nurani saya, yang membuat dahi saya sering berkerut dan bertanya dalam hati “kok gini sih? Kok gitu sih? Harusnya kan ga boleh, tapi kok dikerjain”. Saya tidak banyak berkomentar saat itu, saya jalani saja, namanya juga masih masa penjajakan.
 
Tahun kedua saya berada di instansi ini, saya mulai diberi tanggungjawab pekerjaan, karena status CPNS sudah berubah menjadi PNS. Gaji dan tunjangan sudah saya terima full, kontrak kinerja sudah saya tanda tangani. Dan baru saya sadari setelah status saya menjadi jelas, makin jelas ada “permainan” disana-sini. Hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani semakin banyak dan nyata terlihat. Saya jadi stress. Saya sepertinya ga betah.
 
Kemudian saya ingat perjuangan saya untuk diterima disini. Lima bulan menjalani proses, sempet kecopetan di Jakarta dan saya harus ikut tes dengan membawa KTP, sedangkan KTP saya ada di dompet, pake acara nyasar pula di Jakarta, muter-muter daerah grogol padahal tes di slipi dan saya buta peta Jakarta. Kemudian ingat betapa orangtua saya menangis haru saat tahu anak bungsunya diterima di instansi bergengsi ini. Kemudian saya bangkit dan berusaha menjadi kuat tanpa harus terbawa arus. Di tahun kedua ini saya dipinang oleh lelaki tampan dan soleh yang alhamdulillahnya memiliki visi dan pemikiran yang sama tentang dunia PNS, maka kekuatan saya bertambah.
 
Tahun ketiga menjadi sangat sulit bagi saya karena saya diberikan amanah baru, bagian keuangan, dimana saya harus mengelola anggaran kantor tempat saya bekerja, memposkannya ke masing-masing seksi, dan memantau sejauh mana penggunaannya. Orang bilang ini adalah bagian yang paling “basah”. Dan stress itu datang lagi, lebih hebat, sampai saya ingin menyerah. Saya memutuskan untuk resign, saya istikharah setiap hari, setiap malam dan setelah dhuha. Suami sudah setuju karena beliau tidak sanggup lagi melihat saya menangis setiap malam karena perasaan bersalah saya yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap keburukan yang terjadi. Saya menangis karna saya selalu teringat sebuah hadits yg berbunyi “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).
 
Betapa iman saya masih sangat lemah. Semenjak itu, kerja malas-malasan, muka cemberut, sampe rumah rasanya hambar. Ah rasanya seperti hidup enggan matipun tak mau. Pikiran negative datang bahwa system ini akan sulit diubah, pemikiran orang-orang ini akan sulit dipatahkan. Saya demotivasi besar-besaran, saya rindu bertemu orang-orang hebat, saya rindu memiliki lingkungan yang positif.
 
Kemudian, suatu pagi saya membaca web Pak Jamil seperti biasa, mata saya tertuju pada satu kolom di bawah artikel Pak Jamil, Wanna Be Trainer (WBT) tulisannya. Saya klik, dan saya baca informasinya. Kemudian saya email untuk menanyakan teknisnya. Karna baru baca artikel Pak Jamil tentang learning cost, maka tanpa pikir panjang saya langsung daftar dengan penuh harapan saya harus ketemu langsung dengan Pak Jamil.
 
Datanglah saatnya Wanna Be Trainer. Diantar suami tersayang saya harap-harap cemas karena niat awalnya Cuma mau ketemu Pak Jamil, mau curhat, tapi ini judulnya aja Wanna Be Trainer, pasti materinya tentang public speaking. Saya udah grogi duluan karena saya paling susah ngomong di depan orang banyak. Dan wooow! Alhamdulillah sekali saya dikasih kelompok yang luar biasa keren, fasilitator yang gak kalah keren, dan bias ketemu langsung, ngedengerin suara Pak Jamil langsung, dan dapet ilmu dari beliau langsung, biasanya Cuma baca webnya aja.
 
Selama 3 hari mengikuti WBT saya dibimbing untuk melepaskan rantai gajah dan menyusun materi yang selama ini ingin sekali saya sampaikan pada lingkungan kerja saya pada khususnya. Saya ingin mengajak para PNS untuk lebih memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan Negara Indonesia pada umumnya. Satu kesimpulan indah yang saya dapatkan selama di WBT adalah, jangan putus asa dengan system dan para penggeraknya, karena Allah Maha Membolak-balikkan hati, maka Allah yang menggerakkan mereka menuju kebaikan. Teman-teman di WBT mampu menguatkan saya untuk tetap bertahan dan berjuang menjadi PNS, membuktikan pada masyarakat banyak bahwa tidak semua PNS seperti yang mereka pikirkan. Yang hanya bisa menghamburkan uang Negara, kerja gak maksimal yang penting dapet SPJ, dan pikiran negative lainnya.
 
Ayo sahabat, berikan yang terbaik untuk pekerjaan kita sesuai dengan aturan yang ada, tanpa harus memikirkan materi yang akan kita dapat atau puja puji yang akan kita terima, caci maki yang akan datang. Berusahalah semaksimal mungkin karena dunia dan seisinya tidak mampu membayar kenyaman hati dan syurga yang indah kelak. Mari merapat para PNS dan jadilah PNS Mulia bersama-sama.
 
Salam sukses Mulia!
 
 
Tulisan dikirim oleh Syarah Khaerunnisa.

Baca Juga  Waspadai Demam Batu

Share this
  • 216
  •  
  •  
  •  
  •  
    216
    Shares

76 comments On Menguatkan Diri

  • Mantap mbak Syarah. Semoga senantiasa di lindungi Allah untuk tetap istiqomah menjadi pelayan masyarakat yang jujur dan amanah. Salam Sukses Mulia

    • syarah khaerunnisa

      aamiin.. terima kasih mas tito. semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah 🙂

  • Berjuang untuk menebar kebaikan,, 🙂 semangat mbak,,

  • princess amanda

    tetep semangat mba’ syarah…dan tetep istiqomah dengan menjadi PNS yg baik…

    salam SuksesMulia
    @holistic_center

    • syarah khaerunnisa

      aamiin.. terima kasih atas dukungannya mbak. *kayalagipemilihancaleg hehehe..
      salam Sukses Mulia 🙂

  • Indonesia Butuh Ribuan Pribadi berkarakter jujur dan konsisten memengah teguh Al-quran dan Hadist, Teruskan Perjuangan Mba…

    • syarah khaerunnisa

      terima kasih mas atas dukungannya. 🙂 semoga semakin banyak pribadi jujur di Indonesia kita. aamiin..

  • Berada di luar pusaran memang akan lebih mudah untuk berkomentar…
    namun mbak yang berada di dalam pusaran arus, mungkin jadi serba salah, serba sulit, dan memang butuh tenaga ekstra kuat untuk sekedar bisa bertahan, tidak terseret mengikuti arus… apalah lagi bergerak melawan arus pusaran itu sendiri.

    Semoga Allah menghimpun mbak dengan orang-orang yg sevisi dan jernih hati, semakin banyak & semakin kuat untuk melawan arus pusaran tersebut, bahkan jika mungkin memutar balik arus tersebut… semoga Allah memberi kekuatan untuk mbak dan kita semua yg ingin perbaikan di negeri ini. aamiiin yaa robbal alamiin.

    • syarah khaerunnisa

      waah mbaknya tau banget posisi sy. PNS juga mbak? hehe.. aamiin atas doanya, terima kasih.

  • Semoga mbak tetap semangat untuk mewarnai lingkungan PNS di tempat mbak dengan warna yang mbak inginkan jangan malah terwarnai dengan lingkungan yang rusak. Semangat mbak..

  • nursila buluatie

    senengnya bisa merasakan hal ini…sukses ya mba..

  • Subhanallah…begini cara Allah mengasah sarah,utk menjd mutiara. Selamat berjihad adik ku solihah..Allahu Akbar!

    • syarah khaerunnisa

      huhuhu mba wenyyy.. aku jadi kangeeen ibu ustadzah nih 🙂 terima kasih ya mbak sudah mau berbagi selama di WBT. 🙂

  • Subhanallah, support untuk mbak Syarah.

    Saya tulis artikel yang senada untuk support mbak Syarah, silakan kunjungi JANGAN TAKUT BERBAGI http://maswantik.com

    Selamat berjuang semuanya

    • syarah khaerunnisa

      terima kasih mas wantik. sudah saya bacaa. touchy mas. salah satu kendala disini ya memang takut untuk berbagi pikiran atau ide-ide. hehe.. mari berjuang bersama! 🙂

  • Subhanallah….
    Keluar dari kejujuran yg disertai dgn keimanan,begitu menguatkan diri sarah yg sesungguhnya. Met jihad adikku..Allahu Akbar!

  • Terharu, bangga dan senang bisa kenal dengan dirimu. Salam buat suamimu yang hebat. Salam SuksesMulia

    • syarah khaerunnisa

      terima kasih banyak kek atas ilmunya. bener2 bukan cuma materi public speaking. banyak bangeeet yg saya dapet selama ikut WBT. semoga cita2 kakek untuk memeluk Nabi Muhammad SAW terkabul. aamiin.. wa’alaikumsalam kata suami saya. :p

    • Waalaikumsalam Pak, salam kenal.. Salam SuksesMulia.. 🙂
      Mohon do’anya supaya saya bisa menjadi suami yang hebat..

  • Subhanallaah..
    Bahagia membacanya, bahagia mengamati progress 3 hari yg lalu sgt luar biasa 🙂
    Like i said, so proud of you, Syarah!

    • syarah khaerunnisa

      mba rimaaaaaaaaa.. 😀 makasih banyak atas kesabarannya membimbing saya. 3 hari nangis mulu. hehehe.. senang bisa mengenal mba rima 🙂

  • Semoga tetap istiqomah Mbak.. Orang-orang seperti Mbak inilah yang kita butuhkan dalam pemerintahan. Salam SuksesMulia

  • Ini benar-benar kerON…semoga perjuangan hebatnya bersama sang suami untuk terus berada pada jalur kebaikan, akan membuahkan keberkahan dari Allah.

    Salam kenal mba Syarah.
    Alhamdulillah, another story yang dahsyat, dari betapa WBT bisa menjadi jalan yang mampu mengubah kehidupan seseorang ke arah yang lebih baik.

    • syarah khaerunnisa

      aamiin..
      salam kenal juga mas andy. betul mas, WBT memang keren banget. semoga alumni WBT mampu menebar kebaikan dimana pun berada sehingga semakin banyak kebaikan di dunia ini. aamiin..

  • Mantep mba! Keep fight ya. Salam PNS Mulia 🙂

  • Luar biasa mbak.sarah….Allah maana,dan.percayalah.dengan bantuan Allah dan.dgn tetap.istiqomah prastiyo bisa…PNS PNS mulia akan bermunculan dengan mba sarah tetap disana dan ttplah berjuang…salam sukses mulia…..^_^

  • “wow” sekali ni..
    memang kemantapan hati seseorang tetang ap yg dilakukan hrs yakin seyakin yakinnya..
    salam kenal dari jogja mbak

  • alhamdulillah.
    kebetulan saya juga PNS di salah satu kementerian yg didera kasus korupsi yg sangat hebat, tapi malah kami sangat berjuang kuat untuk memberantas korupsi, bahkan saya tidak pernah melihat transaksi yg terindikasi korupsi di depan mata. Allah masih melindungi saya. subhanallah. 😀
    saya punya teman, yg potensinya jauh tinggi, tapi sama dengan mbak penulis, atas desakan ortu akhirnya dia diterima di dua kementerian, entah saya belum tau mana yg nanti dia pilih.
    karena dia husnudzan, supaya birokrasi semakin baik, maka diperlukan orang2 terbaik. semoga Allah memudahkan orang2 potensial seperti mbak penulis dan teman saya. aamiin

