Mengapa Sering Ragu?

sedekah.jpg

Ragu terhadap janji manusia itu boleh tetapi ragu terhadap janji-Nya itu keterlaluan. Tidak semua logika manusia bisa menjelaskan ketententuan-Nya. Maka biasakanlah untuk sangat percaya dengan janji-Nya. Namun kita manusia biasa yang terkadang alpa dan terlupa akan kepastian janji-Nya.

Apa yang membuat kita terkadang tidak terlalu yakin dengan janji-Nya? Pertama, mendewakan nalar dan logika. Saat ada orang bersedekah diwaktu sempit (kondisi sulit) kelompok ini sering berkata “gunakanlah akal sehat”. Secara logika, bersedekah itu membuat harta berkurang padahal Sang Pemiliki Rezeki berjanji bahwa orang yang bersedekah hartanya akan semakin berlimpah dan berkah.

Mereka lebih percaya logika dan nalarnya. Mereka merasa menggunakan akal sehat itu lebih menyelamatkan padahal pemahamannya itu menyesatkan. Mereka sok tahu, semua hal harus bisa dilogikakan. Wajarlah kelompok ini rezekinya bisa ditakar, ia mendapatkan sesuai dengan logikanya. Mereka jarang mendapatkan kejutan rezeki yang datang tanpa diduga. Padahal rezeki yang tidak terduga jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan rezeki yang sesuai dengan logika.

Kedua, mereka sering berkata “ya saya tahu…TETAPI….” Mereka sangat tahu janji-Nya, namun ia menambahkan kata tetapi dibelakangnya. Misalnya, mereka berkata, “Iya sih menikah itu membuka pintu rezeki tetapi khan penghasilan saya belum cukup untuk menikah.” Atau pernyataan lain, “Bener sih yang wajib mencari nafkah suami tetapi kan kalau dua-duanya menghasilkan jauh lebih baik.”

Yang menyedihkan, ada yang berpendapat, “Saya tahu orang tua saya capek mengasuh anak saya tetapi kan kami perlu penghematan. Daripada ngasih ke baby sitter lebih baik ngasih ke orang tua saya.” Mereka tega sibuk bekerja sementara anaknya dititipkan kepada orang tuanya. Mereka samakan orang tuanya dengan baby sitter padahal seharusnya orang tua itu dimuliakan dan diperlakukan seperti raja.

Ketiga, mereka fokus hal yang negatif. Orang yang tidak terlalu yakin kepada janji-Nya boleh jadi karena ia pernah melihat hal yang negatif yang terjadi pada orang lain. Padahal boleh jadi, orang tersebut menerima satu hal negatif dan 99 kebaikan. Namun yang dilihat kelompok ini adalah sisi negatifnya.

Jauhilah ketiga hal tersebut di atas agar keyakinan Anda atas janji-Nya bulat 100%. Keyakinan yang bulat inilah yang membuat Anda selalu mendapat solusi, dimudahkan urusan Anda, dan dihadirkannya rezeki tanpa diduga-duga kepada Anda. Mau?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

20 thoughts on “Mengapa Sering Ragu?”

  1. ali samsudin says:

    Siap selalu berubah lebih baik. amiin

  2. afik says:

    do’akan ana ndax ragu lagi pak jamil setelah dapat pencerahan…

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra…

  3. afik says:

    benarkah pendapat yang menyatakan bahwa badan usaha tidak perlu sedekah ? dengan argumen bahwa sedekah adalah nafsi-nafsi…maturnuwun (ma’af pertanyaan bukan comment

    1. Jamil Azzaini says:

      Bertanyalah ke ahlinya mas, saya tidak ahli urusan ini…

  4. hery says:

    oooo….real banget itu kek..makasih uraiannnya.. logika kita tidak seperti logika Alloh….””Alloh tidak mengingkari janji Nya)..muantap…

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan dishare 🙂

  5. dinar says:

    Biasanya orang yg ragu terhadap Tuhannya, dia juga ragu siapa dirinya…Masih banyak diantara kita yg berpikiran bahwa jika kita berdoa memohohon sesuatu pada Allah SWT, katanya “harus tau diri dengan kemampuan diri kita sendiri”, padahal jika kita meminta dengan sungguh2 tak ada yang tak mungkin bagi Allah SWT, yang perlu diingat bahwa Allah lebih tau apa yang kita butuhkan dan yang terbaik buat kita, seringkali kita mendapatkan tidak sesuai dengan “harapan” yg menurut kita baik…..“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

    1. Jamil Azzaini says:

      Boleh jadi yang terbaik buat mas Dinar tinggal di Bogor, hehehehe

  6. Masya Allah, subhanallah saya jadi semakin Muantaaap!!!
    hehe makasih a 🙂

    izin share ya. ^_^

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati, share ke sebanyak-banyaknya orang 🙂

  7. mahfudz says:

    SyukrON kek

  8. ariefeffendi says:

    Tulisan ini jamil jiddan. Terkadang saya jg masih ragu akan janji Nya. Trm ksh inspirasinya pak jamil.

  9. dhico velian says:

    Syukron Pak Jamil.
    Alhamdulillah, pemikiran saya tentang hal ini menjadi berubah lebih baik. Semoga dapat saya amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamin yra, doakan kami ya…

      1. dhico velian says:

        Aamiin. Semoga sekeluarga selalu diberikan kesehatan dan umur yang berkah, Pak.

  10. denny says:

    Mantaaap!!!

  11. Nobel says:

    Saya semakin yakin membuka usaha sendiri karena 9 dari 10 pintu rezeki ada diperdagangan.

  12. Arif says:

    Realita di kehidupan ini kek, saya ato mungkin yang lain belum pernah materi sedekah di bangku sekolah. Coba ya kek, ilmu sedekah menjadi materi di bangku sekolah, insya Allah indonesia kaya ya kek….

  13. Achmad Sholahuddin says:

    Mungkin sudah bawaan manusia sejak lahir kali ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.