Memberi tapi Tidak Diterima

give.jpg

Orang tua angkat saya dulu pernah berkata, “Jangan merasa mudah memberi saat kamu punya. Jangan menyepelekan orang yang terlihat tidak punya. Belum tentu ia mau menerima pemberian apa yang kamu punya.” Saya masih ingat nasihat itu, karena nasihatnya aneh. Dan bertahun-tahun saya tidak percaya nasihat itu sampai bulan Ramadhan tahun ini.

Di awal Bulan Suci ini ada teman saya curhat via WhatsApp, “Mas, saya lagi nganter anak saya masuk asrama di sekolah. Campur aduk perasaan saya karena belum bisa bayar lunas. Saya baru bayar 10 juta dari 21 juta. Hiks.” Saya kenal baik lelaki ini. Pengorbanan dan perjuanganya untuk kebaikan orang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Karenanya, saya berniat untuk membantu.

Akhirnya saya balas, “Pak minta nomor rekeningnya, ya. Saya akan transfer.” Dan secara mengejutkan dia menjawab, “Jangan mas Jamil. Mau disembunyikan dimana muka saya sebagai ayah? Insya Allah saya bisa bayar.” Mendapat jawaban itu saya hanya bisa menangis, campur aduk perasaan saya antara bangga, haru, kagum dan bingung.

Dan kejadian serupa terulang saat saya di bandara Soekarno-Hatta kemarin. Dengan kesemrawutan jadwal penerbangan akibat musibah kebakaran beberapa hari lalu saya terlambat terbang. Seharusnya terbang pukul 15.30 WIB, namun hingga menjelang maghrib belum jelas jadwal penerbangan saya ke Balikpapan. Saya pun berpikir pasti banyak orang yang harus berbuka puasa di bandara.

Akhirnya, saya membeli beberapa makanan dan minuman yang rencananya akan saya bagikan kepada beberapa orang di bandara untuk berbuka puasa. Begitu menjelang berbuka puasa, saya menawarkan makanan itu kepada orang di sekitar saya, tidak ada yang mau. Saya berjalan menawarkan ke deretan kursi yang lain, tidak ada yang mau.

Di deretan kursi yang lain, terlihat ada seorang bapak yang belum memegang makanan dan minuman, saya pun mendatanginya dan menawarkan makanan itu. Sambil tersenyum ia menjawab, “Saya tidak puasa.” Dalam hati saya berteriak, “Ya Allah, ternyata tidak enak memberi tidak diterima. Saya pun langsung teringat nasihat orang tua angkat saya.”

Di dalam pesawat Garuda yang menerbangkan saya ke Balikpapan untuk memberikan training bagi para pimpinan Kemenkeu, saya merenungi dua kejadian di atas. Ternyata tidak semua pemberian kita diterima. Begitu pula rupanya tidak semua amal kita diterima oleh Allah. Kita tidak patut berbangga dengan banyaknya kebaikan yang kita lakukan, siapa tahu itu tidak ada nilainya disisi Allah, tidak diterima oleh-Nya.

Kursi terdepan pesawat Garuda GA 572 menjadi saksi kegelisahan saya. Beruntung kursi sebelah saya tidak ada penumpangnya sehingga saya bisa sepuas-puasnya menangis. Saya khawatir jangan-jangan kebaikan yang saya lakukan selama ini tidak diterima oleh Allah. Sungguh celaka, sudahlah kebaikan yang dilakukan tidak seberapa, ditambah tidak diterima oleh Sang Maha Kuasa.

“Ya Allah, kelak apa yang bisa saya banggakan dihadapan-Mu? Saya mohon, jadikanlah sedikit kebaikan yang saya lakukan sebagai jalan turunnya rahmat, kasih sayang dan cinta-Mu kepadaku. Jangan abaikan aku ya Allah, terimalah cintaku kepada-Mu. Terimalah hamba yang hina ini menjadi kekasih-Mu. Bantulah hamba-Mu ini untuk selalu berada di jalan-Mu. Duhai yang Maha Melihat dan Maha Mendengar, terimalah setiap kebaikan yang aku lakukan…”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

18 thoughts on “Memberi tapi Tidak Diterima”

  1. Seya Arf says:

    assalamualaikum wr. wb.
    salam silaturahmi Pak Jamil..
    tulisan barusan sungguh membuat saya merasa sedih, jujur saya bukan orang baik yang sering memberi. kalau yang sering memberi saja tidak semua yg diberikan diterima, lalu bagaimana dengan saya yg memberi pun sangat jarang saya lakukan ?
    terimakasih atas tulisannya Pak Jamil, 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Yang sedikit belum tentu lebih buruk. Mari kita terus berlatih….

  2. Ora Dadi Opo says:

    Bantu mengaamiini kek, Aamiin Yaa Robbal Alamin

    1. Jamil Azzaini says:

      Tengkyu mas….

  3. hery "berkah cellular"hp 085641071569 says:

    assalmu’alaikum kek….
    yang penting niat kiat kek..
    setiap niat berbuat baik itu akan di catatat sebagai pahala ..sudah dicatat oleh malaikat ,meskipun tanggapan orang lain berbeda dengan harapan kita….kalo toh mereka tidak menerima yang penting niat kita tulus suci karna alloh..iya gak kek…???.
    jangan menagis ya…he..he… cucumu disini juga sedih….xixixixix
    wassalam…

    1. Jamil Azzaini says:

      Tetap saja gak asyik mas, ngasih gak diterima

  4. ali samsudin` says:

    hiks..hiks..hiks

    1. Jamil Azzaini says:

      Sodorin tissu…

  5. dinar says:

    Seringkali kita tidak bisa membaca pikiran orang lain….Kemungkinan kita juga akan melakukan hal yang sama untuk menjaga diri kita dari tindakan2 negatif dari orang lain di area publik….apalagi ada himbauan yang sering kita lihat di beberapa tempat “Jangan Menerima Makanan dan Minuman dari Orang Tak Dikenal”…..Apapun yg telah diberikan Ustadz Jamil sungguh sangat mulia dan perlu kita contoh…seringkali kita juga mungkin tidak terpikirkan memberi sesuatu kepada orang gila, meskipun pd akhirnya misal makanan yg kita berikan dibuang percuma…..Kita mungkin tidak tau sesuatu yg kita berikan pd orang lain bermanfaat atau tidak, tapi paling tidak “niat / keinginan ” kita berbuat amal baik dg ikhlas kepada orang lain Insya Alloh akan dicatat sebagai amal sholeh…Wallohu a’lam…

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin… Mas Dinar saya belum ustadz….masih terus belajar

  6. Titik Asmurah says:

    Bukankah tidak ada yang sia-sia P Jamil..,sekecil apapun yang kita lakukan asal niat dan caranya benar mudah-mudahan ada nilainya di sisi Alloh SWT Aamiinn.

    1. Jamil Azzaini says:

      Semoga semuanya diterima oleh Allah swt

  7. andi djunaidi says:

    Astgahfirullah, ya Robb yang maha Kaya ampuni kami karena salah dalam menilai orang lain, Semoga Engkau beri kebaikan atas pelajaran yang engkau tunjukkan kepada kami.

  8. Deni says:

    Iya betul pak, apabila melihat amal, amal-amal kita tak mampu menembus surga apalagi ditukar dengan kenikmatan surga, surga hanya pertolongan dan rahmat Alloh Swt semata, saya mendengar kisah wanita pejina masuk surga karena kasihsayang wanita itu memberi minum seekor anjing yang kehausan (mahluk-Nya) sehingga Alloh Swt menaruh kasihsayang pada wanita itu. Semoga amal ibadah kita menjadi jalan kasihsayang, rahmat dan pertolongan Alloh Swt kepada kita.

    Salam Sukses Mulia
    Salam untuk keluarga

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih kang….salam disampaikan

  9. Dian Handiana says:

    pesan yang disampaikan bagus sekali

  10. Anonymous says:

    astaghfirullahaladziim…
    wktu kecil prnh diceritakn olh guru ngaji, kt beliau tnda tnda mndekati kiamat nnt akan byk org yg brlomba lomba bersedekah tpi tidak ada org yg mau menerima.. Wallahualam..

  11. Z.Arsyad says:

    Asslm.. Kek..
    Sunnguh membuat sy tersadar akan bahaya percaya diri bhw akan diterimanya amalan kita, semoga sy makin takut akan tdk ditwrimanya amalan sy dg lbh ikhlas melakukan ibadah saya..
    Ijin dishare ya Kek…
    Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published.