Mengapa dan Bagaimana

Banyak orang bertanya kepada saya dengan pertanyaan mengapa. Contohnya, mengapa doa saya tidak dikabulkan? Mengapa atasan di kantor selalu mencela saya? Mengapa belum ada yang melamar saya? Mengapa saya selalu menjadi korban? Mengapa istri saya semakin tua semakin cuek kepada saya?

Berbagai pertanyaan “mengapa” seperti tersebut di atas berpotensi membuat Anda semakin lemah, meningkatkan penyakit hati dan bisa menjadikan Anda manusia yang kurang bersyukur. Selain itu, mereka yang terlalu banyak bertanya “mengapa” dalam konteks yang tidak tepat akan cenderung menjadi trouble maker dibandingkan menjadi problem solver.

Berlatihlah dari banyak mengajukan pertanyaan mengapa menjadi bagaimana. Contohnya, bagaimana agar doa saya dikabulkan? Bagaimana caranya agar atasan di kantor percaya kepada saya? Bagaimana agar banyak orang yang datang melamar saya? Bagaimana caranya agar istri semakin mesra dan sayang kepada saya?

Mengubah pertanyaan mengapa menjadi bagaimana akan membuat Anda menjadi orang yang lebih banyak memikirkan solusi daripada masalah. Anda juga akan menemukan banyak alternatif positif yang ada di sekitar kehidupan Anda. Pertanyaan “bagaimana” akan membuat otak Anda aktif bekerja dan itu sangat berguna bagi kehidupan Anda.

Cobalah duduk sejenak, renungkan hal-hal yang selama ini Anda bertanya “mengapa” dan segeralah ubah menjadi “bagaimana”. Bila sebelumnya Anda bertanya mengapa order saya sepi? sekarang ubahlah menjadi bagaimana agar order saya ramai? Dan, segera temukan jawabannya.

Bagi Anda para trainer, ajukanlah pertanyaan bagaimana agar training saya berkelas dan menarik sehingga sering repeat order? Temukanlah segera jawabannya. Dan saya sangat yakin, salah salah satu jawabannya adalah ikut Trainer Bootcamp & Contest pada 6-8 September 2013. Segera hubungi 0812-1632-0707.

Mari membiasakan diri untuk lebih banyak bertanya bagaimana daripada mengapa. Sepakat?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9


Bagikan:

19 thoughts on “Mengapa dan Bagaimana”

  1. agebe says:

    mengembalikan masalah kepada diri sendiri dulu. *introspeksi
    salam sukses mulia =]

    1. Salam SuksesMulia juga. Yes….yes…yes…

  2. winda says:

    Sarapan paginya manfaat…makasih kek kemaren atas ilmu ON nya…..luar biasa pengen berguru banyak dengan kek jamil

    1. Terima kasih juga mbak. Semua orang adalah guru

  3. ades hm says:

    Kek Jamil, kulo orangnya introvert dan cenderung sensitive. bagaimana agar kelak pantas ikut trainingnya kek Jamil? maturnuwun.

    1. Siapa yang mengatakan cenderung sensitive? Kalau sesitive artinya mudah tersinggung itu merugikan, berlatihlah. Bersihkan hatimu jangan biasakan berlatih rasional. Salam SuksesMulia

      1. ades hm says:

        Alhamdulillaah, terima kasih atas wejangannya Kek Jamil. Salam Sukses Mulia.

  4. @andihakim31 says:

    Tanpa disadari pertanyaan mengapa itu muncul, skrg nyok kite ubah jd bagaimana, setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan berbahagialah dg kesusahan yg dihadapi saat ini, karna manisnya pun akan kita rasakan kemudian, semangat pencet tombol ON terus..syukrON babeh

  5. Siapa yang mengatakan cenderung sensitive? Kalau sesitive artinya mudah tersinggung itu merugikan, berlatihlah. Bersihkan hatimu jangan biasakan berlatih rasional. Salam SuksesMulia

  6. tatang-tmc says:

    Dengan bagaimana, kita akan selalu tambah bersyukur, sip…

  7. Ahmad Haris says:

    Artikel yang membangun dan merubah cara fikir<<> Salim

  8. MU'ANAH AL SRI MULYANI says:

    Luar biasa… moveON to be better life hehhee…
    SukrON ya Kek atas ilmunya kemaren, jadi ketagihan ikut seminarnya… hehehe

  9. Zakiy says:

    Luar biasa… dengan mengubah cara bertanya “mengapa” menjadi “bagaimana” akan menghasilkan output yang sangat berbeda.. dapat mengubah seseorang dari “the losser” menjadi “the winner”.

  10. enhaka92 says:

    Sangat bermanfaat kek, nuhun

  11. aa says:

    yah,betul. tapi caranya mewujudkannya?

  12. awan says:

    mohon doanya ya pak

  13. Bagaimana di ikuti dengan apa. Bagaimana agar kehidupan saya lebih baik? apa yg harus saya lakukan?. Simple question but different point of view. Semoga kita tetap istiqomah dalam kebajikan semata,salam

  14. Ali Masjidi says:

    Ustad saya pegawai kop.semen gresik di gresik ingin saya usulkan ke Manajer SDM KWSG utk ikut training yg diselenggarakan bapak tapi saya minim informasi, utk itu mhn info trainer apa saja sekaligus tujuannya dan sampai duit biayanya, sukron ust

  15. amrih manunggal says:

    Salut dengan tulisan kek jamil…

Leave a Reply

Your email address will not be published.