Memulai Bisnis Tanpa Keahlian dan Modal

Share this
  • 225
  •  
  •  
  •  
  •  
    225
    Shares

Beberapa hari yang lalu saya menulis di twiter, “Bila Anda menganggap bahwa memulai bisnis itu harus punya keahlian/keterampilan dan modal sendiri maka mindset Anda belum mindset wirausaha.” Pernyataan tersebut mendapat beragam tanggapan. Salah satunya, “Mana mungkin bisnis gak perlu keahlian dan modal?”

Sejatinya saya memulai bisnis sejak SMP. Saya bekerja mulai jam 05.30-07.00 pagi di kebun karet sebagai buruh lepas. Setelah itu saya pergi ke pasar belanja jajanan dan makanan, kemudian saya jual di sekolah dasar negeri di kampung saya. Usai jualan baru saya berangkat ke sekolah –waktu itu saya sekolah di SMP swasta.

Ketika kuliah di IPB, saya memulai bisnis dengan cara jualan buku. Daftar harga buku saya edarkan ke berbagai kelas. Lantas saya menulis pengumuman, “Bagi yang melakukan pembayaran di muka dapat diskon 10 persen.”

Dengan cara begini banyak mahasiswa yang melakukan pembayaran di muka. Uang pembayaran inilah yang saya gunakan belanja ke bursa buku di Palasari, Bandung.  Belanjan di sana saya mendapat diskon 30 persen. Walhasil, dengan bisnis tanpa modal sendiri ini saya dapat keuntungan 20 persen. Lumayan…

Bisnis berlanjut dalam skala yang lebih besar. Awal 90-an harga komputer masih mahal dan sulit bagi mahasiswa IPB punya komputer sendiri. Saya memang tidak menguasai ilmu komputer tapi melihat prospek ini saya membuat proposal dan saya ajukan ke pemodal. Ternyata ada pemodal yang bersedia membiayai proposal saya dengan cara bagi hasil 40 : 60. Saya mendapat penghasilan dari 60 persen keuntungan bersih dan pemodal mendapat 40 persen dari keuntungan bersih.

Dalam bisnis rental komputer dan olah data ini saya merekrut teman mahasiswa saya yang ahli urusan komputer dan olah data. Hasilnya? Untuk ukuran mahasiswa sangat lumayan besar. Dalam bisnis komputer inipun saya tidak perlu ahli komputer dan punya modal sendiri. Karena keuntungannya lumayan, pemodal semakin percaya kepada saya. Setelah itu, setiap saya ajukan proposal bisnis baru selalu disetujui oleh pemodal yang bernama Farid Tadjodin ini.

Baca Juga  Nilai Hidup

Saya menikah saat masih kuliah. Untuk meringankan beban istri saya maka saya cari pembantu. Dan ternyata pembantu saya ini cukup ahli memasak dan rasanya sangat cocok di lidah saya. Maka kemudian saya punya ide untuk bisnis katering. Saya sebarkan brosur penawaran dan yang mau berlangganan harus bayar dimuka. Dalam tahap awal saya dapat 43 pelanggan. Dari uang merekalah saya memulai bisnis katering. Sekali lagi, dalam bisnis ini saya tidak ahli memasak juga tidak perlu modal sendiri.

Nah, apakah Anda masih ragu bahwa bisnis memang tidak perlu keahlian dan modal sendiri? Bila Anda masih ragu, maka dengan tegas saya katakan, “Anda memang tidak punya mental sebagai wirausaha..” Hehehehe….

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 225
  •  
  •  
  •  
  •  
    225
    Shares

48 comments On Memulai Bisnis Tanpa Keahlian dan Modal

  • Mantabzzz,bener2 membuka paradigma tentang wirausaha!!do’akan ya Pak,2thn lagi punya usaha sndri mskipun skrang msih bljar di perusahaan.salam sukses mulia.:)

  • Anggit Setyaningsih

    Kereen!! Pantes bgt ditiru mentalnya! 🙂

  • Sungguh tulisan pagi yang menggugah selera….

  • Wah Pak Jamil luar biasa banget ya…. tanpa modal dan keahlian usaha apa saja bisa jadi uang… tapi kalo saya beberapa kali nyoba usaha koq belum tampak hasil hasil yg diharapkan ya… padahal malah udah pake modal lho Pak ?!?! ada yang keliru po.. dalam usaha saya ??? mohon saran ya…

  • hmmm…mantaBana…
    Sangat Menginspirasi Bangett…

    Alhamdulillah.. sayapun memiliki pengalaman yang sama meski tak serupa..