    • syarah khaerunnisa

      kayanya kita satu atap mas. hehehe.. udah baca sebagian tulisannya. kereeenn jugaa! ayo kita berjuang bersama! sebetulnya sistemnya sudah jauh lebih baik, tinggal penggerak2nya yang harus lebih baik ya mas? makin semangat saya, banyak temennya. 😀

  • ayo semangat mba …
    sayapun pernah menjadi PNS dilingkungan Ring RI 1&2 tetapi sayangnya saya hanya mampu bertahan 3tahun saja.

    tahun pertama saya lalui dengan “resah dan gelisah”, melihat keanehan2 yang terjadi : markup uang dinas dari 2 hari menjadi 5hari, tidak pernah lembur tetapi selalu membuat laporan lembur & terima uang lembur tiap bulan, dll . di Tahun pertamapun saya pernah mengajukan pengunduran diri dari PNS melalui bagian kepegawaian , dan akhirnya 2 minggu kemudian surat itu saya cabut kembali dikarenakan tidak tega melihat ibu saya menangis tiap hari melalui telp (ibu adalah orang yang menentang paling keras saya keluar dari PNS)

    tahun kedua , rasa resah dan gelisah mulai menghilang pelan2 dan saya mulai menikmati “keanehan2” tsb . dinas luar daerah saya sambut dengan suka cita, karena dibayangan saya dinas bukanlah “dinas”, melainkan kegiatan jalan2 atau makan2 saja sekaligus petualangan ke tempat rekreasi yang belum pernah saya kunjungi. pendapatan “tidak resmi” dari markup uang dinas saya hitung sebagai pendapatan rutin saya.

    tahun ketiga, saya mulai “sedih” dengan keadaan saya,ya saya bersedih karena “knapa saya tidak bersedih lagi melihat keanehan ini”, “knapa saya justru pelan-pelan menikmati keanehan ini” , terlebih2 ketika saya ditunjuk sebagai sekretaris panitia pengadaan barang&jasa padahal saya masih belum cukup mempunyai pengalaman di PNS maupun di hal pengadaaan. panitia pengadaan terkenal dengan lingkungan yang “basah” sehingga banyak pegawai lama yang menginginkannya dan saya ditunjuk hanya karena setelah diadakan ujian sertifikasi (syarat utk menjadi panitia pengadaan barang &jasa) , hanya 2 orang yang lulus dan salah satunya adalah saya.

    di tahun ketiga inilah, disaat saya “semakin menikmati keanehan2” , tiba2 ada telp dari mantan atasan di kantor lama yang menawari saya pekerjaan ditempat lain. jujur ini keputusan yang paling berat saat itu, disatu sisi saya sudah sangat betah di lingkungan PNS tapi di satu sisi saya seperti tersadar , apakah kejadian ini sebenarnya cara Allah untuk “menyelamatkan” saya , untuk menarik saya keluar dari lingkungan yang saya sendiri ternyata belum bisa “bersih” didalamnya. apakah kejadian ini Allah turunkan untuk menjawab doa-doa yang saya panjatkan akhir2 ini supaya saya diselamatkan dari rizki yang tidak halal?

    akhirnya setelah berembug dengan suami dan setelah negosiasi pelan-pelan ke ibu, saya mantap untuk memutuskan resign dari PNS dan kembali ke jalur pegawai swasta seperti sebelumnya.

    Jujur saya salut dengan orang-orang yang bisa bertahan didalam lingkungan PNS tetapi masih berusaha sekuat tenaga untuk “bersih”, 10 Jempol saya untuk mereka. karena ternyata sayapun menyerahhhhhhhhhh

    • syarah khaerunnisa

      huhhuu.. jadi sedih. belum hilang betul memang budaya lama nya mbak. saya juga pejabat pengadaan mbak, pelaku dinas kesana kemari juga, pengang anggaran juga. saat ini saya belum bisa merubah kebijakan ataupun sistem yang ada, tp saya tetap berharap, semakin kita mnunjukkan diri bahwa kita tidak setuju dengan hal2 seperti itu, mudah2an semakin banyak teman2 PNS yang berani berkata tidak pada hal seperti itu. mudah2an niat kita untuk merubahnya jadi lebih baik Allah kehendaki. kita hanya bisa berusaha kan mbak? dimana pun kita berada, bekerja, mengabdi, semoga Allah selalu menuntun kita di jalan-Nya. salam kenal ya mbak yanti 🙂

      • jangan menyerah spt saya ya mba , saya bukanlah contoh yang benar, kalah duluan di awal pertandingan :d

        saya pribadi jujur mengundurkan diri, karena “idealis” saya semakin lama semakin tergerus. dulu melihat hal yg aneh itu “sangat aneh”, kemudian pelan2 turun statusnya menjadi “aneh”, kemudian turun menjadi “sedikit aneh” dan akhirnya turun lagi menjadi “biasa” .
        saya menjadi saksi bahwa masih banyak temen2 PNS yang bersih & mempunyai integritas meskipun itu hanya segelintir orang.
        saya masih inget bagaimana perjalanan degradasi iman dan idealisme saya selama 3 tahun berada disana, terlebih2 dalam hal perjalanan dinas

        1. diawal-awal sy msh protes ke atasan menggunakan lisan “loh kan perginya 2 hari, knapa sy harus ttd dan terima uang 5hari?” **3hari sisanya saya msk ke ktr tetapi tdk boleh absen, karena menghindari adanya pemeriksaan . dan saya kembalikan uang sisa perjalanan dinas 3hari itu, tetapi DITOLAK karena ktnya merepotkan dalam pembuatan laporan keuangannya.

        2. kemudian pelan-pelan, protes itu berubah hanya menjadi di dalam hati saja, dan uang tetap saya terima tetapi saya salurkan ke kegiatan sosial (banjir, kebakaran dll)

        3. kemudian pelan-pelan, “uang aneh” itu hanya saya salurkan sebagian ke kegiatan sosial, sisanya saya belikan oleh-oleh untuk dibagikan ke temen kantor, tetangga dll

        4. kemudian pelan-pelan “uang aneh” itu tidak lagi saya salurkan ke kegiatan sosial, tetapi untuk belanja baju, tas, makanan oleh2 dll

        5. dan kemudian akhirnya “uang aneh” itu saya pergunakan untuk keperluan sehari-hari **meski masih ada penolakan di hati saya, tapi tetep dilakukan

        saya msk PNS umur 27thn, resign umur 30 sebenarnya saat resign dalam hati saya berkata : 3 tahun lagi saya ingin kembali ke kantor ini, setelah saya merasa cukup ketahanan diri saya (mental, iman, dll)… **hehe PD keterima test lagi ya.
        tetapi sayangnya saya skr sudah tidak dapat melamar PNS lagi mba , hahahaa karena syarat utuk msk PNS skr kebanyakan maks 27thn (pdl jaman sy ngelamar dulu maks 35thn)

        akhirnya kata, SELAMAT BERJUANG MBA, saya ikut mendoakanmu

  • risye rahmawati

    Bisa minta contact’y mbak Syarah Khaerunnisa?

  • Yuniarti Fazri

    luar biasa mbak. Semangat Istiqomah di jalan yang lurus mbak.
    sangat menyentuh… ikut dikuatkan juga setelah membaca artikel mbak Syarah.

    • syarah khaerunnisa

      PNS juga mbak? ayoo kita berjuang bersama! pasti bisa lebih baik! semangat mbak! 😀

  • smg istiqomah ya mba ^^
    ga beda jauh dari mba, saya juga ga ada niat an awal jadi pns.
    hanya coba2 dan kemudian lanjut,
    kalo allah memberikan jalan saya di pns, motivasi saya besar u/ menjadi baik dan lebih baik
    bukan untuk diri sendiri tapi untuk sekitar.

