Memimpin Atasan

Share this
  • 197
  •  
  •  
  •  
  •  
    197
    Shares

Kata memimpin biasanya identik dengan hubungan antara atasan dan bawahan atau yang memimpin dengan yang dipimpin. Yang dipimpin seolah-olah selalu menjadi obyek dan dalam posisi yang lemah. Padahal, bawahan itu bisa juga memimpin atasan. Karena memimpin sejatinya adalah memberi pengaruh kepada orang-orang di sekitarnya. Lantas, bagaimana caranya memimpin atasan?

Pertama, ringankan tugas pimpinan. Tanggungjawab pimpinan Anda sudah begitu besar jangan perberat bebannya dengan menambah banyak problem. Selesaikan tugas Anda dengan sangat baik dan setelah itu bantu pimpinan Anda. Meringankan tugas pimpinan menunjukkan bahwa Anda adalah anggota tim yang hebat.

Boleh jadi saat Anda meringankan tugas pimpinan, orang-orang yang berpikiran negatif akan menilai Anda “menjilat”, cari muka, sok rajin dan lain sebagainya. Tapi ingatlah yang menentukan hidup Anda adalah diri Anda sendiri. Jangan biarkan hidup Anda didikte atau dikendalikan oleh orang-orang yang berpikiran negatif. Karena saya yakin, saat hidup Anda berantakan, orang-orang yang berpikiran negatif tidak akan peduli dengan hidup Anda. Jadi, teruslah peringan tugas pimpinan Anda.

Kedua, ambil tugas yang menantang. Jangan pernah menghindar saat ada tugas baru yang menantang. Ambil tanggungjawab dan pekerjaan baru di saat orang lain justru menghindar. Kebiasaan ini akan membuat hidup Anda terbiasa melakukan tugas-tugas melebihi tanggungjawab Anda. Memang berisiko, tetapi pekerjaan yang menangan itu membuat hormon-hormon di tubuh Anda bekerja sempurna. Keberanian mengelola risiko akan membuat Anda semakin mampu memimpin atasan Anda.

Ketiga, jadilah “aku” yang terasah. Tuntutan pekerjaan terus meningkat karena memang dunia terus berubah. Anda akan tertinggal bila berhenti “mengasah” atau berhenti meningkatkan core competence Anda. Diskusikanlah dengan pimpinan Anda hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dari diri Anda.

Baca Juga  Tidak Harus Menjadi Perfeksionis

Investasikan dana untuk mengasah diri Anda. Tidak selalu harus menunggu dibiayai perusahaan atau pihak lain untuk pengembangan diri Anda. “Aku” yang terasah menjadikan Anda selalu siap dengan tugas-tugas menantang yang diamanahkan kepada Anda. Daya tawar Anda akan semakin meningkat, kemampuan Anda memimpin atasan semakin kuat.

Pemimpin sejati bukanlah karena posisi dan jabatan tetapi seberapa besar pengaruhnya bagi orang lain. Bila Anda bisa memberi pengaruh yang besar kepada atasan Anda, itu berarti Anda telah memimpin atasan Anda. Selamat mencoba…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnCbatch8



Share this
  • 197
  •  
  •  
  •  
  •  
    197
    Shares

22 comments On Memimpin Atasan

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer