Mengapa dan Bagaimana

Share this
  • 101
  •  
  • 2
  •  
  •  
    103
    Shares

Banyak orang bertanya kepada saya dengan pertanyaan mengapa. Contohnya, mengapa doa saya tidak dikabulkan? Mengapa atasan di kantor selalu mencela saya? Mengapa belum ada yang melamar saya? Mengapa saya selalu menjadi korban? Mengapa istri saya semakin tua semakin cuek kepada saya?

Berbagai pertanyaan “mengapa” seperti tersebut di atas berpotensi membuat Anda semakin lemah, meningkatkan penyakit hati dan bisa menjadikan Anda manusia yang kurang bersyukur. Selain itu, mereka yang terlalu banyak bertanya “mengapa” dalam konteks yang tidak tepat akan cenderung menjadi trouble maker dibandingkan menjadi problem solver.

Berlatihlah dari banyak mengajukan pertanyaan mengapa menjadi bagaimana. Contohnya, bagaimana agar doa saya dikabulkan? Bagaimana caranya agar atasan di kantor percaya kepada saya? Bagaimana agar banyak orang yang datang melamar saya? Bagaimana caranya agar istri semakin mesra dan sayang kepada saya?

Mengubah pertanyaan mengapa menjadi bagaimana akan membuat Anda menjadi orang yang lebih banyak memikirkan solusi daripada masalah. Anda juga akan menemukan banyak alternatif positif yang ada di sekitar kehidupan Anda. Pertanyaan “bagaimana” akan membuat otak Anda aktif bekerja dan itu sangat berguna bagi kehidupan Anda.

Cobalah duduk sejenak, renungkan hal-hal yang selama ini Anda bertanya “mengapa” dan segeralah ubah menjadi “bagaimana”. Bila sebelumnya Anda bertanya mengapa order saya sepi? sekarang ubahlah menjadi bagaimana agar order saya ramai? Dan, segera temukan jawabannya.

Bagi Anda para trainer, ajukanlah pertanyaan bagaimana agar training saya berkelas dan menarik sehingga sering repeat order? Temukanlah segera jawabannya. Dan saya sangat yakin, salah salah satu jawabannya adalah ikut Trainer Bootcamp & Contest pada 6-8 September 2013. Segera hubungi 0812-1632-0707.

Baca Juga  Silakan Resign

Mari membiasakan diri untuk lebih banyak bertanya bagaimana daripada mengapa. Sepakat?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9



Share this
  • 101
  •  
  • 2
  •  
  •  
    103
    Shares

19 comments On Mengapa dan Bagaimana

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer