// Anda sedang membaca...

Artikel Pilihan

Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan bukan hanya tentang berapa tabungan Anda. Bukan juga tentang apakah tabungan Anda cukup untuk bertahan hidup 10 tahun bila Anda tak bekerja. Mengelola keuangan itu, menurut saya, berkaitan dengan pandangan hidup seseorang.

Bagi seorang yang beriman, mengelola keuangan itu berkaitan dengan keselamatan kehidupan di dunia dan juga kehidupan di akhirat.  Uang menjadi hamba sahayanya, bukan sebaliknya ia menjadi hamba uang.

Dari para profesional dan pebisnis sukses beriman saya banyak belajar tentang bagaimana mengelola keuangan.  Mereka mengalokasikan uangnya untuk tiga keperluan: Akhirat, Masa Depan dan Masa Kini. Urutan itu menunjukkan prioritas, jangan dibalik mengelola keuangan untuk kepentingan Masa Kini, Masa Depan dan Akhirat. Ketahuilah kehidupan akhirat jauh lebih penting dari kehidupan dunia.

Setiap penghasilan yang kita peroleh gunakan untuk keperluan akhirat; keluarkanlah untuk zakat dan infak sedekah. Sahabat saya, melakukannya dengan cara memberi makan setiap hari kepada orang-orang miskin yang tinggal di sekitar rumahnya. Rata-rata ia memberi makan kepada 40 keluarga miskin setiap harinya. Ajaibnya, setelah ia rutin melakukan kebiasaan memberi makan, rezekinya semakin berlimpah dan order mengalir tiada henti.

Mungkin otak rasional Anda akan bertanya, “Bagaimana mungkin saya keluarkan uang untuk sedekah lha wong kehidupan saya saja pas-pasan.” Ini memang masalah keimanan yang tidak semuanya bisa dijelaskan dengan akal manusia. Sama halnya kita tidak bisa menjelasan mengapa sholat di Masjidil Haram pahalanya 100 ribu kali lipat, sholat di Masjid Nabawi Madinah 1.000 kali lipat dibandingkan dengan sholat di masjid termegah sekalipun di belahan dunia lain.

Kedua, alokasikan penghasilan untuk masa depan kita. Bila sudah terkumpul dengan jumlah memadai gunakan untuk modal usaha. Karena kehidupan yang paling nyaman dalam urusan finansial adalah ketika passive income kita lebih besar dari kebutuhan atau setidaknya mampu memenuhi semua kebutuhan kita. Dana untuk masa depan kita itu diinvestasikan bukan ditabung.

Ketiga, alokasikan penghasilan yang kita peroleh untuk keperluan hari ini. Hiduplah sederhana dan jangan kedepankan gengsi. Percuma kehidupan kita saat ini terlihat “wah” tetapi sebenanya rapuh secara finansial karena tak ada dana yang diinvestasikan untuk masa depan. Amatlah sia-sia bila kehidupan saat ini kita terlihat sukses tapi di akhirat tidak bisa tinggal di tempat yang terhormat.

Targetkan bahwa dalam jangka waktu tertentu keperluan sehari-hari kita akan dipenuhi dari passive income. Dan itu bisa terjadi bila kita mengelola uangnya dengan urutan untuk keperluan akhirat, masa depan dan masa kini. Tidak percaya? Coba dulu dong…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Discussion

19 Responses to “Mengelola Keuangan”

  1. Siiaaappp #EKSYEN Pak…
    Mulai melakukannya lebih baik lagi…:)

    terimakasih Pak nasihatnya..!!!

    salam sukses mulia jg Pak Jamil.
    Kalau ada waktu liat2 tulisan sy di blog sy ya Pak.. ^___^

    Posted by Saafia Saffanah | 17/01/2012, 07:44
  2. Jleb,,mantab P Ustadz Jamil,,JazakumuLLoh

    Posted by AGUS | 17/01/2012, 07:47
  3. underlined : “akhirat, masa depan dan masa kini”
    thx kek :)

    Posted by tupen | 17/01/2012, 07:48
  4. Dapet tambahan ilmu lagi u bisa ngelola pendapatn.
    Makasih pak. . .

    Posted by mustika yanti | 17/01/2012, 07:49
  5. lapan anam mbah :D
    hatur nuhun sudah berbagi ilmu

    Posted by Wildan Haidar | 17/01/2012, 07:55
  6. Siip!! Belajar mulai dari sekarang!

    Posted by Anggit Setyaningsih | 17/01/2012, 08:02
  7. ini yang sering kali saya lupa pak.. menaruh kepentingan akhirat justru di tengah atau di belakang.. terimakasih sudah mengingatkan.. jazakallah

    Posted by mursid | 17/01/2012, 09:24
  8. Makasih kek jamil, ijin copas njih.

    Posted by Novi | 17/01/2012, 09:31
  9. Terimakasih pak
    sem0ga jd ibadah :D

    Posted by Tita Rosita | 17/01/2012, 09:41
  10. ijin share ya kek :)

    Posted by yuliatin | 17/01/2012, 09:49
  11. terima kasih atas ilmunya juga pak. semoga bisa melaksanakan ilmu tersebut bersama dgn suami..

    Posted by nina amelia | 17/01/2012, 09:51
  12. hayuuuuk…mari mencoba mempraktekkannya.
    Sungguh bermanfaat Pak Jamil.
    Mohon do’anya semoga pembaca bs mempraktekkannya-amin.
    Jzkmlh :)

    Posted by Nikke | 17/01/2012, 09:56
  13. jleb, mengena banget, akan saya coba. salam sukses mulia tuk semua

    Posted by Ano | 17/01/2012, 10:22
  14. Setuju Kek, tapi kadang kita (terutama saya) masih sering bolak balik prioritasnya: masa kini, masa depan baru akhirat *malu

    Posted by @Kur2_BGT | 17/01/2012, 17:19
  15. Setuju bgt Pak Jamil, terima kasih udah mengingatkan..

    Posted by Surya | 18/01/2012, 07:31
  16. Mantappp kakek…mengelola keuangan biar kita sukses dunia akherat, bukunya ligiwina hananto jg mengajarkan hal yg sama terutama untuk berinvestasi :)

    Posted by Pratama Puji Widiyanto | 18/01/2012, 09:47
  17. alhamdulillah….trimakasi lagi dan lagi; akhirat, masa depan dan masa kini….bismillah

    Posted by dwinur77 | 24/01/2012, 21:15
  18. Wajib diikuti.. Amin.. Smoga bisa saya.. Makasih pak…..

    Posted by saifudinHajar | 30/01/2012, 22:02
  19. segera lakukan, Insya Allah.
    TFS ya pak

    Posted by Lydia Amrina | 09/02/2012, 14:18

Post a comment

Makelar Rezeki

Twitter

Follow JA on…