    • syarah khaerunnisa

      aamiin.. aamiin..
      semoga lulus jadi pns dan kita bisa berjuang bersama-sama. hehe..

  • Alhamdulillah, Syarah nulis jugaaaaa…
    Semoga menjadi inspirasi teman-teman ku.
    Ijin Share ya

  • Boleh minta alamat emailnya mba? Saya ingin sharing.. Terima kasih sebelumnya.

  • Guntur Darja Wijaya

    Subhannallah, mbak,

    Walau kadang teratai hidup ditengah enceng gondok, dia tetaplah teratai. Teruslah berperan sebagai teratai. Allahu Akbar!

    Guntur
    #WBT11

  • Salam mbak… dari pns kerdil yg bisanya nangis… alhamdulillah lebih menguatkan…

  • Mba Syarah selamat ya, terus istiqomah, terus berjuang dari dalam. Tidak hanya di lingkungan PNS di manapun bekerja ada aja yang selalu mau menyeleweng entah level atas maupun bawah. Semua ini seperti virus menular, seolah siapapun akhirnya kalo punya kesempatan jadi lupa akan idealismenya. Karenanya dasar iman, misi akhirat setiap orang harus dikuatkan, termasuk karena kita ibu-ibu kita harus tanamkan nilai-nilai itu kepada anak-anak kita. Semoga kedepanya bangsa ini makin bermartabat.

    So proud of you

    • syarah khaerunnisa

      aamiin.. terima kasih bu ani.
      btw, aku pengen belajar bikin kue bu. hehehe..

      • mba sarah pns di mana?
        saya sama teman teman saya membutuhkan sekali masukan dari pengalaman mba sarah…
        bagaimana bisa menebar kebaikan atau mengajak bekerja dilingkungan pns sesuai aturan apalagi mengontrol kebijakan pimpinan, ini sangat sulit sekali!!!???

        bisa kontak via WA saya di 081315270257 kita sangat membutuhkan sharing ini mba….

  • Inspirasi buat PNS maupun birokrat muda, jangan menyerah dengan sistem yang sudah akut ini. Saya kutip lagi tulisan mbak buktikan pada masyarakat banyak bahwa tidak semua PNS seperti yang mereka pikirkan.

    Sekedar tips pendahuluan bagian keuangan (jika mbak bendahara) jalankan dulu pertanggungjawaban keuangan sesuai ketentuan yg berlaku, harus bersikap tegas soal ini. Jangan pernah mentolerir jika dokumen pendukung tdk lengkap. Pastikan area kita tdk bisa diintervensi. Akan ada riak-riak kecil dengan lingkungan kerja, namun lama-lama mereka akan terbiasa dg sistem kerja mbak. Setidaknya ini akan memberikan ketenangan hati maupun ketenangan kerja.

    • syarah khaerunnisa

      wah betul sekali. saya masih harus banyak belajar, karena gabisa langsung frontal kalo mau ngasih tau. terima kasih atas masukannya 🙂

  • sukses slalu Mba,,

  • mantab mbak…memang harus bisa istiqomah menjaga idealisme yang benar utk tetap dijalan lurus walaupun godaan didepan mata menarik hati…ayo mbak sama2 berjuang menggiring para birokrat / pns muda utk tetap dirolenya / ditracknya yg benar.

    salam sukses mulia….

  • Semangat dan tetap Istiqomah ya Mbak Syarah…untuk menjadi agen perubahan di lingkungan birokrat/PNS

  • Subhanallah.. Tulisan mba syarah ini membuat saya kembali bersemangat. Krn akhir2 ini saya lg ‘down’ dgn kondisi yg ada: bahwa orang2 yg ingin berjalan lurus malah disingkirkan. Saya merasa ‘sendiri’ & karir saya dihambat banyak pihak.. Terima kasih yaa Mba telah menguatkan hati saya. Kalau bukan kita siapa lg yg akan membenahi sistem yg ada..

  • Indra fernanda

    sukses mulia..

  • Subhanallah,,,salut dan bangga saya bacanya,,,selama ini ortu saya juga menyuruh untuk kerja sbg pns,,,dan begitu marahnya saya sama pns karna slama ini yg saya lihat pns bukannya melayani tapi justru banyak memarahi masyarakat2 lemah, malas2an dikantor, skrg saya tau tidak semua pns seperti itu,,,,mari sama2 kita semua menjadi penebar kebaikan dimanapun kita berada,,,,

  • wow,,hebat sekali..semoga tetap kuat

  • Subhaanallah mbak.. Persis bgt sm yg sy alami.. Sedikit termotivasi.. knp sedikit? Krn motivasi yg dsampaikan mbak syarah, sering jd motivasi sy pribadi.. Tp ternyata, seolah sy berjuang sendiri :'( krn perjuangan sendiri itu,thn ini bahkan sy “tergeser” o/ tmn2 yg bs “mengikuti”.pernah d pengadaan, pernah jd panitia penerima pekerjaan, pelaksana survey perijinan, dn skrg “hanya”staf teknis yg “sedikit” bs idealis. Ternyata,alhamdulillah..jd staf itu lbh tenang ^^
    Sy jg udah sering kali pny keinginan u/ resign,tapii..belum jg.. Masih terus minta jalan pd Allah..
    *peluksemuaPNSygmshbsidealis *salingmendoakan

  • Salam kenal, ceritanya mirip sejarah sy, sy resign dr PNS tepat 2 bulan stlh status cpns jd pns setahun sblm menikah dg istri sholehah nan rupawan:) yg jg punya idealisme..slm jd cpns sy sudah byk dilibatkn dlm kegiatan DL, sy resign kr takut tak bisa btahan dr arus,sy takut ketika hati dlm keadaan lemah ikut arus disitu nyawa sy diambil,,stlh knsultsi pd pr ustadz mreka mbr kaidah lakukan yg wajib kemudian yg dibwh wajib,mk sy lakukan pnyelamatan diri daripada idealis btahan diPns,,sy bahagia skrg alloh mposisikn sy sbg suami wiraswasta ..dan sy ucapkn salut pd mba sarah yg msh bjuang unt btahan,,smg tetap istiqomah kr setan ga pernah tdr mgintai kelemahan kita baik kt sbg PNS ato bukan pns,,tp jgn lupakn kwajibn tbesar mba sbg ibu rumah tangga ,karir utama anda adlh dirumah suami anda, slmt bjuang..

  • Salam kenal. cerita mbak persis sedang saya alami. Sudah 3 tahun saya menjadi pns. Tetapi semakin hari apa yang saya rasakan semakin bertolak belakag dengan hati saya. Pengen resign dari PNS tapi kepikiran punya istri dan anak. Masih dilema…….

  • salam kenal

    saya salut Mba,,,walau pasti susah, satu orang (apalagi bawahan) tidak akan merubah sistem yang sudah berakar dan memamahbiak,,,Mba pun pasti masih tetap melaksanakan kebijakan orang sekitar dan pimpinan (yang mengindikasikan kesalahan) walau diri Mba bekerja dengan benar (bersih) tapi tetap menyokong kebijakan yang salah tersebut (buah simalakama kan)..

    saya PNS dari tahun 2006 dan sudah penat,,,seperti diatas saya sampaikan saya salut sama Mba…

    untuk yang belum terlanjur jadi PNS, pikir pikir yang panjang untuk melangkah jadi PNS…masih banyak peluang lain selain PNS yang bisa dikategorikan bermain bersih (ingat rejeki Allah yang ngatur bukan Pemerintah bahkan atasan kita)..

    salam sukses,

  • Wah saya baru baca artikelnya, satu kata utk Mbak Syarah “Hebat”.
    Kira2 gmn kbr Mbak Syarah skrg?
    Saya dulu jd PNS cm bertahan 6 bulan, setelah itu resign deh.

  • sukses slalu Mba,, makasih syaringnya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer