Menghitung Pasir di Pantai

Mungkin anda pernah membantu teman dekat anda disaat dia mengalami kesulitan. Namun tanpa disangka ketika anda yang sangat membutuhkan bantuannya, teman anda tidak bisa membantu anda. Apakah anda akan kecewa? Mungkin iya. Bisa jadi yang membuat anda kecewa adalah karena anda sudah pernah membantu dia. Sementara pada saat giliran anda yang sedang mengalami kesulitan, teman anda tidak bisa membantu. Hal seperti ini seringkali terjadi. Kita kerap kali menghubungkan bantuan yang telah kita berikan dengan balasan yang diberikan oleh orang yang telah kita bantu.

Berhati-hatilah dengan kekecewaan. Menurut saya kekecewaan itu muncul sebagai tanda kita belum ikhlas melakukan suatu hal. Sementara Iklas itu menjadi dasar kita melakukan suatu perbuatan agar bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Maukah dirimu jika diminta untuk menghitung banyak pasir di pantai? Pasti jawabannya tidak. Tentu saja setiap orang tidak akan mau melakukan hal-hal yang tidak ada gunanya. Begitupun hubungannya dengan keikhlasan. Semua yang kita lakukan tanpa didasari dengan niat Ikhlas tentu akan sama nilainya dengan menghitung pasir di pantai.

Ikhlas itu adalah melakukan sesuatu hanya karena Allah SWT. Lalu seperti apa sih contoh perbuatan ikhlas itu? Aa Gym pernah memberikan contoh perbuatan ikhlas itu seperti orang yang buang hajat di toilet. Sebanyak apapun hajat yang buang, semenarik apapun warnanya, kita tidak pernah mengingatnya apalagi sampai menginginkannya kembali. Kita akan merasa legah dan segera melupakannya ketika kita selesai buang hajat.

Perbuatan yang ikhlas itu sama halnya ketika kita buang hajat. Kita tidak merasa terpaksa melakukannya, akan ada perasaan senang setelah melakukannya dan segera akan melupakannya. Sejatinya ikhlas itu tidak akan menyisakan kekecewaan setelahnya.

Mumpung kita masih diberikan nikmat waktu dan kesehatan mari kita periksa niat kita. Jangan sampai selama kita hidup yang kita lakukan hanyalah menghitung pasir di pantai. Sangat merugilah kita…

Abdul Haris

Bagikan:

One thought on “Menghitung Pasir di Pantai”

  1. pemi binti rohmat says:

    astagfirullah,amuni sy y rabb yg sering bersikap seperti itu. bimbinglah hamba agar lebih iklas dlm melakukan kebaikan yg Kau perintahkan. amien

Leave a Reply

Your email address will not be published.