Mengapa Perlu I’tikaf?

salim-a-fillah.jpg

Ada satu aktivitas yang sangat disarankan di 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan yaitu i’tikaf (berdiam diri di masjid) untuk lebih banyak mengingat dan mendekat kepada Allah. Setelah 300 hari lebih kita berkompetisi di kehidupan dunia, kita perlu istirahat sejenak. Ibarat pembalap mobil F1, kita perlu melakukan pitstop. Berhenti sejenak untuk kemudian siap berkompetisi memenangkan pertandingan.

I’tikaf itu penting. Terilhami dari gurindam gurunda Salimafillah, saya ingin menyebarluaskannya mengapa I’tikaf itu perlu. Pesan yang ditulis dalam bentuk gurindam ini, telah menghujam ke dalam jiwa saya dan sangatlah rugi bila didiamkan dan tidak disebarkan. Berikut bait-bait gurindamnya.

Setelah usia kita semakin bertambah, makin luas dunia dirambah, makin perlu ia istirahah, berdualah pada Robbnya berkeluh kesah.

Kian keras manusia berkompetisi, kian kerap benturan terjadi. Makin perlu ia mesrai sang Robbi, penyedia segala solusi.

Kian luas manusia bergaul ‘amali, kian lelah ia melayani. Makin perlu ia jumpa Robbnya, mengais kasih dari Maha Pemberi daya.

Kian tinggi seseorang punya posisi, makin hakikat ia sendiri. Makin perlu ia ditemani, kasih Robbnya yang tiada henti.

Kian banyak ilmu dikhaznahi, kian mudah mengenang dengki. Makin perlu kefasikkan ditaubati, tunduk merasai takut pada ilahi.

Kian banyak mendengar puji, kian kabur ma’rifat diri. Makin perlu jiwa bersunyi, menghitung aib-dosa hingga malu terhayati.

Kian banyak yang dimiliki, kian bertambah dada yang iri. Tiada aman dari hasad para hati, selain memfakirkan diri pada illahi.

Mari kita i’tikaf untuk menyelami gurindam yang dibuat oleh sang guru yang mahir menyusun kata nan indah sehingga membuat hati tergugah. Terima kasih gurunda Salim A Fillah (@salimafillah)…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

8 thoughts on “Mengapa Perlu I’tikaf?”

  1. hery says:

    memulai aktftitas pagi hari rasanya ada yang kurang kalo belum baca coretan kakek …

    betul bingits…kek….gurindam itu..semoga kita bisa menjalankannya dan berjumpa dengan malam seribu bulan “…lailatulkodar”insya alloh tak praktekkan he..he… makasih…nasehatnya.

    salam sukses mulia…

    1. Jamil Azzaini says:

      Itu ilmu dari gurunda Salimafillah, saya hanya penyambung

  2. ali samsudin says:

    MANTAB!

  3. SIMAS Accounting says:

    MashaAllah, terima kasih kek JA sudah mengingatkan kami untuk kembali dan mengingat keMuliaan dan keAgungan Allah pemilik alam semesta.

    Salam SuksesMulia

    1. Jamil Azzaini says:

      Peluk …

  4. yulianto says:

    jleb bingit gurindanya, ijin share

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati…

  5. genborneo says:

    indah gurindamnya maknanya sangat menyentuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.