    Dulu di Bengkulu..
    Ketika SD sering dibekalin sarapan nasi goreng dgn Ibu tercinta, karena nasi gorengnya enak bangettt, sampai disekolah nasi goreng tsb saya jual ke teman, uang hasil jualan saya traktir teman2..

    Ketika SMP saya jualan kue bikinan Ortu, meski dipandang sebelah mata sama teman2, namun tetap aja mereka minta traktiran ketika waktu istirahat..hehehe…

    Di Ponorogo…
    Ketika Nyantri di GONTOR, pada saat dipercaya mengelola Perpustakaan Pondok, saya jualan buku tulis. Alhamdulillah dapat keuntungan banyak, namun kembali keuntungan tsb diberikan ke Pondok…

    Di Jakarta..
    Ketika kuliah di UIN Ciputat, saya pun juga jualan bukuliah. Beli di Kwitang dapat diskon hingga 40%. Serta jadi Broker FotoCopy Makalah Diskusi kuliah. Lumayan Keuntungannya bisa ajak teman2 satu kelas jalan2 ke Puncak setiap akhir semester…

    Selesai Kuliah (2004) berkeinginan rintis BMT, meski gak punya MOBAL (Money Tebal) dan gak punya pengalaman apalagi keahlian. Alhamdulillah terwujud pd Tahun 2006, dapat hibah dari Baitulmaal Muamalat 35 Juta. Meski kini (2011) baru beraset 2M+ dapat bantu ribuan UKM (Usaha Kecil Muslim)didaerah Cengkareng Sekitarnya…

    Tahun 2009 akhir, keranjingan Fesbukan dan berkenalan dgn salah seorang TKP (Tenaga Kerja Profesional) Indonesia di Qatar via Fesbuk dan menjadi Investor di BMT Cengkareng yg saya kelola.
    Ternyata Beliau setiap bulan santuni puluhan anak yatim di Bandung. Sehingga terpikirkan oleh saya “Bisa gak ya saya santuni anak yatim seperti Beliau, sementara penghasilan dari BMT saat ini masih minim ?”.
    Ingat pelajaran di Pondok “Idza Shodaqol ‘Azmu Wadhoha Sabilu, jika bersungguh-sungguh semua jalan akan terbuka (oleh Allah)”. Terinspirasi Dari sang Investor tersebut, maka ISENG2 bikin komunitas online, sehingga lahirlah dgn selamat Page PAY (Pecinta Anak Yatim http://www.facebook.com/Pecinta.Anak.Yatim)dgn misi Bangun semangaD BERBAGI Anak Negeri.
    Alhamdulillah, dari keisengan tersebut 1000+ anak yatim doeafa yg terlayani dan kini bersama dgn teman2 alumni GONTOR tengah rintis Pesantreneurship GRATIS tuk anak yatim di daerah Parung Bogor.

    Alhamdulillah semuanya bermula tanpa MOBAL sedikitpun dari kantong pribadi dan MODAL awalnyanya cuma sekeping kalimat : Man Jadda Wajada, yang terbawa dari Pondok.

    Visi kedepan bagaimana tuk menjadi dan menjadikan banyak “Muslimiliardermawan” masa depan. Dan saya amat sangat yakin, semuanya akan dapat dgn mudah bila dapat arahan dari Suhu Jamil Azzaini, meski kita belum pernah bertemu, meski DM saya (@PcintaAnakYatim) belum direspon bahkan ‘terdelete’ entah oleh siapa (?)

    Salam..
    Sukseselaluarbiasangat
    http://www.payndoit.org

  • Ya saya juga sdh coba usaha pak tapi belum membuahkan hasil ada saran/kiat agar bisa berhasil seperti pak Jamil.Amin

  • Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara

    Saya memang rasanya tdk punya mental wirausaha, tp sy punya mental boss he he he… Sy kerja di LKMS, rasanya cukup bangga ketika banyak menelorkan wirausaha2 baru lewat usaha yg dibiayai lewat BTM KALIBENING. Gmn Ustadz JA?

  • Lha itu berarti punya keahlian pak, keahlian memanage sumber daya yang ada dan keahlian membaca peluang bisnis;)

  • berarti modal anda adalah ULET 🙂

  • Joni Apriyanto

    Sangat inspiratif. semoga secepatnya saya take action.

