Mengapa Takut?

takut.jpg

Minggu, 24 Agustus 2014, saya berkesempatan bertemu para tokoh di Pekalongan, Jawa Tengah, untuk mensosialisasikan Komunitas SuksesMulia. Saya juga berkesempatan berbagi inspirasi di depan bupati dan 8.000 lebih masyarakat Pekalongan. Di sela-sela itu saya berkesempatan ngobrol santai dengan Bupati Pekalongan, Bapak Amat Antono.

Dari obrolan ringan di belakang rumah hingga menjelang pukul 23.00 itu saya mendapat banyak inspirasi. Salah satunya adalah jawaban atas pertanyaan berikut: Mengapa para birokrat takut bertemu bupati? Ternyata itu disebabkan dua hal: Salah atau tidak menguasai masalah. Menurut saya, hal ini juga berlaku di kantor, dunia bisnis, kampus dan berbagai aspek kehidupan.

Ketika saya menjadi dosen, para mahasiswa yang takut bertemu saya karena salah atau tidak menguasai masalah. Ketika saya berbisnis, karyawan dan mitra kerja yang takut bertemu dengan saya juga karena dua hal tersebut. Namun demikian, kita tidak boleh takut salah karena takut berbuat salah akan membuat kita tidak bertumbuh, statis dan menjauhkan kita dari kreativitas.

Salah itu manusiawi. Kesalahan itu mendewasakan kita. Dari kesalahan kita belajar untuk selalu memperbaiki diri. Tak perlu takut berbuat salah, yang boleh kita takutkan adalah takut bermaksiat kepada Allah SWT. Jangan takut salah mengambil keputusan. Jangan takut salah mengambil tindakan. Apabila setelah dijalani ternyata salah, bertanggungjawablah. Tak perlu menghindar.

Yang perlu malu memang bila kita tidak menguasai masalah padahal itu adalah tanggungjawab kita. Berusaha keraslah untuk menguasai masalah. Lihatlah dari berbagai sudut pandang. Bukalah pikiran Anda. Dengarkan pendapat para ahli. Dengarkan para pelaku dan praktisi yang sudah terlebih dahulu terjun di bidang yang ingin Anda kuasai.

Orang yang tidak menguasai masalah biasanya karena enggan belajar, enggan mendengar dan enggan menerima sesuatu yang baru. Penting menjadi manusia yang “open mind” dan terus belajar agar menguasai masalah khususnya di bidang yang kita tekuni.

Selain itu, tak perlu takut salah. Lakukanlah yang terbaik apapun yang sudah diamanahkan kepada kita. Bila ternyata setelah itu salah, bertanggungjawablah. Harga diri Anda justru semakin naik bila Anda tulus mengakui kesalahan.

Yang boleh itu, takutlah berbuat salah karena melanggar aturan dan bermaksiat kepada-Nya. Takutlah bila Anda tak menguasai masalah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

8 thoughts on “Mengapa Takut?”

  1. bang mufid says:

    ingin menguasai masalah?
    nah caranya trus belajar, salah satunya BACA DEH TULISAN-2 KAKEK JAMIL, tiap hari selalu ada judul-2 menarik…, apalagi tulisan hari jum’at, Wow keren dan ada cerita lucu-2, dijamin diusia 80th msh bisa gigit istri…, hihihihihi

    Terima kasih kek, baca tulisan kakek, saya jadi “open mind” 🙁 “apaan sih “open mind”

    1. Jamil Azzaini says:

      Sudah pakai giginya mas? Hehehe

      1. bang mufid says:

        pastinya kek.., sejak bc tulisan “gigi” itu, sy jadi “GALAU” klw jauh dari istri… (pengen sungkeman sm kek Jamil)

        1. Jamil Azzaini says:

          Gak ah, ntar kalau sungkem saya digigit, hehehehe

          1. bang mufid says:

            hahahahaha… kok tau sih klo mau di gigit, curang ah

            kek, klw mau kirim pertanyaan via apa? di web ini blm ada ya

  2. baihaqi says:

    Kereen dan tetap menginspirasi ….

  3. Rizky says:

    nice post kakeeeeeeeeek
    terimakasih inspirasinya

    sy masih keseringan takut melakukan sesuatu. semoga stlh ini sy bner2 memahami tulisan kakek, bukan sekedar tahu >_<

    keinget kata dosen B.ing saya dulu, "jangan takut melakukan kesalahan, wajar jika manusia bisa melakukan kesalahan. kalau takut salah mending g usah hidup."
    heeeeew -_-

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes, lebih baik gagal karena melakukan sesuatu daripada tidak pernah melakukan apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published.