Mengapa Anda Stagnan?

stagnan.jpg

Salah satu ciri bahwa manusia itu bertumbuh adalah progress dan kontribusi. Apakah tahun ini ada kemajuan (progress) dibandingkan tahun lalu? Apakah saya punya kontribusi bagi sekitar saya atau di tempat saya bekerja? Bila punya kontribusi, apakah kontribusi saya mengalami kemajuan? Apabila tidak ada kemajuan, pada hakikatnya Anda stagnan alias tidak bertumbuh.

Apa sebenarnya yang membuat seseorang itu stagnan? Terkadang penyebabnya hanya pernyataan-pernyataan yang tampak sederhana. Tiga diantaranya akan saya bagi pada tulisan kali ini.

Pertama, “Ah saya sudah tahu.” Pemikiran dan pernyataan ini membuat Anda tidak mau belajar dan merasa sudah paham banyak hal. Padahal boleh jadi Anda hanya sekedar tahu tetapi belum paham.

Pernyataan “ah saya sudah tahu” itu adalah penghalang masuknya ilmu, ide, keterampilan dan gagasan baru. Cobalah Anda simak dan perhatikan, orang yang sering berkata “ah saya sudah tahu”, semakin lama ia akan semakin tertinggal dan kadaluwarsa. Sayangnya mereka tidak menyadari.

Kedua, “Saya memang orangnya begini.” Pernyataan ini membuat Anda tidak mau menerima nasihat atau saran yang baik. Anda selalu merasa bahwa Anda tidak bisa berubah. Anda sudah sangat nyaman dengan kondisi Anda. Sayangnya Anda berada di zona nyaman yang negatif, dan yang lebih ironis, Anda tidak mau berubah. Ngeri dan memalukan.

Ketiga, “Entar apa kata orang dong.” Saat Anda ingin berubah menjadi lebih baik Anda khawatir dan berpikir, “Enggak ah, entar diledek jadi orang sholeh.” Saat Anda sudah menemukan passion Anda dan Anda ingin beralih profesi, tiba-tiba Anda tergoda ucapan orang lain, “Sudahlah, hidup gak perlu neko-neko. Jalani yang sudah kamu jalani.”

Karena Anda tergoda dan mengkhawatirkan apa yang diucapkan orang lain akhirnya Anda menjalani kehidupan yang dikehendaki orang lain. Anda tidak menjadi diri Anda sendiri. Anda termakan oleh opini yang Anda ciptakan sendiri. Anda menjalani hidup yang tidak sesuai dengan nurani. Tersiksa, terpaksa dan dalam jangka panjang sangat merugikan.

Jauhi ketiga pernyataan sederhana di atas karena itu membuat Anda tidak bertumbuh alias stagnan. Mau hidup stagnan?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

11 thoughts on “Mengapa Anda Stagnan?”

  1. Fauzi Zoo says:

    Gak mau kek… saya mau tetap tumbuh. Saya mau hidup 1000tahun lagi…. lagi dan lagi.
    say no to “Ah saya sudah tahu.”
    say no to “Saya memang orangnya begini.”
    say no to “Entar apa kata orang dong.”

    Ya Allah… saya ingin tetap bertumbuh…

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra…

  2. Arfani says:

    gak mau Kek, saya gak mau stagnan. saya mau hidup yg terus bertumbuh.
    Point ke-3 paling nendang kek 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Tendangannya jangan ditangkis ya… 🙂

  3. Anonymous says:

    thank you kek, nasehatnya,, saya akn terus tumbuh

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes..yes…

  4. Nurul Hidayah says:

    Terima kasih pak Jamil untuk setiap inspirasi melalui tulisan bapak, saya ingin dan harus jadi orang yang terus bertumbuh dan bermanfaat bagi diri pribadi dan orang lain. Barrakallahu

    Salam Sukses Mulia

    1. Jamil Azzaini says:

      Siip…pasti bisa

  5. Zuhandri says:

    ” Saat Anda sudah menemukan passion Anda dan Anda ingin beralih profesi, tiba-tiba Anda tergoda ucapan orang lain, “Sudahlah, hidup gak perlu neko-neko. Jalani yang sudah kamu jalani.”

    Kalimat yang bikin jleb di hati. Doakan smg sy bersabar dlm progress beralih profesi kek 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Kirim doa…

  6. Rina Sri Utami says:

    ini sering terjadi.Semoga saya bisa segera menemukan passion saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.