  • alenia terakhir nyentil banget pak:

    Nah, apakah Anda masih ragu bahwa bisnis memang tidak perlu keahlian dan modal sendiri? Bila Anda masih ragu, maka dengan tegas saya katakan, “Anda memang tidak punya mental sebagai wirausaha..” Hehehehe….

  • Alinea terakhirnya mantep banget pak *JLEB hehe. Dan sepertinya keahlian bapak melihat peluang dan take action mengeksukinya itu yang keahlian utama seorang wirausaha bukan pak ?

  • Bismillah, insya Allah saya siap memulai tahun ini. Mohon doanya.

  • Subhanallah, sebuah paparan yg sgt bagus utk membangkitkan semnagat wirausaha…Saat ini, sy pun sedang merintis usaha yg kelihatannya berjalan terseok2 karena kendala di dana dan rekan kerja yg kurang antusian..mohon sarannya pak. Terima kasih sebelumnya..

  • Pak Jamil,
    Sudah 2 tahun ini saya mencoba berwirausaha sendiri, namun belum berhasil juga. Kekhawatiran saya masih terlalu banyak, masih banyak bagaimana jika begini dan begitu. Maklum Pak, sudah terbiasa dengan penghasilan tetap yang hadir setiap bulannya.
    Setelah sekian lama, muncul pikiran bahwa mungkin saya tidak ada jiwa bisnis, tidak ada keterampilan berwirausaha. Hingga saat ini saya masih berusaha mengubah mindset saya tersebut.
    * Bisnisman wanna be… 🙂

  • Wirausaha modalnya keinginan dan MENTAL.
    Saya terinspirasi TKW, TKW aja bisa berbuat lebih, sampai saya ciptakan lagu TAKKAN KEMBALI WAKTU (TKW) cari klip motivasi di youtube.
    http://www.anoisme.blogspot.com
    fb:Putra jatijajar
    twitter :@anoisme
    Salam Sukses Mulia tk semua

  • trimakasih pak atas brbgi pengalaman dn spiritnya…

  • Ternyata saya punya bakat wirausaha dong. Waktu dapet beasiswa ke spore, saya belanja dompet esprit diskon 50% total IDR 1jt. Asal uangnya dari uang saku beasiswa. Balik ke Indonesia, saya jual ke teman2 dgn harga tertera di tag-nya, sy diskon 10%. Total yg kembali IDR 1,8jt hehehe

  • Mantab ustadz JA. Setuju banget.
    Salam Sukses Berkah
    http://www.sukses-berkah.com

  • deny kurniawan

    wah…semakin YAKIN nih untuk memulai usaha.

    terima kasih `share` pengalamannya kang JA.

  • Subhannallah,,,,
    Mantabbbsss….pa
    Salam Sukses Mulia

  • Mas Budi, hidup adalah pilihan. Anda memilih itu juga baik, saran saya jadilah yang tebaik di bidang itu. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  • Saya doakan yang komentar di sini punya bisnis sendiri dan menjadi orang yang terbaik di bidangnya. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  • mochamad aliffian

    wehehe… Jadi kepengen usaha lagi ni pak, dulu saya usaha kue kering.
    karena kurang berani memasarkan jadi berhenti. Sekarang siap merintis dari awal…

  • sy sedang melakukan itu, memulai bisnis tanpa keahlian dan sedikit modal(cetak brosur). usaha ini bukan bidang sy, caranya pun yg tidak sy senangi. sy melihat peluang sy besar disini. bismillah. mhn do’anya dr ust JA&semua…

  • Alhamdulillah, bisa nyambung dengan Pak Jamil, menurut saya Pak Jamil dikasih kelebihan oleh Alloh SWT, yaitu membaca peluang dan cepat action mengambil peluang itu, sehingga dimudahkan rezqinya, patut ditiru.

  • Ikut komen biar kecipratan doa ust ja 🙂

  • matur nuwun motivasi dan inspirasinya pak jamil. selama ini saya coba beberapa kali dagang tapi nggak bisa menagih ke pembeli hehe. ( kalau istri pebisnis tulen ). namun, dengan tulisan pak jamil di atas, saya coba merintis usaha lagi. semoga pak jamil sentiasa diberkahi Allah. Amin

  • Tiap kali baca yang beginian semangat langsung membara ingin segara memulai, tapi ( tu tapinya keluar kan ) kalau lama gak nyentuh yang begini loyo lagi deh, kali harus sering-sering buka yaaa, biar on terus

  • menginspisai banget pak. mudah2an saya bisa meniru apa yg sdh bapak jalankan.. bismillah

  • anda kurang tepat. Keahlian anda ya kemampuan negoisasi, yg sekaligus menjadi modal anda.
    jadi memang anda tidak punya keahlian riil. Kemampuan anda adalah bernegosiasi.

  • punya usaha takut usahanya besar.. ini masalah besar bagi pengusaha. sering kali karena melihat para pengusaha semakin sibuk dengan usahanya lupa dakwahnya…gimana nih

  • Syukran ustadz atas pencerahannya…
    Smoga bs mengikuti langkahnya…

  • Subhanallah,, sangat menginspirasi, Pak. Salam Sukses Mulia.

  • abu Firmansyah

    Alhamdulillah, inspiratif dan provokatif.
    Go action!

  • Setuju 100%. Modal yg lebih penting: k-r-a-t-i-f.
    Waktu saya mendirikan Semerbak Coffee, modal awal 3.8jt dibagi 2. Dan saya ga suka ngopi 🙂

  • Pak Jamil..
    bagaimana menumbuhkan mental wirausaha di usia kepala 3?

  • inspiratif dan insyaALLAH jalan-jalannya akan saya ikuti…..matur nuwun,semoga tulisannya selalu hadir bersama kita.

  • Sebenarnya klw niat usaha, bisa jual apa aja. Contoh di deket rumah kebetulan deket pasar ada orang jual barÀng retail seperti nutrisari lusinan, good day lusinan, dan dia gak mau ngecer, buktinya laku aja dan agen yg besar gak ngaruh tuh…laku2 aja. Asalkan mau mau pasti dpt peluang, maju terus pantang mundur, jangan gengsi, nanti klw kaya pasti bergengsi sendiri

  • Skill tetap dibutuhkan hanya semua orang berhak sukses dgn jalan yang dipilihnya. Semangattttt….semangattttt krn usaha ibarat berjalan diatas seutas tali butuh ketekunan, kesabaran, ibarat menghadapi sesuatu yg qta Çintai pasti akan sabar. Untuk tukar link atau web silahkan klik http://www.bajubagusm3shop.kassa9.com atau facebook bajubagusm3shop

  • apakah harus punya mental wirausaha pak?

  • entahlah pak ? dari tulisan tersebut saya menganggap anda tetap memiliki keahlian untuk memulai berwirausaha,dan itulah menrut saya keahlian anda, saya tidak,saya tidak punya keahlian apapun :(,saya sering berfir untuk memulai sebuah usaha tapi di tengah jalan selalu ada modal yang kurang , akhirnya the end,….modalnya kurang aya sudah coba untuk mencari tapi modal untuk mencari modal aya tidak pernah punya 🙁

  • terimakasih inspirasinya Kek, artikelnya bikin semangat bisnis saya “menggelora”

  • Kalau dari tulisan diatas memang tidak pakai modal keahlian pak, tapi modal otak cerdas, mental pebisnis. benar-benar hebat pak, bisa menangkap usaha yang prospek dan berani.

  • insya allah th dpan sya sdh mlai mmbuka usha sndri….
    mhon doa dari sdraku smua….

  • Mantap pengalaman yang harus ditiru, intinya klu mau Jd wiraswasta harus fokus pengalaman Nomor 12 belas penting fokus jangan di lepas atau di kasih kepercayaan ke orang yang ada Kaga bisa dipertanggungjawabkan

  • Maaf, menurut saya tulisan ini hanyalah cerita pengalaman pribadi. Akan lebih berfaedah jika dijelaskan juga detail dari tiap2 tahapan yang disebutkan dalam tulisan ini. Karena yang saya lihat ini hanya tampak luarnya saja hasil dari prosesnya saja. seperti “setelah saya umur sekian saya begini”, saat sudah sekolah SMA begini dn begitu, tidak menekankan ibrah/pelajaran yang bisa dipetik. Sebab itu tiap orang punya pengalaman berbeda-beda. dan Jalan menuju sukses itu tidaklah mudah, sangat berat kenyataannya. Kalo ada yg bilang gampang, datangnya mudah, perginya juga mudah kesusksesan itu. Sebagai contoh, merekrut para ahli itu tidak mudah, lebih detail lagi, bagaimana trik berkomunikasi yang baik agar mereka mau bekerjasama dengan kita, dan contoh lainnya.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer