Membangun Performa Puncak Tim Lintas Generasi

Compensation-Challenges-for-a-Multi-Generational-WorkforceEE.png

Generational tension atau kurangnya respek kepada orang lain yang berbeda generasi kini sedang melanda banyak perusahaan. Mengapa hal ini terjadi? Pertama, mereka tidak memahami satu dengan yang lain. Kedua, mereka memiliki akses yang berbeda terhadap sumber daya dan power. Ketiga, perbedaan gaya kerja dan penguasaan teknologi. Keempat, kurangnya kesedian untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman satu dengan yang lain.

Apabila hal ini dibiarkan akan berakibat kepada situasi kerja yang tidak harmonis, produktivitas menurun, turnover karyawan tinggi, cost yang besar untuk penanganan konflik. Dan tentu saja, kinerja anjlok dan keuntungan perusahaan bisa “jeblok.” Mau? Tentu tidak. Untuk itu, ada tiga prinsip yang perlu Anda pegang apabila Anda menjadi pimpinan dengan anggota tim multi generasi atau lintas generasi.

Pertama, tanamkan bahwa perbedaan adalah karunia. Menurut para ahli, perusahaan tidak harus mengubah seseorang, tetapi mengajarkan bagaimana caranya untuk menjadikan perbedaan menjadi pengungkit keberhasilan tim. Saling belajar antar generasi di satu tim membuat proses pembelajaran semakin efektif jauh melebihi pelatihan terbaik dunia sekalipun. Tentu proses saling belajar ini bisa terjadi apabila Anda tahu caranya.

Kedua, pahamilah bahwa setiap generasi memiliki kekuatan unik yang dapat diungkit. Menurut Jeanne C. Meister dalam Future Workplace (2014), pemimpin memiliki tanggungjawab untuk membantu anggota timnya memahami bahwa masing-masing mereka memiliki seperangkat keterampilan yang unik untuk dikontribusikan di dalam tim. Fokus kepada keunikan masing-masing adalah pondasi untuk meningkatkan motivasi kerja dan produktivitas mereka.

Ketiga, mengaktifkan hot button generasi adalah keharusan dalam mewujudkan high performance team. Sebuah riset yang dipublikasikan oleh The Conversation (2015) menyatakan bahwa mengelola generasi sesuai dengan kebutuhannya dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja jauh melebihi rata-rata.

Memegang tiga prinsip di atas adalah dasar utama untuk melejitkan performa tim dengan anggota lintas generasi. Tentang bagaimana Anda bisa mendongkrak kinerja tim dengan anggota lintas generasi, dapatkan caranya di Public Training: Leveraging Generation Gap to Build High Performance Team pada 5 April. Informasi lengkap klik bit.ly/kubikleadershipseries atau hubungi 021-29400-100 dan 082111-999-022

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.