Menghadapi Artificial Intellegence

Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Banyak ahli mengingatkan tentang bahaya kecerdasan buatan (Artificial Intellegence), salah satu yang gencar mengingatkan adalah Profesor Stephen Hawking. Sebagaimana dikutip oleh berbagai media, Profesor ini mengingatkan “saya takut kecerdasan buatan akan menggantikan manusia secara keseluruhan. Mereka layaknya virus komputer yang dapat mengembangkan kemampuan dan mereplikasi diri.”

Hal ini sejalan juga dengan laporan Pricewaterhouse Coopers (PwC) bahwa 4 dari 10 pekerjaan yang ada didunia ini sangat riskan tergantikan robot. Diprediksi, pada tahun 2030 nanti 38 persen pekerjaan di Amerika Serikat akan hilang digantikan oleh robot dan kecerdasan buatan. Hal itu juga akan terjadi di Inggris (30%), Jerman (35%) dan Jepang (21%).

Menghadapi fakta ini, apa yang perlu kita siapkan agar kita tidak tersingkir dari kehidupan. Menurut saya ada beberapa hal yang perlu kita terus latih dari sekarang. Pertama, terbiasa hadir secara total. Saat kita berinteraksi dengan siapapun, pikiran, jiwa, raga dan pancaindera hadir total. Kita tersambung secara total dengan seseorang yang sedang berinteraksi dengan kita. Kebiasaan melakukan secara total ini membuat Anda sulit tergantikan oleh siapapun, termasuk kecerdasan buatan.

Kedua, asah keahlian komunikasi dengan sesama. Kita perlu tahu dan mahir, kapan saat berbicara, kapan saat diam, kapan saat berpendapat, kapan saat perlu mendebat, kapan saat perlu mendengar dengan benar. Kemampuan interaksi dan komunikasi dengan pihak lain itu menjadikan kita benar-benar manusia. Membedakan kita dengan kecerdasan buatan apapun.

Ketiga, mengasah nurani. Perlu sering merenung untuk apa saya hadir kemuka bumi? Hal terbaik apa yang bisa saya kontribusikan untuk dunia? Hal-hal benar apa yang perlu saya perbanyak untuk diperbuat? Selalu mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh, berpegang kepada agama dan value dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga  Punya Usaha Belum Tentu Pebisnis

Jadilah manusia yang benar-benar manusia, ada pikiran, jiwa, raga dan nurani yang selalu dihadirkan saat kita menjalani kehidupan sehari-hari. Hindari menjadi “robot” ekonomi yang hanya sibuk menjalankan rutinitas kerja tanpa didasari value dan agama yang kita anut. Jadilah manusia yang sebenarnya manusia apabila Anda ingin siap menghadapi perkembangan Artificial Intellegence. Siapkan Anda?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer